
Saat melihat nama restoran 'Solaria', ketiga perempuan tersebut memutuskan akan memasuki restoran itu, untuk makan siang disana.
Mereka bertiga pun duduk di meja paling ujung, menurut mereka disana tempat yang paling nyaman untuk mengobrol.
Seorang pelayang menghampiri mereka dan memberikan buku menu. Setelah melihat menu makanan, masing-masing diantar ketiganya menyebutkan pesanan dengan bergantian.
"Silahkan di tunggu," ujar pelayan tersebut, melenggang pergi menuju dapur untuk membuatkan makanan pesanan pelanggan.
"Bun, kita buat acara apa besok buat dadd?" tanya Rhea.
"Lah Re, kamu lupa ya. Kalau dadd kamu itu gasuka sama acara acara begituan," ujar Khanza.
"Haha... Bunda bener, pasti nanti dadd mencak-mencak kalau di buatin acara.. Re ngga bisa ngebayangin wajahnya dadd," Rhea tertawa lepas dengan omongannya sendiri.
"Ouh ya re, malam ini kamu nginep di rumah mamah kan?" ujar Raya menanyakannya, karna malam ini memang jadwal Rhea menginap di rumah Bagaskara.
"Astaga mah, maaf re lupa kalau malam ini nginap tempat mamah. Tapi re mau buat kejutan untuk dadd, jadi seperti re ga nginap tempat mamah dulu ngga papakan," kata Rhea bicara dengan hati-hati takut jika Raya tersinggung.
"Iya ngga papa sayang, nanti mamah bilangin sama papah kamu. Biar dia ngga nyariin kamu saat pulang nanti," ucap Raya yang sebenarnya sedikit kecewa. Padahal ia sudah merencanakan ingin memasak makan malam berdua dengan Rhea. Ia ingin merasakan seperti teman-teman yang bisa masak barena anak perempuan mereka. Begitupun dirinya ingin merasakan memasak bareng dengan Rhea yang sudah dia anggap seperti anak kandung sendiri.
Beberapa menit kemudian pesanan mereka pun datang. Ketiganya menikmati makan dalam keheningan, sampai dimana telpon Khanza berbunyi. Khanza mengambil handphone yang berada dalam tas, melihat nama si penelpon. Ketika nama 'Suamiku' Khanza langsung menepuk jidatnya yang melupakan mengabari suaminya kalau dirinya sudah berada di Mall.
"Angkat ngga ya," gumannya tertahan.
"Siapa yang nelpon bun, kenapa ngga di angkat."
"Ouh ini dadd kamu yang nelpon, bunda ragu mau angkat. Tadi bunda lupa ngabarin kalau kita udah di Mall."
Handphone Khanza berbunyi kembali, Khanza hanya menggenggam handphone dan belum memutuskan untuk mengangkatnya.
"Angkat aja nza, jelaskan saja kalau kamu beneran lupa ngabarin," imbuh Raya.
Tak punya pilihan lain, mau tak mau juga Khanza harus mengangkatnya. "Kalau gitu aku angkat telpon dulu re, tan. Kalian lanjutin aja makannya," ia berdiri dan menjauh dari Rhea dan Raya.
"Waalaikumsalam... Sayang kamu berada dimana sekarang?"
"Aku lagi di restoran mas, makan siang. Sebentar lagi kami pulang kok, maaf ya mas aku lupa ngabarin kalau udah di Mall,"
"Kali ini mas maafkan, tetapi nanti tetap ada hukumannya. Nanti kalau di jalan pulang kabarin mas... Ada yang mau mas bicarain sama kamu, tapi nanti dirumah aja,"
"Emm, baik mas. Kali ini aku pastikan ngga bakalan lupa ngabarin... Oke mas! Bentar lagi kami pulang kok. Udah dulu ya suamiku..."
Selesai menelpon Khanza tiba-tiba kebelet ingin ke toilet, di dalam restoran kebetulan toilet sedang rusak. Menyebabkan Khanza harus keluar mencari toilet Mall. Jika dia mendatangi Rhea dan Raya, pastinya dia tak akan sempat, karna ini benar-benar tak bisa ditahan lagi.
Khanza melihat Alvaro dan Eduard yang lengah pun, membuat ia mempunyai kesempatan untuk langsung berjalan menuju ke toilet tanpa di cegah. Masa kedua bodyguard itu harus membuntuti dirinya juga ke toilet. Pasti semua orang akan menatapnya aneh...
Setelah selesai dengan urusan di toilet Khanza lalu keluar. Bari saja kakinya melangkah, mulutnya langsung dibekap oleh seseorang.
"Emmhh-" tak berapa lama Khanza pingsan.
Kedua orang tersebut menyunggingkan senyuman miring. Mereka membawa Khanza keluar lewat pintu belakang, sampai di depan mobil langsung saja mereka memasukan Khanza ke dalam. Lalu orang yang berada di depan menghidupkan mesin mobil, lalu menjalankannya menuju tempat persembunyian mereka.
****
Follow ig aku yuk guys : @antiloversn
Bersambung. . .
Follow juga ya!!
Like, comennt, rate 5. jangan lupa gifts+vote nya.
Terimakasih💓