
Tiba di bangunan tinggi, perusahaan Antonio. Horison Corp. Khanza parkir di luar basemant, wanit itu segera keluar dan masuk ke kantor suaminya. Karyawan yang melihat kedatangan Khanza memberi hormat dengan menundukkan kepala mereka. Padahal Khanza sudah memberitahu mereka agar bersikap biasa jika bertemu dengannya tidak usah berlebihan seperti memberinya hormat.
“Selamat datang nyonya! Mari saya akan mengantar anda ke ruangan tuan Antonio.” Satya menyambut kedatangan istri bossnya.
“Tidak perlu mengantarku ke ruangan mas Nio, kak Satya.. Aku bisa kesana sendiri, lebih baik kak Satya makan siang saja dikantin,” ujar Khanza yang tahu bahwa ini sudah jam istirahat.
“Itu bisa nanti nyonya, saya juga belum terlalu lapar. Berikan barang bawaan anda ke saya, biar saya bawakan,” ucap Satya berbicara sangat sopan pada istri bossnya.
Khanza memberikan barang bawaan ke tangan asissten kepercayaan suaminya. Mereka menaiki lift khusus petinggi perusahaan saja yang boleh memasukinya. Sampai di ruangan Antonio, Khanza tidak langsung masuk dan berhenti sebentar menyapa sekretaris suaminya yang bernama Nada. Dia sudah mengenal Nada sangat lama..
“Selamat siang nyonya Khanza.” Sapa Nada.
“Siang juga kak Nada.” Sapa balik Khanza.
“Saya tebak pasti anda membawakan makan siang untuk pak Antonio. Sungguh pak Antonio sangat beruntung mendapatkan istri seperti nyonya Khanza. Anda sangat memperhatikan pak Antonio. Saya jadi iri dan pengen menikah juga,” kata Nada tersenyum dengan matanya melirik Satya seolah-olah memberikan kode pada pria dingin disamping istri atasannya.
“Kak Nada bisa saja. Semoga kak Nada segera mendapatkan lelaki yang mencintai kakak dengan ketulusan dan menikah karna saling mencintai..” Khanza mendoakan Nada dengan tulus.
“Aamiin, terimakasih doanya nyonya,” ucap Nada.
“Kak Nada ini jam istirahat kenapa tidak ke kantin makan siang?” Tanya Khanza.
“Nunggu seseorang mengajak saya ke kantin nyonya, baru saya mau makan siang di kantin,” ujar Nada tetap mengarahkan tatapan pada Satya yang diam dengan wajah datarnya tidak menghiraukan apa yang tengah diobrolkan kedua perempuan didekatnya.
Khanza paham siapa yang dimaksud oleh Nada sekretari suaminya. Dari tatapan mata perempuan di hadapannya terus saja melirik lelaki di sampingnya.
“Ekhem! Kak Satya sebaiknya ajak kak Nada makan siang. Nanti kak Nada bisa sakit jika tidak ada asupan,” dehem Khanza bicara pada lelaki disampingnya.
“Baik nyonya,” jawab Satya matanya menatap tajam Nada yang membalas dengan senyuman manis.
Sedangkan di luar Satya masih diam-diaman dengan Nada.
“Eung, kalau pak Satya tak mau makan siang bersama ku. Tak apa pak, biar aku sendiri saja ke kantin,” ujar Nada gugup, bicara sambil menatap mata pria dihadapannya.
“Tidak ini perintah nyonya, saya harus mengajak anda makan Siang. Mari kita ke kantin bersama,” ujar Satya berbicara formal dan berjalan duluan didepan membiarkan Nada masih berdirim.
Nada bersorak senang, walaupun Satya mengajak makan siang bukan karena keinginan pria itu. Tetap saja Nada merasa senang bisa makan berdua dengan pria yang selama ini dicintainya dalam diam.
Satya berhenti melangkah saat merasa tidak ada orang dibelakangnya. Pria itu menoleh ke belakang mendapati perempuan yang diajaknya makan siang masih berdiri dekat mejanya.
“Apa kau tidak ingin makan siang bersama saya?” Seru Satya bertanya pada perempuan yang masih berjarak jauh dari tempatnya.
“Mau!!” Nada langsung menutup mulutnya, sedikit berlari agar menyamai langkah pria yang berjalan lebih dulu.
Sepanjang jalan menuju kantin, wajah Nada berseri-seri, semua orang yang menatap merasa aneh. Tapi Nada tidak memperdulikannya, dia hanya membalas mereka dengan senyuman manisnya.
****
Follow ig aku yuk guys : @dianti2609
Bersambung. . .
Follow juga ya!!
Like, comennt, rate 5. jangan lupa gifts+vote nya.
Terimakasih💓