
Semua orang sudah duduk di meja makan, hanya Rhea dan Khanza saja yang belum turun ke bawah.
“Kamu cantik banget sayang,” puji Khanza pada Rhea yang tengah bercermi melihat penampilannya.
“Benerkah mom?” Tanyanya.
“Kapan mom pernah bohong sayang, kamu memang selalu cantik,” ucap Khanza tersenyum.
Rhea membalas senyuman mommynya, “Mom apa mereka sudah datang?” Tanyanya, yang di sebut mereka oleh Rhea adalah Leo dan keluarganya yaitu keluarga Khanza juga.
“Seperti sudah sayang, ayo kita turun,” ajak Khanza lalu menggandeng Rhea menuju lift.
“Itu dia Rhea dan Khanzanya,” seru Erina melihat keduanya yang baru keluar dari dalam lift.
Pandangan Leo langsung terpana melihat keanggunan Rhea. Mata tak lepas menatap Rhea sebegitu intensnya. Papa Danu langsung menegur putranya.
“Ehem, Leo jangan memberikan tatapan seakan-akan kau mau menerkamnya. Ingat son malam ini kita baru akan membahas soal pertunangan,” bisik papa Danu pada putranya Leo.
Leo mengangguk, “Iya pa, aku ingat,” balesnya, segera mungkin mengalihkan pandangannya.
“Karna kita semua telah berkumpul, jadi mari kita menikmati makam malam ini terlebih dulu. Sebelum masuk ke pembicaraan seriusnya,” ujar tuan Andreas.
Semuannya pun menikmati makam malam dalam keheningan. Memang sudah menjadi peraturan di mansion Horison, tidak hanya mansion Horison yang memberlakukan peraturan tersebut. Kediaman Mahendra juga turut serta memberlakukan peraturan tersebut.
.
Selesai makan malam, semua keluarga berkumpul di ruang tengah. Termasuk twins juga ikut bersama, Arsen duduk dipangkuan Opa Aditya sedangkan Arcell duduk bersama Khanza dan Antonio.
“Baiklah kami akan menyampaikan maksud kedatangan kami kesini. Iyalah putra kami Leo ingin meresmikan hubungannya bersama Rhea dengan bertunangan terlebih dulu sebelum nantinya masuk ke jenjang pernikahan. Bagaimana Antonio, Bagas, apakah kalian berdua setuju?” Ujar Danu bicara serius.
“Ya, saya setuju saja. Selama ini yang terbaik untuk Rhea,” ucap Bagas. Tidak dengan Antonio yang masih terdiam.
“Bagaiman Antonio?” Ujar Andreas menatap Antonio.
“Mas, semuanya nunggu jawaban dari kamu aja lagi,” tukas Khanza menoel suaminya
“Ya, saya setuju, karna ini yang terbaik untuk Rhea. Apapun yang membuatnya bahagia akan saya lakukan, saya hanya minta jangan pernah sekalipun Leo menyakiti putri saya. Hanya itu permintaan saya,” ucap Antonio,”Silahkan tentukan saja tanggal pertunangannya,” lanjutnya.
Semua yang berada di sana merasa sangat lega, setelah mendengarkan jawaban dari Antonio.
“Baiklah apa semua juga setuju akan keputusan ini,” ujar Danu menatap semua orang yang berada di ruang tengah ini.
“Sangat setuju,” kompak semuannya...
Karena semua orang yang berada di ruang tengah mengatakan setuju. Mereka pun langsung menentukan tanggal yang tepat untuk pertunangan dan tempat yang akan diadakan acara tersebut.
Setelah itu keluarga Mahendra pun pamit pulang, termasuk Aditya dan Kirana yang tak jadi menginap karna mereka akan flight malam ini ke suatu negera untuk berlibur selama dua mingguan, baru setelah itu ikut membantu acara pertunangan Rhea dan Leo.
“Bunda ayah jaga diri kalian baik-baik disana, nanti kalau udah nyampe sana jangan lupa kabarin aku,” pesan Khanza kepada kedua orangtuanya dan tidak lupa memeluk mereka bergantian.
“Iya sayang, nanti kami kabarin,” ujar bunda Kirana.
“Kami berangkat dulu nak,” ucap Aditya dan mencium kening Khanza.
Setelah berpamitan Aditya dan Kirana langsung masuk ke dalam mobil yang akan mengantar mereka ke bandara. Sedangkan Leo berserta yang lainnya sudah pulang terlebih dahulu.
****
Follow ig aku yuk guys : @antiloversn
Bersambung. . .
Follow juga ya!!
Like, comennt, rate 5. jangan lupa gifts+vote nya.
Terimakasih💓