My Best Friend'S Daddy Is My Husband

My Best Friend'S Daddy Is My Husband
Episode 34



Orang itu mengambil foto Khanza yang masih berdiri didepan ruang dokter kandungan. Ia mengambil sebanyak empat foto tanpa diketahui.


"Apa yang dilakukan gadis kampungan itu diruang dokter kandungan," guman Bella. Ya, yang tadi mengambil foto Khanza adalah Bella.


"Jangan-jangan gadis kampungan itu hamil. Ahh.. mendingan aku ikuti saja dulu dia, untuk mendapatkan bukti yang jelas."


Bella mengikuti Khanza dari belakang. Lalu melihat Khanza masuk ke dalam toilet, ia berdiri diluar pintu medengarkan suara Khanza dengan menempelkan telinga ke daun pintu.


"Yaallah kenapa harus terjadi sama aku, bisakah aku menjaga dia dengan baik," ucap Khanza berbicara sendiri di dalam kamar mandi.


'Siapa yang di jaganya," batin Bella.


"Anak mama baik-baik didalam perut. Mama akan jagain kamu dengan sebisa dan sekuat mama."


Bella seketika itu menutup mulutnya, mendengar kalimat yang diucapkan Khanza. Otak jahatnya bekerja dengan baik, isi didalam otaknya hanya ingin menyingkirkan Khanza dari sekolah. Bella segera bersembunyi ketika pintu akan dibuka Khanza.


Khanza keluar masih dengan wajah basah. Akibat terus-menerus menangis saat mengetahui keadaannya sekarang. Bella yang sedang bersembunyi tidak sengaja melihat sesuatu jatuh dan langsung mengambilnya. Bella membaca kertas hasil pemeriksaan itu dengan seksama.


"Ini bisa aku jadikan bukti," Bella menyunggingkan senyum jahatnya. Lalu pergi kembali ke kamar mamanya. Dia juga sama seperti Khanza tidak bersekolah hari ini, karena menemani mamanya yang sedang sakit.


.


.


Khanza telah sampai di depan kost'an, sehabis dari rumah sakit dia tidak langsung pulang. Melainkan jalan-jalan ke taman, untuk menenangkan pikirannya. Saat ingin membuka engsel pintu. Seseorang memanggilnya...


"Khanza! Habis dari mana?" tanya Lestia yang baru pulang kerja.


"Emm itu anu m-mba, aku a-aku ha-bis... Ke rumah sakit, ya tadi aku periksa ke dokter," Khanza menjawabnya denga terbata-bata.


'Semoga aja mba Lestia ga curiga dan nanya aneh-aneh.' batinnya.


"Oh dari rumah sakit, terus dokternya bilang kamu sakit apa dek," ujar Lestia bertanya kembali. Untuk pertama kalinya juga Lestia memanggil Khanza dengan sebutan 'adek'


Lestia pun mengangguk percaya. Saat melihat kresek plastik berisi obat didalamnya. Dan ia juga menyuruh Khanza masuk ke dalam kamar untuk beristirahat.


"Udah gih sana istirahat, biar besok sekolah badannya udah fit,"


Saat Khanza ingin masuk, Lestia bersuara lagi menghentikan Khanza membuka pintu.


"Eh! Tunggul dulu. Ini ada sedikit kue sama mba tadi beli makanan buat kamu," Lestia menyerahkan kue dan nasi campur yang dibelinya kepada Khanza.


"Yaallah mba... Aku jadi gaenak ngerepotin terus,"


"Gak ngerepotin sama sekali kok. Lagian mba udah anggap kamu kaya adik sendiri. Jadi kapanpun kamu butuh bantuan, mba selalu siap bantu. Oke! jadi sekarang kamu istirahat ya, biar besok bisa sekolah."


Khanza yang mendengar ucapan Lestia menjadi terharu. Ia pun memeluk perempuan yang berhadapan dengannya, sudah sangat baik selalu membantunya.


"Udah gausah melow gitu dong," kata Lestia menghapus air mata diwajah Khanza.


"Gimana ga melow, kata-kata mba rasanya menyentuh hati banget," ucap Khanza tersenyum kembali.


"Nah ginikan cantik jadinya adek mba. Yaudah sana masuk, makan dulu baru istirahat," pesan Lestia dan berjalan menuju ke kamar kost-nya yang berada diujung dekat kamar mandi.


***


Bersambung. . .


Follow juga ya!!


Like, comennt, rate 5. jangan lupa gifts+vote nya.


Terimakasih💓