My Best Friend'S Daddy Is My Husband

My Best Friend'S Daddy Is My Husband
Season 2. 18



"MOMMY," teriakan Rey dari arah ruang tengah, membuat Khanza yang sedang memasak didapur kaget.


"Mommy bang acen angguin ley main telus," adu Rey yang kini memeluk kaki sang mommy.


"Bang Arsen jangan gangguin adeknya, kasihan adek jadi nangiskan," Khanza mematikan kompornya, untunglah masakannya sudah mateng. Saat ingin mengangkat Rey ke dalam gendongannya, terdengar suara bariton seseorang yang baru keluar dari dalam lift.


"Honey, mau ngapain hemm?" tanya Antonio mendekati istrinya.


"Ini mas, aku mau gendong Rey. Kasihan nangis," jawab Khanza.


"Honey, kamu lagi hamil besar. Ngga boleh gendong Rey," tukas Antonio, lalu mengangkat Rey ke dalam gendongannya.


"Siapa lagi yang jailin Rey sampe nangis begini?" tanya Antonio menatap ketiga putranya yang sekarang sudah duduk di meja makan. Sebenarnya tanpa bertanya pun ia sudah mengetahui orang yang suka menjahili Rey.


"Maaf dad, aku yang udah buat Rey nangis," akunya, siapalagi jika bukan Arsen.


Arsen berdiri dari tempat duduknya dan mendekati sang adik yang berada di dalam gendongan daddynya. Antonio pun berjongkok dengan Rey masih memeluk dirinya dan masih tak mau menatap abangnya Arsen.


"Rey, jangan abang Arsen mau minta maaf tuh. Dimaafin ya son, tidak boleh ada dendam sesama sodara sendiri," kata Antonio pada Rey.


"Abang minta maaf ya Rey, habisnya kamu saja yang bisa abang jahilin. Bang Arcell sama Ghani ngga seru kalau bermain diem aja," ungkap Arsen meminta maaf. Memang Arcell dan Ghani lebih pendiam dan wajah keduanya selalu datar.


"Ayo lihat abangnya dulu nak, abang Arsen udah minta maaf itu," sambung Khanza melihat putra yang masih betah memeluk daddynya.


Rey melepaskan pelukan tangannya di leher sang daddy, lalu menatap abang yang berdiri didepannya. Rey mengangguk yang artinya memaafkan sang abang.


"Ley maapin abang, tapi janji jangan jahilin ley lagi main. Ley nda suka di jahilan," celotehnya lucu, membuat Khanza begitu gemas dengan putranya itu.


"Karena anak mommy sudah saling memaafkan, jadi sekarang waktunya kita sarapan," seru Khanza.


Mereka pun melakukan sarapan dengan tenang, tidak ada aura permusuhan dari Rey dan Arsen. Keduanya sudah saling memaafkan satu sama lainnya.


Kini mereka pun bersantai di ruang tengah, Khanza mulai bosan dengan tontonannya di tv. Ia melirik suaminya yang tengah fokus pada perkerjaan, membuat bumil tersebut mempunyai sebuah ide agar dirinya tak merasa bosan.


"Mas," panggilnya, sambil tangan bergelayut di lengan suaminya.


"Mas boleh pinjam laptop! Aku mau video call Rhea. Aku kangen banget sama anak itu, aku juga mau tanya dia kapan balik ke indonesia, sebentar lagikan aku lahiran mas," ujar Khanza.


Antonio hanya mangut-mangut saja mendengarnya, "Ini kamu pake saja laptopnya honey," katanya.


Khanza memang tidak bisa mengotak-atik laptop, tetapi karena ia sering menemani suaminya bekerja di rumah. Dan terkadang ia juga di ajarin, maka dari itu ia sudah tahu cara mengotak-atik laptop.


Baru saja Khanza melakukan video call, langsung di angkat oleh Rhea. Nampaklah wajah Rhea yang baru bangun tidur.


"Hallo assalamualaikum re,"


"Waalaikumsalam mom hoam,"


"'Maaf ya re mom video call, ganggu kamu pagi pagi sekali. Mom kangen sama re, kapan balik? Mom mau lahiran hitungan hari aja lagi,"


"Iya ngga papa mom, re akan balik lusa. Re juga udah kangen sama mom dan dad dan adik-adik*,"


Khanza tersenyum senang mendengar Rhea akan kembali lusa.


"*Mom tunggu ya sayang, jaga kesehatan disana. Semoga dedek bayinya cepat jadi,"


"Aamiin yaallah, mom juga jaga kesehatan ya. Jangan melakukan hal berat, ingat mom bentar lagi mau lahiran,"


"Iya sayang, yasudah itu saja yang mau mom sampaikan tadi."


Sambungan telpon pun berakhir, Khanza mengembalikan laptop Antonio.


"Sudah selesai telponannya?" tanya Antonio


"Sudah mas," jawabnya.


Khanza melihat jam dinding yang sudah menunjukkan pukul 13.30. Dimana waktunya untuk tidur siang. Khanza dan Antonio memutuskan untuk ke kamar dengan keempat putra mereka.


***