My Best Friend'S Daddy Is My Husband

My Best Friend'S Daddy Is My Husband
Season 2. 69



Selama perjalanan menuju lokasi, bodyguard Antonio yang mengikuti mobil peculik Khanza, mengabari bahwa mereka kehilangan jejak mobilnya. Antonio meminta bantuan seseorang untuk melacak keberadaan penculik yang membawa istri dan putrinya.


Berderiingg...


Handphone Antonio berdering, segera saja pria itu mengangkatnya.


“Tuan kami sudah menemukan lokasi penculik itu menyekap nyonya dan nona,” ujar seseorang diseberang sana yang menelpon Antonio.


“Kirim lokasinya sekarang, saya akan menuju kesana,” pungkas Antonio bicara ditelpon.


“Baik tuan, sudah saya kirimkan,” sahut orang diseberang sana.


Antonio langsung memutuskan sambungan telpon dan membuka isi chat tersebut. Menaruh handphone di penyangga agar Satya melihat kemana arah yang akan mereka tuju.


Antonio belum ada menghubungi putranya, dia hanya menghubungi Vinno adiknya dan Aditya. Kedua orang yang dia hubungi langsung menuju lokasi yang telah dikirimkannya.


DUAR!


DUAARR!!


DUAAARRR!!!


“MOMMY!!!” Teriakan Queen menggema.


Bom meledak bertepatan dengan mobil Antonio yang datang bersama dengang mobil sang adik Kevinno dan sahabatnya Aditya pun ikut menyaksikannya.


Antonio langsung turun dari mobil saat melihat rumah yang terbakar dan disana putrinya berdiri. Antonio mendekati putrinya mencari keberadaan istrinya.


“Sayang dimana mommy mu?” Tanya Antonio meraih bahu putrinya agar menghadapnya.


Queen tak menatap daddy berlinang air mata. Gadis itu tak sanggup mengatakannya.


“Hiks, mo-mommy di da-lam sana,” tunjuk Queen kearah rumah yang terbakar dengan tangisan hebat.


“Mommy, tidak mommy, kamu pasti bohongkan sayang?” Tanya Antonio mengguncang bahu princessnya.


Queen menggeleng... “Daddy maafin queen, ini salah ku hiks, mommy maafin queen,” histeris Queen berlari ingin masuk, langsung di tangkap Aditya.


“Opa lepasih aku, aku mau masuk,” teriak Queen memberontak dalam pelukan Aditya.


“Hustt! Sayang jangan ya,” ucap Aditya.


“Engga opa, aku harus masuk selamatin mommy hiks,” isaknya sambil berkata.


Kevinno yang kebetulan membawa suntikan obat, langsung menyutikan pada lengan Queen sampai gadis itu pingsan.


Sedangkan yang lainnya hanya terdiam dengan lutut yang susah untuk digerakan. Sampai Antonio berteriak nyaring.


“KHANZA TIDAK!!!” Antonio berlari ingin masuk ke dalam rumah yang terbakar, tangan langsung ditahan Satya dan Kevinno.


“Brengsek, siapapun kalian yang sudah membunuh istriku, akan menerima balasan setimpal. Mau kalian lari ke ujung dunia pun akan aku cari sampai ketemu. Bedebah sialan!!!” Geram Antonio menekan setiap kalimat yang diucapkannya.


“Arrrghhh Khanza aku janji sayang akan membalas mereka. Aku pastikan mereka juga akan mati ditanganku.” Tangan Antonio mengepal kuat hingga buku jarinya memutih.


“Kalian semua bodyguard bodoh, menjaga istri dan anakku saja tidak becus. Kalian berenam tunggu saya di rumah biasa, terima hukuman kalian akibat kelalaian ini,” perintah Antonio


“Vier sebaiknya kita membawa princess ke rumah sakit. Karna keadaan tibak baik-baik saja,” ujar Vinno.


“Tidak kalian saja bawa princess ke rumah sakit, biarkan aku mencari penculiknya,” ucap Antonio menolaknya dan ingin mencari penculik istrinya dan putrinya yang belum ditemukan.


“Antonio mengertilah! Putra-putra belum mengetahui kejadian ini, sebaiknya kau ikut ke rumah sakit. Nanti saat ada putra jelaskan pada mereka tentang kejadian ini, princess juga pasti membutuhkan mu. Aku juga sudah menghubungi polisi agar datang kesini,” tukas Aditya meminta Antonio ikut bersama mereka.


“Satya, kamu tetap disini,” ujar Vinno diangguki Satya.


Antonio menatap putrinya, melihat keadaan putrinya dadanya terasa sesak. Akhirnya ia mau ikut ke rumah sakit dan mengambil alih putrinya yang berada dalam gendongan Aditya membawanya masuk ke dalam sembarangan mobil.


Aditya menatap bodyguard yang begitu banyak. “Kalian cari seseorang yang dibalik rencana ini, sampai dapat. Cari mereka sampai ketemu mau hidup mati, temukan mereka...” perintah Aditya.


Para bodyguard mengangguk dan segera menyusun misi untuk menemukan penjahat yang sebenarnya.


Diperjalanan menuju rumah sakit Antonio terus memandang wajah putrinya yang penuh dengan lebam.


Aditya dan Vinno yang mendengar gumanan Antonio ikut merasakan kesakitannya.


Antonio berharap semua ini adalah mimpi, sayang sekali semua ini adalah kenyataan bukanlah mimpi yang diharapkannya.


***


Keempat putra Antonio yang mendengar kabar mengejutkan langsung mendatangi ke rumah sakit untuk memastikannya.


“Abang, aku berharap semua ini hanya prank,” ujar Rey bicara pada Ghani.


“Ya, abang juga berharapnya begitu Rey,” sahut Ghani.


Sampai depan pintu ruangan Queen. Ghani membuka pintunya dan ternyata di dalam ruangan princess telah ada daddy dan abang-abangnya berserta opa, oma, kakek, nenek, dan uncle Vinno.


Mata Ghani melihat gadis yang tengah terbaring di ranjang rumah sakit dengan mata terpejam dan wajah banyak bekas lebam.


“Daddy akan menceritakan sesuatu pada kalian semua tentang mengapa princess bisa menjadi begini keadaanya,” kata Antonio.


“Vier, bicara diruangan ku saja. Jangan disini, karena akan menganggu princess,” ujar Vinno meminjamkan ruangannya untuk Antonio berbicara dengan leluasa disana.


“Mama sama papa juga ikut,” ucap Erina.


“Biar aku saja yang menjaga princess,” imbuh Kirana, membiarkan mereka semua ikut untuk mendengarkan cerita Antonio. Kirana memilih menemani princess di kamar rawat.


Semua orang langsung keluar dari ruangan rawat Queen menuju ke ruangan Vinno dan meninggalkan Kirana sendiri menunggui princess.


Ruang dr. Vinno


Disinilah mereka sekarang berada diruangan Vinno. Memilih untuk menceritakan semua disana.


Antonio mulai menceritakan tentang penculikan yang dialami Khanza dan Queen, dan wajah Queen yang banyak lebam ulah dari penjahat tersebut. Antonio juga mendapatkan kabar dari polisi yang menyatakan bahwa istrinya tewas di dalam rumah yang meledak itu dan meninggal dunia. Antonio benar-benar tak kuat selama menceritakannya.


“Daddy katakan saja bahwa ini hanya prank kan,” ujar Rey yang malah tertawa.


“Tidak Rey semua yang daddy mu katakan itulah kebenarannya,” sanggah Vinno.


“Tidak daddy pasti berbohong,” bentak Rey kesal menatap unclenya.


“Cukup Rey!” Bentak Arcell.


“Abang percaya semua yang dikatakan daddy, abang terima jika mom-mommy pergi,” ucap Rey menatap abangnya dengan mata yang menggenang.


“Rey mengertilah tidak hanya kamu yang merasa kehilangan mommy, kita semua merasakan itu. Menerima atau tidak, jelas kita tidak menerimanya. Tapi mau bagaimanapun semua telah terjadi karena kehendak yang diatas, kita tidak bisa berbuat apa-apa dan hanya bisa mendoakan agar mommy diberikan tempat disurganya allah swt. Percayalah kita semua sedih kehilangan mommy.” Tutur Arsen merangkul bahu Rey dan memeluk adiknya itu.


“Hiks, kenapa mommy harus secepat ini pergi meninggalkan kita hiks..” Kata Rey.


“Karena Allah sangat menyayangi mommy!” Ucap Arsen berusaha tegar, walaupun sebenarnya dia belum bisa juga menerima semua ini seperti yang lainnya. Tetapi dia yakin bahwa semua ini adalah takdir dan kita tak bisa melawan takdir yang sudah ditetapkan oleh yang diatas.


Ghani hanya diam, lidahnya sangat kelu untuk mengatakan sesuatu. Dia sangat ingin mengatakan bahwa dirinya sepenuhnya belum mempercayai semua yang diceritakan daddynya. Ghani merasa tak kuat berada dalam ruangan ini dan berdiri dari duduk pergi berlalu meninggalkan semua orang tanpa pamit. Ghani tidak pergi ke kamar rawat Queen melainkan pergi ke suatu tempat untuk menenangkan diri.


Semua orang hanya diam menatap Ghani yang pergi begitu saja tanpa mengatakan sepatah katapun.


“Aku berjanji akan menemukan penjahat itu dan membunuhnya!” Geram Arcell, semua orang yang mendengar tampak terkejut, bahkan wajah Arcell terlihat marah tangan pria itu juga mengepal.


“Ya, kita akan membunuh penjahat itu...” sambung Antonio.


Sedangkan mereka menyetujui perkataan kedua lelaki berbeda usia itu. Nyawa akan dibalas dengan nyawa. Mereka akan menemukan penjahat yang sebenarnya.


****


Follow ig aku yuk guys : @dianti2609


Bersambung. . .


Follow juga ya!!


Like, comennt, rate 5. jangan lupa gifts+vote nya.


Terimakasih💓