
Lima belas menit telah berlalu, tetapi Queen merasa sangat bosan berada dalam kamarnya. Sebenarnya Queen tidak sendiri dalam kamar, karena ada Aditya opanya.
“Opa..” Queen berbaring miring menghadap kearah Aditya.
Aditya yang bersandar pada kepala ranjang tidak mendengar Queen memanggilnya, karena sedang fokus menatap layar ipad mengecek file yang dikirim oleh sekretarisnya. Aditya memilih tak masuk kerja hari ini, karena merindukan cucu kesayangannya.
“OPA!” Queen mengeraskan suaranya sehingga Aditya kaget mendengarnya.
“Hum ada apa princess sayang?” Tanya Aditya lembut. Aditya memang tak bisa marah dengan cucu kesayangan, biarpun cucunya sudah membuatnya kaget.
“Aku bosan opa, mau kebawah liatin oma masak.”Rengeknya lantas bangun duduk bersila.
“Tunggu bentar ya sayang, opa selesain kerjaan sebentar saja. Tidak lama kok,” ujar Aditya kembali membaca file dengan teliti.
Queen mengalah, duduk dengan diam. Menunggu opanya menyelesaikan pekerjaan. Hampir lima menit tetapi opanya belum menyudahi juga pekerjaan. Membuat Queen menjadi kesal menunggu terlalau lama.
Queen memberanikan merampas Ipad ditangan opanya. Lalu menaruh Ipad tersebut di meja nakas samping ranjangnya.
“Opa ayo!” Queen menarik tangan opa agar beranjak dari ranjang.
Aditya hanya bisa menghela napas melihat tingkah cucu kesayangan, kalau tidak diturutin cucunya itu akan menjadi rewel nantinya. Aditya malah membawa cucunya ke dalam gendongannya.
“Opa, aku jalan aja. Nanti pinggang opa malah encok gara-gara gendong aku,” ujar Queen minta diturunkan.
“Princess meledek opa ya, meragukan kekuatan opa masih kuat atau enggak menggendong princess. Jelas opa mu ini masih kuat sayang,” ucap Aditya sedikit kesal mendengar ledekan princessnya. Jangankan menggendong cucunya, membuat istrinya lelah diranjang saja dirinya masih kuat melakukannya.
“Bukan gitu opa, queen cuman takut aja. Lagian aku bisa jalan sendiri opa, gak perlu digendong terus. Aku udah besar,” protes Queen.
“Iya opa tahu sayang, cucu opa ini udah besar. Tapi opa gak mau princess kecapean, tadikan abang Arsen bilang kalau princess butuh banyak istirahat biar gak sakit lagi,” papar Aditya menyentil hidung mancung cucunya.
“Queen gak bakal kecapean opa, kalau cuman turun kebawah pakai lift,” ucap Queen masih protes.
“No sayang... pilih mau opa gendong atau kita tetap berada dikamar tak jadi turun kebawah,” putus Aditya.
Aditya yang mengerti jawabannya, lantas melangkah keluar dari kamar dan memasuki lift yang akan membawa keduanya kebawah.
“Loh mas kok princess malah ikut turun juga, gak istirahat aja dikamar,” kata Kirana sambil membawa beberapa makanan menghidangkan ke atas meja.
“Katanya bosan yank, dikamar terus,” ucap Aditya.
“Heum benar kata opa, oma. Dikamar membosankan, lebih aku temani oma masak,” ucap Queen bersemangat.
“Kalau mau temani oma, harus anteng duduknya.” Pungkas Kirana, Queen mengangguk.
“Opa turunin, aku mau duduk kursi aja,” pinta Queen.
Aditya menurunkan cucu kesayangan, mendudukan di kursi meja makan. Queen memandangi kearah dapur, melihat oma cantiknya yang tengah memasak dengan sangat cekatan seperti mommy tercintanya.
Sedangkan Aditya meminum kopi buatan Kirana yang sudah dingin. Tapi Aditya tetapi meminum dan menikmati kopinya, karna itu adalah buatan istri tercintanya. Jadi apapun yang dibuat oleh tangan istrinya sendiri akan dimakannya.
...****************...
Guys! Ayo guys join grup chat antiloversn!!!
Guys baca karya baru aku yuk judulnya "YOU'RE MINE, SERRA"
Follow ig aku yuk guys : @dianti2609
Bersambung. . .
Follow juga ya!!
Like, comennt, rate 5. jangan lupa gifts+vote nya.
Terimakasih💓