
Queen menatap jam yang ada di ponselnya yang sudah menunjukkan pukul satu siang. Gadis itu mondar mandir melihat kearah pintu utama, ia menunggu kedatangan abangnya Arcell yang telah berjanji mau menemaninya ke mall.
"Abang lama banget sih, memang sebanyak apa sih pekerjaan sampai melupakan waktu. Awas aja abang melupakan janjinya."
Queen mendumel kesal, Arcell belum juga datang menjemput. Sedangkan yang lainnya entah pergi kemana, saat ia istirahat dan terbangun mansion sudah sepi.
"Hiks abang..." tangis Queen.
"Nona, nona kenapa menangis?" Yunia yang kebetulan lewat dan melihat Queen menangis segera menghampirinya.
"Mba hiks, aku kesal. Abang pasti lupa."
Queen malah memeluk Yunia dan curhat pada pelayan yang sudah ditugaskan Antonio untuk menjadi nanny putrinya.
"Sabar nona, mungkin saja tuan Arcell terjebak macet dijalan," ucap Yunia menenangkan Queen yang menangis.
"Tapi aku udah coba nelpon, handphone abang gak aktif," kata Queen.
"Eee mungkin saj-"
"Princess maaf abang telat," ucap Arcell menyelanya.
"Abang!" serunya senang melepaskan pelukan dengan Yunia. Queen berdiri dan memeluk Arcell.
"Aku mengira abang lupa mau menemani aku ke mall," cetus Queen memayunkan bibirnya lucu.
"Mana mungkin abang melupakannya sayang." Dengan gemas Arcell mencubit kedua pipi sang adik.
"Ayo abang!" Queen mengapit lengan Arcell, sebelum melangkah keluar Queen menghadap Yunia.
"Mba nanti kalau ada oma opa, terus mereka nyariin aku. Kasih tau aja aku lagi keluar sama abang," kata Queen.
Yunia mengangguk, "Baik nona." jawabnya tersenyum.
...****************...
Setelah hampir sejam berkeliling mall mencari kebutuhan Queen. Akhirnya Arcell merasa lega saat Queen mengatakan yang dibutukan untuk liburan besok sudah lebih dari cukup.
"Kalau sudah semua, saatnya kita mencari restoran. Perut abang sedari tadi berteriak meminta makan," kata Arcell.
"Astaga abang, mengapa tidak bilang kalau abang lapar. Abang maafkan aku," ucap Queen meminta maaf pada Arcell.
"Jangan meminta maaf sayang, kamu tidak salah. Abang sengaja tidak bilang agar kamu tidak khawatir, ayo sekarang kita ke restoran disana." Arcell membawa Queen untuk masuk ke sebuah restoran yang ada di dalam mall.
Saat keduanya ingin mendudukan pantat mereka di kursi, sebuah suara yang memanggil nama Queen membuat keduanya menoleh.
"Alesha..."
"Ayah..."
"Sini nak." Deon melambaikan tangannya menyuruh agar Queen mendatanginya.
"Duduk dulu, baru ayah jelasin," kata Deon.
Queen duduk di dekat Deon, sedangkan Arcell duduk di dekat Alex.
"Ayah kesini sebenarnya mencari kado untuk mu. Ayah tau kamu kemarin ulang tahun." Queen mengangguk paham dengan penjelasan Deom.
"Selamat ulang tahun ya anak ayah yang cantik." Deon memberikan sebuah liontin kado untuk Queen, pilihan dari putranya Alex.
"Cantik sekali ayah, ini pasti mahal," ujar Queen.
"Buat ayah ini tidak mahal asalkan kamu suka itu sudah membuat ayah senang."
"Aku suka kok yah, terimakasih atas kadonya."
Queen berpelukan lago dengan Deon sedangkan Arcell tak suka melihat pria paruh baya yang memeluk adiknya. Begitupun dengan Alex menatap acuh keduanya, karena Alex sendiri tak mengenal gadis yang berada di pelukan ayahnya.
"Oh iya nak, kenalin ini Alex anak pertama ayah kakaknya Arthur." Deon mengenalkan Queen pada putra sulungnya.
"Alex," kata Alex dingin.
"Alesha," bales Queen tersenyum.
"Arcell abangnya Alesha," kata Arcell menatap tak suka pada cowo di sebelahya.
"Mau makan siang kan, disini saja kita makan siang bersama," kata Deon.
Arcell menatap sang adik, berharap adiknya menolak ajakam Deon. Tapi ternyata adiknya menerimanya dengan senang hati.
"Boleh yah?"
"Boleh banget dong sayang."
Mereka memesan makanan yang diinginkan masing-masing. Tak berselang lama, makanan yang mereka pesan akhirnya datang. Mereka berempat pun menikmatinya makanan masing-masing dalam keheningan.
...****************...
Guys! Ayo guys join grup chat antiloversn!!!
Guys baca karya baru aku yuk judulnya "YOU'RE MINE, SERRA dan ISTRI SIMPANAN”
Follow ig aku yuk guys : @dianti2609
Bersambung. . .
Follow juga ya!!
Like, comennt, rate 5. jangan lupa gifts+vote nya.
Terimakasihđź’“