
Antonio belum mulai bicara, tapi dari tatapannya ketiga putranya pasti mengetahui kemarahan dalam dirinya.
"Dad!"
"DIAM ELL"
Antonio menghempaskan pantat ke sofa dengan menyilangkan kaki dan tangan. Sorot mata begitu tajam, menatap bergantian ketiga putra yang tengah berdiri menunduk.
"Apa yang mau dad-"
"Jangan ada yang bersuara sebelum daddy bertanya mengerti?" potong Antonio.
Ketiga kompak mengangguk.
"Arcell, Ghani. Mengapa kalian daddy perhatikan seperti dua orang bermusuhan? Apa yang sebenarnya terjadi, coba jelaskan. Dari Arcell, karena kamu abangnya jadi kamu lebih dulu," ujar Antonio.
Arcell mengangkat wajahnya, "Dadd maafkan aku, karena telah menampar princess. Jujur waktu mendengar kabar mereka kecelakaan aku sangat syok. Di tambah aku tanpa sengaja mendengar cerita awal mula penyebab kecelakaan yang dialami mereka karena princess. Tapi aku sangat amat menyesali perbuatan ku ini!"
'Bugh'
Setelah mendengar pengakuan Arcell. Antonio marah dan berdiri dari duduknya mendekati Arcell. Tangan Antonio yang terkepal baru saja mendarat, memukul dengan cukup kuat membuat Arsen dan Ghani terkejut.
"Jika ada masalah apapun, jangan melampiaskan kemarahan mu pada princess Arcell Kiandra Horison." Hardiknya.
"Daddy tidak akan pernah terima diantara kalian ada yang memukul princess kesayangan saya. Daddy sama sekali tidak menyangka kau berani memukul adik perempuan mu hanya karena kecelakaan ini, kau tega menyalahkan adik yang kau sayangi." Antonio bicara dengan intonasi tinggi.
"Ini semua musibah Arcell, bukan kesalahan princess!!" teriak Antonio menggucang bahu Arcell.
Sekarang Antonio beralih pada Ghani. Kini mereka saling berhadapan.
"Ghani, giliran mu yang menjelaskan masalah dengan abang mu," ucap Antonio menunggu penjelasan Ghani.
"Aku marah pada bang Ell karena dengan teganya menyimpulkan kecelakaan yang terjadi adalah kesalahan princess. Tidak hanya itu saja, bang Ell juga melarang princess menjenguk Ray, sampai-sampai aku membantu princess mengendap-endap pergi ke ruang ICU." Ghani menjelaskan kenapa ia sangat marah pada Arcell.
"Kau keterlaluan Arcell!! Daddy sangat kecewa pada mu." Antonio menatap Arcell marah, ingin sekali memaki putranya itu dan melepaskan amarahnya saat ini menghajar habis-habisan.
"Dadd, maafkan aku!" ucap Arcell memohon, memegang tangan Antonio.
"Tidak!! Kau tak perlu minta maaf pada daddy, yang kau sakiti bukan daddy melainkan princess. Jadi minta maaflah padanya," ujar Antonio berkata tegas.
"Ya, daddy aku memang mau meminta maaf pada princess," kata Arcell.
"Kalian jagain Ray, daddy akan pulang ke mansion menemui princess." Setelah mengatakan itu Antonio membuka kunci pintu dan melenggang pergi.
"Abang gak perlu minta maaf sama aku, karena abang gak punya salah apapun ke aku. Benar yang barusan daddy katakan, abang harus minta maaf sama Queen kita. Karena dialah yang abang sakitin," kata Ghani bijak.
Sedangkan Arsen sedari tadi hanya menjadi penonton saat melihat kemarahan daddynya pada sang abang.
"Bang sabar! Aku yakin Queen kita akan memaafkan abang. Kita semua tahu gimana sifat Quee sangat mirip dengan mommy. Tidak pernah dendam ke siapapun dan selalu memaafkan orang-orang yang bersalah padanya," tutur Arsen baru angkat bicara.
Arcell hanya mengangguk dan merangkul kedua adiknya.
.
Setelah menjalani operasi transplantasi ginjal, beberapa jam selesai operasi Queen sadar dan meminta izin dokter Asyraf agar di bolehkan pulang. Ia takut ketahuan keluarganya jika masih berada dirumah sakit. Itupun dokter Asyraf dengan sangat terpaksa memberikan izin. Padahal pendonor ginjal harus dirawat inap selama tiga hari untuk memastikan keadaannya.
Queen memilih berbaring di tempat tidurnya beristirahat seperti pesan dokter Asyraf.
Semantara Antonio yang telah sampai di mansion lantas berjalan cepat menemui putrinya.
"Selamat datang tuan," sapa Yunia ketika melihat kehadiran Antonio.
"Hemm, apa Alesha ada di kamarnya?" deham Antonio bertanya.
"Ada tuan, nona Alesah sedang tidur tuan, barusan saya mengecek ke kamarnya," ucap Yunia.
Lalu Antonio melanjutkan langkahnya memasuki lift agar cepat sampai ke lantai atas. Antonio dengan pelan membuka pintu kamar putrinya, mata memandang ke atas tempat tidur, dimana disana putrinya tengah terlelap. Antonio duduk ditepian ranjang, tangan mengusap kepala putrinya penuh kasih sayang dan memberikan ciuman di keningnya.
"Daddy merindukan mu sayang."
Antonio lalu keluar dari kamar putrinya menuju kamarnya untuk membersihkan diri dan beristirahat. Sungguh perjalanannya begitu melelahkan, banyak sekali kejadian menimpa keluarganya. Antonio berharap musibah dalam keluarga segera berlalu dan berganti kebahagiaan.
...****************...
Guys! Ayo guys join grup chat antiloversn!!!
Follow ig aku yuk guys : @dianti2609
Bersambung. . .
Follow juga ya!!
Like, comennt, rate 5. jangan lupa gifts+vote nya.
Terimakasih💓