
Pagi ini acara akad akan segera dimulai, semua telah diurus oleh Antonio. Seperti penghulu sebagai wali hakim yang akan menikahkan, tamu undangan hanya beberapa kerabat dekat.
Pernikahan ini tetaplah terbuka untuk acara resepsinya. Tetapi Khanza meminta untuk akad undang beberapa saja, maka dari itu Antonio mengundang kedua temannya Aditya dan Roy, karena hanya mereka kerabat dekat Antonio. Tuan Andreas dan nyonya Erina keduanya adalah sama-sama anak tunggal.
Saat ini Khanza telah siap dengan kebaya putih dengan polesan make up yang menambah kecantikannya. Dia memang belum memakai gaun yang kemarin telah mereka beli. Gaun itu akan dipakainya nanti saat resepsi, yang diadakan malam ini di hotel 'Xaviaro' milik Antonio sendiri.
"Kamu sudah siap?" tanya nyonya Erina, Khanza mengangguk.
"Ayo sekarang kita turun," ujar nyonya Erina dengan bibir penuh senyuman menggandeng Khanza untuk duduk disamping putranya.
Wali hakim menjabat tangan Antonio, dengan lantang dan lancar Antonio mengucapkan ijab qobul. Hingga terdengar kata 'Sah' dari para saksi. Khanza meneteskan air mata setelah Antonio mengucapkan qobul.
Sekarang perasaan yang mendominasi adalah haru. Rhea juga ikut merasakan kebahagian, kedua orang yang ia sayangi sudah bersatu dalam ikatan pernikahan. Bahkan dia meneteskan air mata bahagia lalu memeluk omanya yang berada dekatnya.
Acara selanjutnya yaitu bertukar cincin. Antonio mengambil kotak cincin diatas meja dan membukanya. Lalu keduanya saling menyematkan cincin di jari manis saling bergantian. Antonio duluan yang memakaikan cincin pada jari manis Khanza, setelah itu Khanza melakukan hal yang sama.
Dengan tangan sedikit gemetar Khanza menyalami punggung tangan pria yang sudah sah menjadi suaminya. Antonio tersenyum manis menatap wanita yang kini telah menjadi istrinya beberap menit yang lalu. Kemudian Antonio membawa bibirnya mencium kening wanitanya.
"Sekarang kalian telah sah menjadi pasangan suami istri. Semoga menjadi keluarga yang sakinah mawadah warahmah aamiin," ujar sang wali hakim mendoakan kedua pasangan yang baru saja menikah.
"Aamiin." semua orang yang menjadi saksi dengan serempak mengaminkan.
.
Setelah acara akad selesai, sementara resepsi akan diadakan malam ini. Keduanya kini tengah berada di dalam kamar untuk beristirahat, masih banyak waktu sebelum mereka berangkat ke hotel.
Antonio mengingat sesuatu, jika sedari tadi Khanza belum makan sama sekali. Dia segera beranjak dari berbaringnya untuk mengambil makanan di bawah. Baru satu langkah, terdengar suaran Khanza bertanya.
"Mau kemana mas?"
"Tapi aku ikut ya," ujar Khanza ingin ikut bersama Antonio ke bawah.
"Tunggu disini saja sayang, saya cuman sebentar. Nanti kamu ke cape'an kalau ikut turun kebawah, malam ini resepsi kita jadi saya gamau sampai kamu kecape'an," ucap Antonio berkata tegas. Dengan pasrah Khanza mengangguk, percuma kalau dia membantah. Ya pasti tetap dia tidak dibolehkan.
Antonio tersenyum, lalu mendekati istrinya dan mencium kening. Barulah ia bergegas turun ke bawah untuk mengambil makanan. Setelah itu naik kembali dan duduk di tepian ranjang. Antonio menyuruh Khanza duduk, dengan telanten ia menyuapi istrinya.
"Mas ga makan?"
"Ngga sayang, saya masih kenyang dan belum lapar,"
"Jangan bohong mas, aku tahu mas sedari tadi juga belum makan... Jadi sekarang aku minta mas makan juga, kalau ngga mau. Aku akan berhenti makannya," ancam Khanza.
"Oke, saya juga makan. Jadi kita makan bersama,"
Senyuman Khanza mengembang, mereka berdua bersama-sama menghabiskan makanan di dalam piring. Hingga tidak tersisa sedikitpun, sebelum benar-benar berbaring keduanya duduk selama 30 menitan. Karna tadi mereka baru saja makan, jadi harus duduk dulu. Memang tidak dianjurkan setelah makan langsung rebahan.
****
Follow ig aku yuk guys : @antiloversn
Bersambung. . .
Follow juga ya!!
Like, comennt, rate 5. jangan lupa gifts+vote nya.
Terimakasih💓