My Best Friend'S Daddy Is My Husband

My Best Friend'S Daddy Is My Husband
Season 2. 108



Selama beberapa hari liburan di puncak membuat kebahagian terus terpancar di wajah Queen. Walaupun liburan ini tidak lengkap, tetapi gadis itu merasa bersyukur masih ada yang mau menemani liburannya.


"Pirncess senang dengan liburan singkat ini?" Opa Aditya bertanya.


"Senang banget opa, rasanya aku mau berlama-lama disini," ujar Queen yang berada di pangkuan Aditya memeluk erat opanya.


"Kapan-kapan lagi kita kesini dek, nanti ulang tahun mu yang ke enam belas kita rayakan disini saja," ujar Ghani.


"Mau banget abang!" seru Queen kegirangan.


"Setuju tuh," timpal Rey.


"Papa, mama, oma, opa. Kalian pulang saja duluan, aku sama abang-abang mau berjalan-jalan ke perkebunan teh," kata Queen.


"Memang tidak papa sayang, kami pulang duluan?" ujar mama Naila bertanya.


"Tak papa mama, disini masih ada aku dan Ghani menjaga princess dan Rey. Kalian duluan saja, nanti kami menyusul saat sudah selesai berjalan-jalam ke kebun teh," kata Abian.


"Kalian hati-hati, kalau ada apa-apa cepat hubungi kami," ucap papa Vinno.


Setelah saling berpelukan dan keempat orang paruh baya sudah berangkat duluan dengan mobil sendiri. Keempat remaja memutuskan untuk segera berjalan ke kebun teh.


"Woah, disini indah banget bang. Pokoknya nanti aku mau liburan ke sini lagi." Queen terus saja mengatakannya


"Iya iya princess sayang nanti kita bakalan kesini lagi. Kalau perlu tinggal disini sekalian," kata Rey yang hanya bercanda, tapi kedua abang menatap tajam padanya.


"Aku bercanda abang abang, jangan menatap ku seperti. Kalian seperti mau menguliti diriku saja," ucap Rey lagi.


"Huh mereka ini tidak bisa apa ya di ajak bercanda. Bagaimana jika aku tidak ada pasti mereka mansiom akan terasa sepi tanpa kehadiran ku." Rey berucap tanpa sadar.


"Rey abang mendengar mu, jangan katakan seperti itu. Tidak baik!" tegur Ghani tak suka mendengar perkataan sang adik.


Rey melenggang menyusul Queen. Daripada mendapatkan omelam dari abangnya. Sedangkan Queen begitu sangat excited mengabadikan pemandangan dengan kamera di lehernya. Bidikan kamera tepat mengarah pada Khanza melihat juga padanya. Belum sempat Queen memfoto, gadis itu seketika berteriak.


"MOMMY!" teriak Queem berseru nyaring membuat Rey, Ghani dan Bian terkejut.


Saat Queen akan berlari, Rey yang dekat Queen dengan sigap memeluk perut adiknya.


"Abang mommy, mommy disini," kata Queen.


"Ghani jangan membentak adikku." Abian berteriak balik.


"Dek denger abang, mommy sudah tidak ada. Tolong jangan membuat kita sedih dengan kamu terus saja mengatakan mommy," kata Rey sedih.


"Enggak abang aku beneran liat mommy disana," tujuk Queen, mereka bertiga melihat arah telunjuk Queen.


"Tidak ada siapapun disana," ujar Abian.


"Mommy pasti masih disana, ayo kita kesana." Queen menarik ketiga abangnya agar mau mengikutinya.


Sesampai disana ternyata kosong tidak ada orang satupun. Queen sangat yakin bahwa pengelihatannya tidak salah, yang tadi dilihat benaran adalah mommynya.


"Beneran abang, aku melihat mommy di kamera yang aku arahkan. Tapi aku tidak sempat memfotonya," kekeh Queen.


"Cukup! abang mengerti sekarang, lebih baik kita pulang dan meminta abang Arcell mencari psikolog untuk memeriksa kesenatan dirimu," putus Ghani.


"Tidak, aki tidak mau pulang. Aku mau disini saja mencari kebenaran dan membuktikan bahwa mommy masih hidup." Queen berontak menolak untuk pulang.


Ghani memilih cara menggendong Queen. Semua koper mereka telah siap di dalam mobil. Abian mejalankan mobilnya, sedangkan Ghani berada di belakang menjaga Queen yang terusan-terusan menyebut nama mommy dan tak ingin pulang sebelum menemukan bukti.


...****************...


Guys! Ayo guys join grup chat antiloversn!!!


Guys baca karya baru aku yuk judulnya "YOU'RE MINE, SERRA dan ISTRI SIMPANAN”


Follow ig aku yuk guys : @dianti2609


Bersambung. . .


Follow juga ya!!


Like, comennt, rate 5. jangan lupa gifts+vote nya.


Terimakasihđź’“