
Bukannya mandi Queen malah berada di pangkuan abang kembarnya yaitu Arsen. Queen menangis dalam pelukan sang abang.
“Hiks, abang! Mommy marah sama queen. Queen sedih abang,” tangisnya bersandar di dada bidang sang abang.
“Princess jangan nangis dong sayang. Abang yakin mommy tidak memarahi mu, mommy hanya memberitahu mu sayang.” Arsen terus mengusap rambut adiknya penuh kelembutan dan membujuknya agar berhenti menangis.
“Hiks. Tapi abang, mommy tidak mengijinkan ku untuk tidak masuk sekolah hari ini. Padahal ini sudah sangat telat ke sekolah.” Adunya.
Khanza yang mendengar suara tangisan sang putri di balik pintu yang tak terbuka sedikit langsung masuk mendekati ke arah ranjang.
“Sayangnya mommy, mengapa menangis hem?” Tanyan Khanza pura-pura tak mengetahuinya.
“Hiks, mommy maafin queen udah buat mom marah,” ucap Queen turun dari pangkuan abang Arsen dan memeluk mommynya.
“Hust! Mommy tidak marah sayang. Mommy hanya memberitahu mu, mungkin mom terlalu keras pada princess tadi. Maafin mommy ya sayang!” Queen mengangguk dalam pelukan mommynya.
“Sekarang princess cantik mommy mandi dulu. Mommy siapin kebutuhan sekolah kamu, baru setelah princess mommy udah siap. Kita sarapan, nanti mommy antar princess ke sekolah.
“Queen takut di hukum mom, karna telat masuk...”
“Percaya sama mommy, princess tidak akan di hukum. Mommy sudah meminta daddy menghubungi pihak sekolah agar Queen diijinkan datang terlambat hari ini.” Kata Khanza menenagkan putrinya.
“Makasih mommy muach.. queen cinta dan sayang mommy muach!” Khanza mendapatkan kecupan dua kali dari putrinya.
“Eitss. Mau kemana sayang? Abang belum mendapatkan ciuman pipi dari princess. Ayo cium abang dulu baru boleh ke kamar mandi.” Arsen menangkap tubuh sang adik dan memeluknya.
“Engga mau! Abang lepasin,” brontak Queen.
“Engga akan abang lepasi sebelum abang mendapatkan ciuman juga,” ujar Arsen mengeratkan pelukannya.
“Muach! Queen sayang abang.” Akhirnya Queen mencium pipi abangnya kiri kanan. Kalau tidak begitu, abang tidak akan melepaskan pelukannya.
“Muach! Abang juga sayang queen.” Balas Arsen. Lalu setelah itu melepaskan pelukannya.
Queen langsung masuk ke dalam kamar mandi membersihkan tubuhnya.
“Abang engga kuliah?” Tanya Khanza pada putranya yang masih duduk di tepian ranjang putrinya.
“Kuliah mom, cuma agak siangan masuknya.” Jawabnya.
Khanza mangut-mangut. “Abang belum sarapan?” Tanyanya lagi.
Arsen menggelengkan kepalanya bertanda bahwa lelaki itu belum sarapan.
“Iya iya mommy ku sayang. Ini abang mau langsung ke bawah kok.” Sahutnya beranjak dari ranjang menghampiri sang mommy dan memeluknya.
“Loh ini kenapa malah meluk mommy!”
“Bentar doang mom. Abang rasanya pengen peluk mommy lama, entahlah abang juga engga tahu kenapa? Abang sayang banget sama mommy, mommy adalah mommy terhebat untuk anak-anaknya. Mommy jangan pernah tinggalin kita ya.”Arsen tak tahu kenapa dirinya bisa berkata seperti itu.
“Sweet banget sih putra tampan mommy ini! Udah sana abang buruan turun.”
“Aish mommy. Baru saja abang merasa senang dipuji karena sweet eh malah langsung di jatuhkan,” tukas Arsen.
Khanza tertawa melihat wajah masam putranya. Arsen segera keluar dari kama adiknya. Tak berapa lama Arsen pergi, Queen keluar dari kamar mandi dengan memakai handuk. Khanza langsung menyerahkan seragam putrinya.
“Mommy ke bawah duluan. Tas princess mommy bawa ke bawah, biar princess tidak kelupaan nantinya.”
“Iya mommy.”
Selesai bersiap, Queen segera turun. Di sana telah ada sang mommy yang menyiapkan sarapan dan bekal untuknya di sekolah. Queen memang dilarang oleh Antonio jajan sembarang. Maka dari itu Khanza selalu membekali Queen makan-makanan dari mansion.
Kini mereka berangkat menuju sekolah dengan Khanza yang menyetir sendiri. Khanza bisa menyetir berkat Antonio yang mengajari membawa mobil, itupan karena rayuan yang meminta untuk diajarkan menyetir mobil.
Sampai sekolah, satpam membuka gerbang agar mobilnya masuk.
“Benarkan perkataan mommy, Queen pasti di bolehkan masuk sekolah walaupun telat. Tetapi telat hanya untuk hari ini, besok-besok engga boleh telat lagi.” Pesan Khanza.
“Siap mom! Makasih mommy sayang telah mengatar Queen dengan selamat di sekolah.”
“Kembali kasih princess kesayangan mommy. Belajar yang benar ya nak,” pesan Khanza.
Setelah punggung putrinya tidak terlihat lagi. Barulah Khanza menghidupkan mesin mobilnya meninggalkan area sekolah untuk pulang ke mansion.
****
Follow ig aku yuk guys : @dianti2609
Bersambung. . .
Follow juga ya!!
Like, comennt, rate 5. jangan lupa gifts+vote nya.
Terimakasih💓