
"Princess, papa akan bertanya kembali, kamu siap mendonorkan ginjal untuk Rey? Kalau kamu tidak yakin, papa bisa membatalkan operasi. Karena ini terlalu beresiko sayang, jadi pikirkan sekali lagi." Vinno berharap Queen mau membatalkannya.
"Aku sangat yakin pa, aku ingin abang ku sehat," kata Queen yakin.
"Baiklah, kalau kamu yakin. Operasi ini akan dilakukan oleh dokter Asyraf," ujar Vinno.
"Hai saya dokter Asyraf. Kau bisa memanggil ku kak Asyraf.. Apa kamu kuat menjalani kehidupan setelah operasi ini selesai, hidup dengan satu ginjal itu tidak mudah. Setiap satu minggu sekali kau harus mendatangi rumah sakit melakukan cuci darah, belum lagi kau juga bergantung pada obat-obatan untuk kelangsungan hidup mu. Kita tidak tahu sampai kapan kau bisa bertahan hidup, hanya tuhan yang tahu. Saya mengerti pasti kau lebih mengutamakan hidup abang mu daripada dirimu sendiri. Benar kata dokter Vinno kau harus memikirkan sekali lagi, operasi ini sangat beresiko. Kamu pasti sudah mengetahuinya, jika operasi ini gagal kau akan meninggal atau mungkin kalian berdua. Sebisa mungkin saya akan berusaha menjalankan operasi dengan baik."
Dokter Asyraf tak bermaksud menakuti, ia hanya mau gadis muda yang tengah berbaring di brankar ini memikirkan dirinya. Sedangkan Vinno membiarkan dokter muda itu bicara.
"Stop mengatakan itu! Aku tahu kalian sangat baik, kalian meminta ku mempertimbangkan keputusan ku ini. Tapi sungguh aku tidak akan terpengaruh malah aku sudah sangat yakin untuk melakukannya." Sanggahnya.
"Papa aku tidak mau kehilangan abang Rey, cukup mommy yang pergi." Isak Queen. "Walaupun aku sangat yakin bahwa mommy ku masih hidup. Aku berjanji jika aku ke sana lagi, aku akan menemukan mommy dan membuktikan bahwa katakan kemaren bukanlah omong kosong." tekadnya.
Vinno mencium kening Queen, "Papa akan mendoakan kelancaran operasi ini.."
"Saya percayakan operasi ini pada dokter Asyraf. Saya berharap dokter bisa menjalankan kepecayaan yang sudah saya berikan dengan baik. Saya tahu anda dokter muda yang handal." Vinno menepuk lengan bahu dokter Asyraf.
"Saya akan lakukan dengan baik dokter Vinno. Tapi semua itu kembali lagi pada tuhan, hidup mati manusia hanya tuhan yang tahu. Sebagai manusia kita hanya bisa berdoa dan pasrah pada takdir.."
"Permisi dokter ruang operasi sudah siap." Tiba-tiba suster masuk menginformasikan bahwa ruang operasi telah siap.
Dokter Asyraf dan dokter Vinno ikut membantu suster mendorong brankar Queen yang tengah berbaring. Wajah gadis itu sengaja di tutup agar semua orang tidak mengetahui bahwa dialah sebenarnya pendonor rahasia.
"Loh bukan papa mengoperasinya?" tanya Naila kebingungan saat suaminya tidak ikut masuk dalam ruang operasi.
"Papa tidak sanggup mah, jadi papa mengalihkan tugas ini pada dokter Asyraf saja," lirih Vinno memeluk istrinya. Jika saja pendonornya bukanlah princessnya, mungkin dialah yang melakukan operasinya. Sayangnya di dalam sana adalah keponakan tersayangnya.
"Mama berdoa operasi berjalan lancar dan Rey sehat kembali. Berkumpul bersama-sama lagi dengan kita semua," ucap Naila mengusap-usap bahu suaminya.
"Pah, kalau boleh tahu memangnya siapa orang baik yang dengan suka rela mendonorkan gijal buat Rey. Apa dia tak memikirkan hidupnya nanti kedepannya tidak akan mudah," celetuk Abian tak habis pikir. Abian sama sekali tak paham jalan pikiran pendonor tersebut yang tidak meminta bayaran sepeserpun dari mereka.
"Percuma saja Bian, papa tak akan memberitahunya," imbuh Arcell yang bersandar pada tembok tak jauh dari Abian.
"Huupp! Benar pa?" tanya Abian, Vinno membalas dengan anggukan.
"Pelit banget sih pa, harus banget ya di rahasiakan," dengus Naila.
"Sudahlah tidak usah diributkan tentang siapa pendonornya. Intinya siapapun dia, kita sangat beterimakasih karena dia bagaikan malaikat penyelamat bagi Rey dan kita semua." Aditya angkat bicara menengahinya.
"Benar kata mas Adit! Oh ya Ghani apa Queen ada kamar rawat? Kalau ada Oma mau melihatnya," ujar Kirana bertanya.
"Queen tadi bilang mau ke makam mommy. Tapi katanya tidak mau ditemani, jadi aku membiarkan pergi sendirian oma." Jawaban Ghani membuat semua orang menatap tajam kearahnya. Tidak dengan Vinno yang hanya pura-pura saja.
"Kau ini bodoh ya Ghani. Kau mau kejadian kemaren terulang lagi hah," ucap Arcell emosi.
"Tenanglah tidak usah emosi, aku tahu cara menjaga Queen. Aku bukan abang yang tega menyakiti saudara sendiri hanya karena melampiaskan emosi mu tak berguna. Membuat mu buta hingga melakukan kekerasan fisik terhadap saudara sendiri." sindir Ghani keras.
"Jaga bicara mu," bentak Arcell.
"Kau yang harusnya menjaga ems-"
"Ghani Arcell cukup, hentikan pertengkaran kalian. Kita lagi berada di depan ruang operasi. Jika kalian berdua ingin melanjutkan pertengkaran silahkan pergi. Dan nanti kita akan membahas masalah yang membuat kalian seperti ini." Tegas Aditya.
Membuat kedua bersaudara itu sama-sama bungkam. Arcell memilih mengalah dan pergi menjauh dari ruang operasi untuk menenangkan emosi yang akhir-akhir ini tak terkontrol dengan baik.
...****************...
Guys! Ayo guys join grup chat antiloversn!!!
Guys baca karya baru aku yuk judulnya "YOU'RE MINE, SERRA dan ISTRI SIMPANAN”
Follow ig aku yuk guys : @dianti2609
Bersambung. . .
Follow juga ya!!
Like, comennt, rate 5. jangan lupa gifts+vote nya.
Terimakasihđź’“