My Best Friend'S Daddy Is My Husband

My Best Friend'S Daddy Is My Husband
Episode 61



Antonio bangun lebih dulu, dia merasakan beban di dadanya. Seulas senyum terbit menghiasi wajahnya, saat meraskan dahi wanita dalam pelukan tidak lagi panas.


Antonio merubah posisinya, dengan pelan ia melepaskan tangannya yang tadi menjadi bantalan. Perlahan ia duduk, menyingkap anak rambut nakal yang menghalangi wajah wanitanya.


"Eugh!" lenguh Khanza saat merasakan sentuhan tangan seseorang di anak rambutnya.


"Sstt! Tidur lagi ya," ucap Antonio, tetapi bukannya tidur Khanza malah membuka matanya.


"M-mas udah jam berapa?" tanya Khanza.


Antonio menatap jam dinding yang sudah menunjukkan pukul 16:00.


"Jam 4 sayang,"


"Apah, jam empat," pekik Khanza. "Mas, hari ini kedatangan kedua orangtua kamu. Pasti mereka sudah berada dibawah," lanjutnya panik.


"Sayang gausah panik gitu, mending kamu baring lagi ya. Kamu ga usah ikut turun dulu, nanti saya kasih tahu mereka kalau kamu lagi sakit."


"Ngga mas, aku ikut aja ya. Lagian keadaan aku juga udah lebih baik."


"Tapi kaki kamu-"


"Mas, kaki ku udah baik kok, bengkaknya tinggal dikit aja lagi," potong Khanza tetap kekeh ingin ikut, dia penasaran dengan kedua orangtua Antonio.


Akhirnya Antonio mengalah saja, dari pada mereka bertengkar kembali. Lebih baik dia tidak menimbulkan pertengkaran.


"Kalau gitu kamu mandi duluan saja," ujar Antonio menyuruhnya.


Khanza masuk ke kamar mandi, membersihkan tubuhnya. Selesai mandi dia bersiap-siap memakai baju yang tiba-tiba sudah ada di atas ranjang. Melihat ke sekitarnya tidak terlihat batang hidung Antonio. Mungkin mandi di kamar mandi lain.


.


Antonio terpana melihat Khanza yang berdiri di depan cermin. Dengan menggunakan dress selutut yang telah di belikan tadi, karena pertengkaran mereka Antonio tidak ingat memberikannya.


Khanza terlihat cantik dengan make up tipis dan elegan. Sampai-sampai matanya tidak berkedip saking terpananya. Khanza memperhatikan Antonio dari cermin tanpa berkedip jadi geli sendiri.


"Ehem," Khanza berdehem untuk menyadarkan Antonio.


Antonio yang mendengar deheman Khanza, lantas mengalihkan perhatiannya ke arah lain.


"Em, apa kamu sudah siapa?" tanya Antonio. Khanza mengangguk.


Antonio memeluk pinggang Khanza, mereka berdua turun menggunakan lift. Tepat saat mereka sudah berada di bawah, terlihat kedua orangtuan Antonio baru datang.


"Selamat datang ma, pa," sambut Antonio berjalan bersama Khanza dengan tangannya tidak lepas dari pinggang wanitanya.


"Terimakasih, sambutannya putraku," nyonya Erina maju memeluk putranya yang membuat tangan Antonio terlepas dari pinggang Khanza.


Khanza memundurkan tubuhnya kebelakang, membiarkan kedua orang di depannya melepas kerinduan.


"Son," sekarang bergantian tuan Andreas yang memeluk putranya.


"An, dimana cucu mama?" tanya nyonya Erina.


"Aku disini oma!" seru Rhea berteriak senang, berlari memeluk omanya dan bergantian dengan opanya.


"Ayo! Oma Opa kita makan dulu," ajak Rhea menggandeng kedua tangan tersebut. Membawa Oma dan Opa duduk di meja makan.


"Ayo sayang," Antonio tersenyum pada Khanza dan kembali meraih pinggangnya. Mereka berjalan menyusul yang lainnya.


Antonio menggeser kursi ke belakang dan mempersilahkan Khanza untuk duduk.


Erina hanya menatap putra yang memperlakukan seorang gadis, membuatnya tidak tahan ingin bertanya. "Siapa gadis ini?"


Tubuh Khanza jadi menegang, mendengar suara nyonya Erina. Sedangkan Rhea yang tengah berada di samping Khanza juga ikut menegang, ingin menjawab tapi bukan dirinya yang harus menjelaskan.


"Calon istriku ma," Antonio berkata lugas.


"Kamu bercanda? Oh ya, dimana Laura, mama tidak melihatnya sedari tadi?"


"Mommy udah pergi oma, ninggalin Rhea sama daddy," bukan Antonio yang menjawab tetapi Rhea.


"Pergi, maksudnya? Oma ga ngerti, apa yang terjadi dengan keluarga kalian," ujar nyonya Erina.


"Sabar Erina, kita dengarkan dulu penjelasan dari Antonio," kata tuan Andreas.


"Saya akan menjelaskannya nanti... Sebaiknya kita makan dulu," tukas Antonio.


Semuannya pun setuju untuk membahasnya nanti saja. Tetapi nyonya Erina sangan penasaran, bahkan dia belum menyentuh makanannya. Sedang yang lainnya tengah menikmati hidangan yang begitu lezat. Sampai tuan Andrean dan putranya Kevin beberapa kali menambah. Ketika tuan Andreas melirik kesampingnya, barulah dirinya menyadari jika istrinya belum menyentuh makanannya.


"Erina, makanlah dulu. Apa kamu tidak ingin menikmati hidangan ini yang begitu lezat," ujar tuan Andreas.


Erina akhirnya mencoba memakan nasi liwet dan ayam serundeng. Saat kedua makanan itu masuk ke dalam mulutnya. Mata Erina membola, merasakan bumbu pada ayam serundeng begitu berasa dilidahnya. Benar yang dikatakan suaminya hidangan ini begitu lezat.


"Siapa yang memasak semua ini," ujar nyonya Erina.


"Mama Khanza yang telah memasak ini," spontan Rhea mengatakannya. Tangannya disenggol oleh Khanza.


"Apa benar yang dikatakan cucu saya?" kini tuan Andreas yang bertanya untuk memastikan.


"Tidak semuanya tuan, saya hanya membantu Bi Inahya," sahut Khanza menjawabnya.


"Bohong! Orang Rhea dikasih tahu sama Bi Inahya kok, kalau mama yang masak semuanya. Bibi cuman bantuin ngupas bawang sama motongi dagingnya," jelas Rhea.


"Sudahlah! Mending kita nikmati saja makanannya," celetuk Kevin.


Mereka semua melanjutkan makanan lagi. Bahkan makanan di atas meja makan hampir semuan telah kosong. Khanza tersenyum tipis, melihat makanan yang dibuatnya sudah ludes, bahkan dessert sebagai makanan penutup pun habis. Dia senang jika semuanya menyukai masakan dan dessert buatannya.


"Wajah mu terlihat bahagia, apa kamu senang masakan mu semua habis. Bahkan saya tidak kebagian dessert buatan mu," bisik Antonio.


"Tenanglah mas, nanti aku akan buatkan untuk kamu," balas Khanza berbisik.


"Tidak! Saya belum mengijinkan kamu untuk ke dapur lagi. Sebelum keadaan kamu benar-benar pulih. Tidak ada bantahan," ucap Antonio tak terbantahkan.


Khanza hanya bisa mengangguk, ia tidak ingin bertengkar lagi dengan Antonio. Jadi jalan satu-satunya dia harus menurut tanpa membantah.


****


Follow ig aku yuk guys : @antiloversn


Bersambung. . .


Follow juga ya!!


Like, comennt, rate 5. jangan lupa gifts+vote nya.


Terimakasih💓