My Best Friend'S Daddy Is My Husband

My Best Friend'S Daddy Is My Husband
Episode 80



Rumah sakit.


Akhirnya 20 menit perjalanan, sampailah di rumah sakit. Antonio keluar dari dalam mobil dengan Khanza dalam gendongannya dan langsung di bawa menggunakan brankar pasien menuju ruang UGD. Antonio sendiri disuruh menunggu di depan ruang UGD, karna tidak di perbolehkan masuk.


"Tuan apa kita harus mengabari nona Rhea serta nyonya Erina?" ujar Alvaro bertanya dengan hati-hati.


Antonio mengangkat tangan. "Jangan hubungi mereka, saya tak ingin membuar mereka khawatir."


"Baik tuan saya tidak akan mengabarinya," balas Alvaro tetap berdiri di samping tuannya.


Antonio sudah lebih dari 30 menit menunggu tapi dokter belum juga keluar dari ruang UGD.


Tapi tak lama kemudian pintu ruang UGD dibuka dan keluarlah dokter yang memeriksa. Antonio yang melihat langsung berdiri dari duduknya dan menghampiri dokter tersebut.


"Gimana keadaan istri saya dok?" tanya Antonio.


"Tidak ada yang perlu dikhawatirkan istri tuan baik-baik saja. Cuman hanya tekanan darahnya naik, apa istri tuan mengkonsumsi makanan asin?" ujar dokter Fina bertanya. Ya, yang memeriksa Khanza adalah dokter Fina, tante dari dokter Dinda.


"Tidak dok, asupan makan istri saya selalu di jaga dengan baik," jawab Antonio. Ia menghela nafas berat, dia sangat yakin jika masakannyalah yang asin dan menyebabkan istri sampai masuk rumah sakit. Karna seingatnya istrinya tak ada makan-makan apa tadi pagi, hanya meminum susu saja dan setelah itu langsung muntah-muntah.


"Baiklah kalau begitu tuan, ini saya kasih resep obat penurun darah, aman untuk ibu hamil," ujar dokter Fina. "Oh saya baru ingat tuan, setelah infusnya habis tuan bisa membawa istri anda pulang. Tetapi akan lebih baik anda membawa untuk periksa dulu pada poli kandungan yaitu dokter Dinda," sambungnya.


"Baik dok, saya akan membawanya nanti," balas Antonio.


"Kalau begitu saya permisi," setelah itu dokter Fina pamit pergi keruangannya.


Antonio masuk ke ruang UGD tersebut untuk melihat keadaan istrinya. Khanza membuka matanya dan tersenyum menatap suaminya.


"Sayang, jujur sama mas! Apa nasi goreng yang aku buat itu asin?" tanya Antonio membuat Khanza terdiam menatap tangannya yang di infus dan tak berani untuk menatap Antonio.


"Sayang bicaralah, mas tidak akan marah," Antonio berkata selembut mungkin, ia tak ingin membuat Khanza takut padanya.


Khanza mengangguk. "Maaf mas! Tapi aku lakuin itu karna menghargai kamu yang udah cape'-cape' masakan aku. Aku gamau kecewai kamu, apalagi bersemangat banget masakin buat akunya," cicitnya.


"Mas mengerti sayang, tapi tidak seperti ini yang malah membahayakan kamu sendiri. Apalagi kamu lagi hamil, memakan makanan asin membuat darah mu tinggi dan itu membahayakan kalian. Mas tak mau terjadi apa-apa dengan kalian berdua sayang," ucap Antonio dan mengecup keningnya.


"Maaf," ulang Khanza menatap suaminya.


"Tidak pa-pa sayang, sekarang mas minta jangan lagi berbohong. Jika kamu tak menginginkan bilang saja, jujur sama mas. Mas tidak akan memarahi mu," kata Antonio.


"Eum, sebenarnya juga aku tidak suka dengan susu hamil yang mas buatkan tadi pagi. Itulah yang menyebabkan aku muntah-muntah," jujur Khanza, ia tak ingin membuat suaminya nanti malah merasa bersalah.


"Mas senang kamu jujur... Yasudah nanti kita ganti susu hamil yang baru, nanti biar kamu pilih yang mana kamu sukai," tutur Antonio.


Khanza mengangguk, lalu mereka mengobrol apa saja. Sambil menunggu infusan Khanza habis, karna setelahnya mereka akan keruangan dokter Dinda untuk memeriksa kandungan.


.


"Kandungan nona Khanza sudah berjalan 8 minggu dan janinnya juga baik-baik saja. Saya minta asupan makannya perlu diperhatikan lagi, karna untuk ibu hamil tak boleh terlalu banyak mengkonsumsi makanan asin. Karna hamil muda sangat rentan, apalagi ditambah umur nona yang juga sangat muda. Dan saya juga punya kabar baik, nona Khanza sedang hamil anak kembar," ujar dokter Dinda tersenyum ramah.


"Anak kembar dok," ulang Khanza.


"Iya nona sedang hamil anak kembar," balas dokter Dinda.


Khanza dan Antonio saling menatap satu sama lain. Antonio bahkan menciumi wajah Khanza di hadapan dokter, ia tidak merasa malu sedikitpun yang malu tentu saja Khanza.


"Dok, apakah boleh melakukan hubungan suami istri jika dalam keadaan hamil?" Antonio membuang jauh-jauh rasa malunya. Hanya ingin bertanya hal tersebut. Sedangkah Khanza hanya bisa menunduk menyembunyikan wajah merahnya, akibat pertanyaan suaminya.


"Boleh saja tuan, tetapi lakukan dengan posisi yang aman. Jangan sampai membahayakan ibu dan janinnya," jelas dokter Dinda.


"Mas kenapa nanya gituan sih malu," bisik Khanza.


"Ehem! Tidak usah malu nona Khanza, saya tahu jika ibu hamil hormonnya akan meningkat untuk melakukannya. Tetapi harus lakukan dengan benar jangan sampai perut anda ke gencet saat melakukannya. Baguslah jika tuan Antonio bertanya, yang berarti tuan Antonio tak ingin membahayakan nona dan janin," bukan Antonio yang menjawabnya melainkan dokter Dinda. Karna mendengar apa yang dibisikan oleh Khanza.


"Saya akan membuatkan resep vitamin untuk nona, nanti ikutin aturan minumnya," ujar dokter Dinda kembali memberitahu.


"Terima kasih dok! Kalau begitu kami permisi," ujar Khanza tersenyum pada dokter Dinda.


Antonio memeluk pinggang Khanza meninggalkan ruangan dokter Dinda. Sampai diluar rumah sakit, mereka langsung masuk ke dalam mobil.


"Terima kasih banyak sayang, sudah memberikan mas anak, bahkan kembar. Makasih, makasih yaallah," ujar Antonio hatinya begitu membuncah merasakan kebahagiaan. Matanya berkaca-kaca membuat Khanza memegan kedua pipi suaminya.


Antonio menutupi tirai pembatas, lalu mendekatkan wajahnnya pada Khanza ingin mencium bibir Khanza, tetapi Khanza malah menutup mulutnya.


"Kenapa sayang, apa kamu ingin muntah?" tanya Antonio khawatir.


"Iya mas... Mas boleh minta elus perut aku," ujar Khanza. Dengan sigap Antonio membuka baju Khanza dan memasukan tangannya ke dalam. Mengelus-ngelus perut Khanza.


Selama perjalanan tangan Antonio dengan setia berada dalam perut Khanza. Bahkan kadang dengan jahilnya tangannya naik ke atas. Khanza yang tertidur menjadi membuat Antonio bebas untuk mengelusnya.


****


Follow ig aku yuk guys : @antiloversn


Bersambung. . .


Follow juga ya!!


Like, comennt, rate 5. jangan lupa gifts+vote nya.


Terimakasih💓