My Best Friend'S Daddy Is My Husband

My Best Friend'S Daddy Is My Husband
Season 2. 36



“Mommy ayo kita ketaman,” teriak Rey dengan suara melengking memanggil Khanza yang sedang berada di dapur tengah menata cemilan di toples tupperware untuk di bawa ketaman.


Wanita dengan lima anak itu hanya bisa mengelus dadanya, saat mendengar teriakan putra keempatnya. Cemilan untuk di bawa ketaman adalah buatannya sendiri, wanita itu bahwa suaminya tidak menyukai jika anak-anak mereka jajan sembarangan. Maka dari itu ia mempersiapkan semua kebutuhan anak-anaknya.


“Mommy ayo, Rey udah ngga sabar mau main pesawatan disana,” ajaknya menarik ujung baju mommynya.


“Yaampun sabar sayang, sebentar lagi mama selesai. Mending Rey bantu mommy, kasih tahu daddy buat gantiin pamper queen sama pakaian sekalian,” kata Khanza meminta putranya untuk memberitahu Antonio.


“Oke mom,” jawab Rey yang segera berlari masuk ke dalam lift menuju lantai atas. Tetapi anak itu tidak sendiri di dalam lift melainkan bersama penjaga yang khusus berjaga di lift saat para anak-anak ingin turun atau naik merekalah yang akan membantu dengan menemaninya didalam.


Tiba-tiba datanglah Arcell dari halaman belakang, melangkah mendekati mommynya dengan buku ditangannya.


“Mom butuh bantuan?” Khanza menoleh kesamping saat mendengar suara seseorang.


“El, habis darimana nak?” Tanya balik Khanza.


“El dari halaman belakang mom, habis baca-baca buku,” jawabnya.


“Rajin sekali kamu nak, memangnya nanti kalau El besar mau jadi apa?”


“Emm, El mau jadi seperti daddy.”


“Berarti El harus belajar lebih giat dan tekun, biar bisa menjadi seperti daddy. Mom percaya kok kalau El pasti bisa, karna mom tahu kalau El anak yang rajin. Bukan hanya El, tapi semua anak mom pasti bisa menjadi orang sukses yang membanggakan. Pesan mom, jangan pernah lupa untuk sholat dan berdoa kepada Allah agar selalu di beri kemudahan di setiap jalan yang kita tempuh,” ucap Khanza tidak pernah bosan untuk mengingat semua anak-anaknya.


“Pastinya mom,” ucap Arcell tersenyum memeluk mommynya.


“Apa mom mau butuh bantuan El?” Tanyanya mengulan pertanyaan yang tadi belum dijawab oleh mommynya.


“Baiklah mom, El akan melaksanakannya,” ucap Arcell segera mencari kembarannya dan adiknya.


Sedangkan Khanza sudah menyelesaikan cemilan yang akan dibawa. Lalu ia menyudahinya, tak lupa mencuci tangan lebih dulu. Barulah ia melangkah menuju ke lantai atas, untuk melihat apakah suaminya dan princessnya sudah siap.


Sesampainya di kamar, Khanza disuguhkan dengan pemandangan dimana suaminya malah asik bermain bersama princess. Keduanya bahkan tergelak tawa, dimana suaminya mendudukan princess diperutnya.


“Tidak bisa dibiarkan, kalau begini acara ke taman bisa gagal. Bisa-bisa Rey mengamuk dan menangis karna tak jadi bermain pesawatan di taman,” Khanza menghela nafas memikirkannya, karna Rey jika marah pasti tidak mau makan sama sekali yang akhirnya akan membuat anak itu sakit. Khanza paling tidak bisa melihat salah satu anak-anaknya sakit.


“Mas ingatkan sore ini kita mau ketaman, tadi aku sudah meminta Rey memberitahu mas agar mengganti pampers queen dan pakaian. Apa tadi Rey kesini?” Tanya Khanza duduk di tepian ranjang.


“Iya honey, mas ingat. Tadi Rey sudah kesini memberitahukannya,” jawab Antonio enteng, tanpa melihat wajah Khanza yang berubah kesal mendengarnya.


“Lalu kenapa belum siap juga, mas mau Rey marah. Mau anaknya mogok makan,” sungut Khanza.


“Iya iya honey, ini mas mau ganti pampersnya princess kok. Iyakan princess,” ucap Antonio malah membuat Queen tertawa lucu.


“Sini queennya biar aku saja yang urus, lebih baik sekarang mas siap-siap sekarang,” kata Khanza menekan kalimatnya diakhir.


Setelah Queen berpindah ke Khanza, anak itu malah meminta ‘nen’ dengan tangannya menepuk dada mommynya.


“Uluh anak mommy haus habis main sama daddy, gemas banget sih anak cantiknya mom,” Khanza berbaring dan membuka kancing baju dan mengeluarkan salah satunya. Tak lupa tangan mengelus pipi princessnya.


Selesai memberikan asi pada Queen, Khanza segera mengganti pampers Queen dan pakaiannya. Dirasa princess sudah cantik, sekarang dirinyalah yang harus bersiap.


****