My Best Friend'S Daddy Is My Husband

My Best Friend'S Daddy Is My Husband
Season 2. 52



Masih ditempat yang tadi, Arcell menatap tajam sang adik yang hanya bisa menunduk takut untuk mendongak melihatnya.


“Kenapa diam sekarang, takut sama abang?” Tanya Arcell bernada tegas.


“Maaf abang, Rey benar-bener kelepasan tadi,” cicit Rey.


“Kelepasan ngomong keras sama princess. Rey berapakali harus abang bilang, jaga emosi kamu jangan pernah bicara keras sampai membuat princess ketakutan,” ujar Arcell mengingatkan adiknya.


“Apa kamu mau princess jadi takut sama kamu dan tidak mau dekat dengan mu lagi. Mau?” Rey menggeleng tidak mau jika princess kesayangannya malah membenci dirinya.


“Tidak mau kan! Maka dari itu selalu jaga emosi kamu,” pungkas Arcell.


Sedangkan Ghani berdiri disamping abangnya Arcell dan hanya mendengarkan pembicaraan keduanya dalam diam. Sebenarnya tangannya sudah mengepal dibawah dan ingin sekali menonjok wajah adiknya itu, tetapi jika dirinya melakukan itu sama saja dirinya tak bisa menjaga emosi dan gegabah mengambil langkah. Jadi dia memilih untuk diam dan mendengarkan abangnya berbicara.


“Ikut abang keatas, kamu harus menerima hukuman karena telah membuat princess takut.” Perintah Arcell, melangkah lebih dulu ke dalam lift dan menekan tombol untuk menuju ke lantai 3.


“Aku boleh ikutkan bang,” ucap Ghani meminta izin untuk ikut.


“Ya, ikutlah,” jawab Arcell singkat.


Disinilah mereka berdiri, di depan sebuah pintu ruangan yang akan membuat Rey menerima sebuah hukuman dari abang tertuannya yaitu Arcell.


“Masuk,” titah Arcell.


“Abang please, jangan hukum Rey,” ucap Rey memohon.


“Sesuai kesepakatan, jika ada yang membentak princess dia akan menerima hukuman dari abang,” ujar Arcell.


“Sekarang push up 25 kali,” titah Arcell tidak mau dibantah.


“Tapi abang-“


“Rey lakukan saja yang diminta bang Arcell, kau ditambah hukumannya hah,” sahut Ghani yang tadinya diam angkat bicara.


“Tapi Rey tidak mau push up abang, bisakah hukuman yang lain saja. Seperti membantu mommy di dapur.” Katanya meminta agar hukuman diganti dengan hal lainnya.


“Tidak ada yang lain, lakukan atau abang tambah lagi hukuman mu,” ancam Arcell. Dia tahu bahwa adiknya tidak terlalu menyukai olahraga push up.


“Untung abang sendiri,” gumannya.


“Tidak ada abang, Rey akan menerima hukuman ini,” jawabnya.


Rey melakukan push up baru hitungan ke sepuluh dia sudah sangat kelelahan.


“Baru sepuluh Rey, lanjut lagi,” ujar Ghani.


“Sabar abang dingin,” balesnya kesal.


Rey melanjutkan push up sampai selesai dan pintu ruangan dibuka oleh orang yang berada di luar. Berdirilah sosok pria dewasa yang sangat mereka hormati tengah melipat kedua tangannya dan menatap ketiga putranya.


“Ada apa dad?” Tanya Arcell biasa saja tanpa ada rasa takut.


“Daddy, abang tega hukum Rey, disuruh push up. Dadd kan tahu kalau Rey tidak menyukai olahraga push up,” adunya menghampiri daddynya dan berdiri disamping.


“Siapa yang menyuruh mu menghukum adikmu, Arcell,” ujar Antonio menatap putra pertamanya.


“Tidak ada dad, aku melakukan agar Rey paham dan bisa lebih menjaga emosi saat bicara dengan princess. Hukuman ini hanya sebagai bentuk teguran,” sahut Arcell bicara dengan menatap daddynya tanpa rasa takut.


Antonio hanya mengangguk, “bagus dadd suka dengan caramu menegur adikmu,” ucapnya menepuk bahu sang putra.


“Dadd kok malah gitu,” ucap Rey menatap kesal daddynya dan melangkah keluar dari ruangan tersebut.


“Biarkan saja dulu Rey, nanti biar dadd yang bicara dengannya. Sekarang lebih baik kalian temui princess dan hibur dia, sepertinya princess kesayangan kita merasa sedih,” pinta Antonio kepada kedua putranya.


“Baik dadd, kami akan menemui princess,” ujar Arcell dan mereka keluar dari ruangan untuk turun ke lantai 2 menemui princess kesayangan mereka dan menghiburnya agar tak merasa sedih.


****


Follow ig aku yuk guys : @dianti2609


Bersambung. . .


Follow juga ya!!


Like, comennt, rate 5. jangan lupa gifts+vote nya.


Terimakasih💓