My Best Friend'S Daddy Is My Husband

My Best Friend'S Daddy Is My Husband
Season 2. 58



Ghani yang sudah siap dengan pakaian sekolahnya berserta peralatan sekolahnya ingin turun ke bawah. Saat melewati kamar mommy dan daddynya, Ghani mendengar suara batuk seseorang membuat langkah berhenti sekejap dan mengintip tetapi tidak kelihatan. Karena penasaran akhirnya Ghani memilih untuk masuk ke kamar tetapi mengetuk pintunya, agar tidak dikira tak sopan masuk tanpa mengentuk.


Tokk...tokk


“Uhuk, masuk aja pintunya tidak dikunci,” seru Khanza dari dalam menyuruh orang diluar masuk.


Mendengar langkah kaki seseorang mata Khanza tetap terpejam. Kepala terasa sedikit pusing...


Ghani mendekati mommynya yang matanya terpejam. Tangan kecilnya menyentuh dahi sang mommy terasa hangat.


“Mommy sakit!” Ujar Ghani berbicara pelan tapi masih bisa didengar Khanza yang terbaring dengan mata terpejam.


“Mom hari ini Ghani engga sekolah aja ya. Biar Ghani bisa jagain mommy,” ucap Ghani menyatukan pipi dengan pipi sang mommy.


“Jangan nak, kamu harus sekolah ya. Mom baik-baik aja kok. Mom hari ini cuman sedikit meriang,” lirih Khanza.


“Sekali ini aja mom! Ghani rasanya engga bisa tinggalin mommy kalau sakit begini, kayak kepikiran terus walaupun Ghani berada di sekolah.” Tuturnya.


“Mommy engga suka kalau salah satu putra mommy engga sekolah. Hanya gara-gara ingin menemani mommy. Mom tidak melarang kamu menemani mommy disini sayang, cuma mom minta kamu untuk sekolah, nanti setelah pulang sekolah kamu boleh menemani mom.” Khanza menatap sayu putranya.


“Abang sekolah ya, nanti pulang sekolah mom pasti udah sehat. Nanti mom buatkan makanan kesukaan abang,” ujar Khanza.


Ghani hanya bisa mengangguk, “Abang kebawah dulu ya mom, mau siapin sarapan buat mommy dulu.”


“Tidak usah abang, ini kakak udah bawain bubur buat sarapan mommy,” sahut Rhea muncul dibalik pintu dengan nampan berisi mangkuk bubur dan air putih.


“Re kamu repot banget buatin mommy bubur segala,” ujar Khanza.


“Apaan sih mom, orang Rhea engga repot kok,” ucap Rhea menaruh bubur di nakas dan meminta Ghani bergeser, berpindah disampingnya.


“Aku suapin ya mom.” Khanza mengangguk dan bersandar dipinggiran ranjang.


“Abang mending turun sarapan, dibawah ada sudah ada abang Arcell, abang Arsen, Bian, Rey, princess sama Raffa. Mungkin mereka belum sarapan nunggu abang, abang Ghani turun kebawah ya sarapan lalu berangkat sekolah. Mommy biar kakak yang jagain,” tutur Rhea berbicara pada adiknya.


“Abang mau kebawah dulu ya mom kak. Mommy cepat sembuh, abang sedih liat mommy sakit begini. Kalau abang udah besar nanti, abang mau jadi dokter aja biar bisa rawat mommy dan keluarga lainnya jika sakit.” Kalimat Ghani, menyentuh hati Khanza. Sungguh mulianya cita-cita putranya ini.


Setelah berpamitan dengan mommy dan kakaknya. Ghani melangkah keluar kamar saat ingin masuk ke dalam lift. Daddynya keluar dalam lift dengan keringat menetes ke leher.


“Baru mau turun son?” Tanya Antonio tidak sengaja bertemu putranya saat dia baru keluar dari lift.


“Iya dadd, tadi Ghani dari kamar mom. Mom kenapa bisa sakit dad?” Ujar Ghani bertanya balik.


“Mommy kecapen son. Apa kak Rhea ada di dalam kamar.”


“Ada dadd, kakak lagi nyuapin mommy makan.”


Antonia mangut-mangut.


“Dad, Ghani mau kebawah dulu ya.” Ghani mengambil tangan daddy untuk menyalimi.


****


Follow ig aku yuk guys : @dianti2609


Bersambung. . .


Follow juga ya!!


Like, comennt, rate 5. jangan lupa gifts+vote nya.


Terimakasih💓