My Best Friend'S Daddy Is My Husband

My Best Friend'S Daddy Is My Husband
Season 2. 63



Setelah mengantar putrinya kesekolah. Khanza langsung pulang ke mansion untuk beristirahat sebentar sebelum memasak untuk dibawa ke kantor suaminya.


Sesampainya di mansion, bukan beristirahat Khanza malah masuk ke kamar Queen. Kamar Queen seperti kapal pecah, sungguh tidak enak dipandang. Seingatnya kamar putrinya tidak seberantakan ini saat ditinggalnya kebawah memberi luang untuk putrinya bersiap-siap sendiri. Tetapi meninggalkan putrinya bersiap-siap sendiri ternyata sangat salah. Karena beginilah jadi kondisi kamarnya malah tidak karuan.


“Princess memang harus aku ajarin untuk selalu rapi dalam hal apapun dan menjaga kebersihan.” Khanza memijit kepala, bagaimana tidak ada dia dalam hidup putrinya. Mau jadi seperti apa putrinya, hanya bisa merawat tubuhnya saja dari ujung rambut sampai ujung kaki. Tapi kerapian dan kebersihan selalu diabaikan oleh putrinya.


“Benar-benar tak bisa dibiarkan.” Gumannya.


Khanza menutup pintu kamar putrinya dan membereskan kamar putrinya sendiri. Kamar putrinya keseringan Khanza sendiri yang akan turun tangan membersihkan. Jika pelayan dirumah yang membersihkan, akan sulit menemukan letak barang yang dicari putrinya. Maka dari itu Khanza sendirilah yang ingin membersihkan kamar putrinya setiap berantakan, ketika putrinya bertanya tentang barang di carinya, Khanza bisa langsung membantu menemukan barang tersebut.


Sebelum keluar Khanza melihat di meja putrinya ada sebuah buku catatan kesayang putrinya. Hadiah darinya waktu Queen berulang tahun yang ke dua belas tahun. Khanza memang sengaja hanya memberikan sebuah buku, dia berpikir putrinya akan menulis sesuatu yang sedang dipikirkannya ataupun keinginan yang belum terwujud di dalam buku catatan.


Khanza yang iseng, membuka buku catatan putrinya. Disana putrinya banyak menulis tentang kehidupan keluarga mereka. Ada beberapa permintaan putrinya disana. Khanza membaca salah satu permitaan putrinya.


Dear deary


Queen bangga banget memilik mommy seperti mommy Khanza. Walaupun mommy sering mengomel tapi queen tetap sayang kok. Bagi queen, mommy adalah separuh nafasku. Queen engga tahu bisa hidup apa engga kalau mommy pergi dari hidup queen. Pokoknya queen selalu mendoakan keluarga queen setiap sholat agar selalu diberi perlindungan dan selalu sehat. Karena queen tidak ingin kehilangan salah satu dari mereka, queen ingin bersama-sama mereka setiap saat. Love you mommy, daddy, abang-abang❤️


Air mata Khanza jatuh membaca tulisan putrinya. Tulisan putrinya sangat mengena di hatinya.


“Kamu juga separuh nafas mommy princess kesayangan. Mommy janji akan selalu bersama mu dan mengajarkan banyak hal untuk mu. Sampai kamu mengerti hal-hal yang belum kamu pahami...”


Khanza menuliskan sesuatu di buku catatan sebelum keluar dari kamar putrinya.


Sekarang Khanza berada di kamarnya. Ya, wanita memilih untuk beristirahat sebentar saja merebahkan diri di ranjang dan memejamkan matanya.


Khanza kembali membuka matanya dan melihat jam di handphonenya untuk mengetahui berapa dia memejamkan mata. Ternyata hanya lima belas menit saja, tidak ingin kembali memejamkan mata Khanza beranjak dari ranjang dan keluar menuju ke dapur.


“Neng mau masak apa?” Tanya Bi Inahya yang ingin membantu.


“Biasa masakin makanan kesukaan mas Nio,” jawab Khanza.


“Memangnya tuan pulang ya neng nanti siap,” ujar Bi Inahya.


“Mas Nio engga pulang bi. Aku yang bakal ke kantor mas Nio nganterin makan siang, habis dari sana baru jemput Queen ke sekolahnya.”


Khanza tersenyum dan menggelengkan kepalanya. Wanita cantik itu melanjutkan memasaknya dengan di bantu asissten rumah tangga yang sudah dianggapnya seperti keluarga sendiri.


Semua masakanya Khanza telah matang. Lalu dipindahkan ke sebuah rantang. Baru setelah di bungkus dengan paper bag yang muat menampungnya.


“Ini paper bag nya..” Bi Inahya menyerahkan paper bag berisi rantang makanan di dalam ke tangan Khanza.


“Makasih bi,” ucap Khanza.


Bi Inahya mengangguk. “Mau langsung berangkat neng?”


“Iya bi, takutnya mas Nio kelaperan nanti di kantor,” ucap Khanza bercanda.


Mana mungkin Mas Nio nya kelaperan, orang di kantor suaminya juga banyak makanan. Tapi ya percuma saja suaminya tidak menyukai masakan di kantin ataupun masakan siapapun itu selain dirinya. Maka dari itu suaminya lebih memilih makan disaat pulang kantor ataupun mengirimkan pesan padanya untuk dikirimkan masakannya dari rumah yaitu masakan dari tangannya sendiri.


“Bi, aku pamit ya. Bibi kalo mau makan ambil aja masakan tadi masih banyak banget. Aku sengaja masak banyak biar bibi atau yang lainnya ikut makan...”


“Siap neng! Neng hati-hati di jalan jangan lupa berdoa.”


“Oke bibi... Assalamualaikum..”


“Waalaikumsalam... Jangan ngebut-ngebut ya neng bawa mobilnya.” Pesan Bi Inayah hanya bisa menatap punggung Khanza dari dapur..


****


Follow ig aku yuk guys : @dianti2609


Bersambung. . .


Follow juga ya!!


Like, comennt, rate 5. jangan lupa gifts+vote nya.


Terimakasih💓