
Didalam kamar Khanza menangis, mengingat ucapan Kevin yang menyebutnya wanita murahan. Air mata semakin turun dengan derasnya. Hatinya benar-benar sakit, Khanza pun berpikiran akan pergi dari mansion ini besok pagi. Sungguh dia tidak kuat lagi untuk berlama-lama tinggal disini.
Khanza beranjak dari duduknya diatas ranjang, melangkah menuju kamar mandi mengambil air wudhu. Melaksanakan sholat isya, karna waktunya masih belum habis.
“Ya allah apa salah hamba, selalu dipandang rendah oleh mereka.”
“Khanza gakuat sama semua ini ya allah.”
“Hati ini benar-benar sakit, ucapan demi ucapan mereka sangat menusuk.”
Kalimat-kalimat yang diutarakan Khanza, diringi tangisan mendalam. Selesai itu, dia mengambil al-qur’an dan mengaji sebentar sebelum melepas mukena dan menyimpan alat sholatnya.
.
.
Ditempat lain.
Nasya sedang mengobati luka-luka Kevin yang ada diwajah. Akibat bogeman kuat Antonio menyebabkan wajah Kevin menjadi lebam dimana-mana.
“Awhhh! Pelan-pelan sya," ringis Kevin kesakitan.
“Ini udah pelan kev, lo sih udah tahu om Anton kalo marah ngeri. Masih aja lo nyerocos tadi," ujar Nasya.
“Gimana gue ga kesel, perempuan itu jadi pelayan gaada sopan-sopannya. Mana seenaknya aja lagi duduk semeja sama om Anton. Murahan banget, lo juga pasti kesel kan.”
“Pastilah! Gue juga enek liat gadis itu berkeliaran dirumah ini. Lagian Rhea apa yang dilihat dari gadis itu sampai sayang banget. Liat aja gue bakal bikin perhitungan sama dia," geram Nasya menekan kuat lebam di wajah Kevin.
“Arggg! Nasya, lo mau bunuh gue ya," pekik Kevin berteriak.
“Ehh! Maaf maaf gue ga sengaja kev," kata Nasya.
“Udahlah, mending lo balik deh kekamar.” usir Kevin.
Nasya mendengus, dan beranjak keluar kamar Kevin menuju kamarnya yang berada disebelah.
Tapi mengingat Antonio membuatnya mengurungkan niat menuju kamarnya malah berbelok arah kekamar Antonio dan tantenya Laura.
Membuka handel pintu dengan pelan agar tidak menimbulkan suara. Disana diranjang Nasya melihat Antonio sedang tertidur pulas. Ya, Kebetulan sekali Antonio tidur di kamar itu. Entah kenapa membuatnya masuk kedalam kamar tersebut atau tidak ingin membuat curiga orang-orang di mansion ini.
Nasya mendekati Antonio. Dia berjalan pelan-pelan, sudah dekat diranjang tersebut. Awalnya Nasya masih memandangi Antonio yang tertidur saja masih kelihatan sangat tampan diumur memang sudah tidak muda lagi.
Lihatlah Nasya benar-benar dibuat terpesona dengan ketampanan Antonio. Nasya pun duduk dipinggiran ranjang dan menyentuhkan telapak tangannya membelai wajah Antonio.
Lalu tangan jatuh didada bidang keras milik Antonio, terus turun hingga hampir sampai dimilik om nya. Tetapi sebelum tangan Nasya menyentuh milik Antonio langsung menghempaskan tangan tersebut.
“Apaan apaan kamu.”bentak Antonio bangun dari tidurnya.
“Om, kok malah bangun sih. Nasya hampir aja nyentuh itu nya om.”ujar Nasya tidak ada malu-malunya. Malah semakin berani.
Raut wajah Antonio berubah.”Keluar kamu dari kamar saya," usirnya.
“Gamau, Nasaya pengen disini tidur sama om aja. Boleh ya?"
“KELUAR! Atau kamu saya usir sekalian dari mansion.” bentak Antonio. Dia sudah sangat geram dengan kelakuan Nasya.
Membuat nyali Nasya menciut dan segera berdiri dan keluar dari kamar. Dia menutup pintu dengan membanting.
Huhh! Antonio menghela nafas berat.
“Ga tantenya, keponakan. Sama-sama murahan.” spontan kalimat itu keluar dari mulutnya.
Antonio tidak kembali tidur, melainkan beranjak dari ranjangnya menuju kamar mandi. Membasuh wajah, lalu keluar dari kamar menuju ruang kerjanya. Hari ini benar-benar tidak menenangkan, apalagi kedua keponakan Laura masih berada satu atap dengannya.
Sungguh sangat menguras tenaganya dengan menyulut emosi terus-menerus. Antonio jadi meningat Khanza, bagaimana keaadaan setelah hinaan yang dilontarkan oleh Kevin tadi.
“Benar-benar sialan anak itu," ucap Antonio mengumpati nama Kevin.
“Tunggu saja nanti, kedua orang itu bakal aku depak dari mansion.”
Antonio benar-benar dibuat murka. Kehadiran dua orang itu di mansion sangat mengganggu ketenangannya. Mansion ini serasa tidak nyaman lagi baginya. Dia akan memikirkan caranya agar kedua orang itu tidak tinggal lagi disini.
Setelah tadi mengeluarkan unek-uneknya. Antonio fokus kembali dengan pekerjaan, karna besok ia akan kekantor. Sehari tidak kekantor berasa sebulan, Antonio memang tidak bisa jika sehari saja tidak berada dikantornya.
***
Bersambung. . .
Follow juga ya!!
Like, comennt, rate 5. jangan lupa gifts+vote nya.
Terimakasih💓