My Best Friend'S Daddy Is My Husband

My Best Friend'S Daddy Is My Husband
Episode 69



Sekarang nyonya Erina sudah sampai di mansion bersama Clara. Mereka segera masuk, ketika ada salah satu pelayan berjalan depan. Nyonya Erina menghentikannya.


"Apa Rhea sudah pulang dari sekolah?" tanyanya.


"Sudah nyonya, non Rhea ada di kamarnya," jawab pelayan tersebut, baru pamit untuk melanjutkan pekerjaannya kembali.


"Clara kamu istirahat saja ya, besokan kamu udah mulai kerja," kata nyonya Erina.


"Iya tante, kalau gitu aku ke kamar dulu," Clara langsung menuju ke kamarnya. Sedangkan nyonya Erina langsung menuju ke kamar cucunya.


Tokk...tokk!


"Masuk aja, pintunya ga di kunci," ucao Rhea dari dalam kamar, yang tengah berbaring.


Nyonya Erina pun masuk, disana cucunya tengah berbaring. Rhea yang mengetahui bahwa yang datang adalah omanya, langsung membelakanginya. Nyonya Erina tahu bahwa cucunya masih marah padanya hanya bisa tersenyum sendu. Dia tidak ingin seperti ini berdiam-diaman dengan cucu kesayangannya.


"Rhea! Hem, kenapa diamin oma? Oma sedih kalau Rhea begini, lebih baik oma pulang saja kalau cucu oma sendiri gamau bicara sama oma lagi," lirihnya.


Air mata Rhea seketika turun begitu saja, saat mendengar ucapan omanya. Sebenarnya juga dirinya tidak ingin susana seperti ini, tapi dia lebih tidak suka sahabat di cela oleh omanya sendiri.


"Yasudah, tidak pa-pa jika cucu oma belum mau bicara," nyonya Erina beranjak melangkah keluar.


Merasakan seseorang telah bangkit dari duduk di tepian ranjangnya. Rhea turun dari ranjangnya, berlari memeluk omanya dari belakang.


"Rhea sayang sama oma," tuturnya. "Maafin Rhea yang udah diemin oma," tambahnya meminta maaf.


Nyonya Erina berbalik, membawa cucu ke dalam pelukannya. Mengelus dengan sayang rambut panjang cucunya.


"Kamu ga salah sayang," nyonya Erina ikutan menangis.


Keduanya tidak menyadari jika seorang pria paruh baya tengah menatap mereka dengan senyuman mengembang di kedua bibirnya.


"Ehem! Berpelukan kok tidak ngajak opa," rajuk tuan Andreas.


"Opa ihh, jangan ngambek," ujar Rhea melepaskan pelukan dari omanya, lalu memeluk opanya agar tidak ngambek.


Mereka bertiga tertawa bersama. Rhea memeluk opa dan omanya. Lalu berbaring bersama di ranjang dengan Rhea ditengah-tengah keduanya.


"Oma, Rhea mau bicara sesuatu boleh?" cicit Rhea bertanya dengan suara kecil.


"Rhea mau oma sama opa restuin daddy nikah sama sahabat aku," pintanya.


Kedua orang yang mendengar permintaan cucu mereka, saling menatap satu sama lain. Sang tuan Andrean mengedipkan kedua matanya yang artinya menyetujuinya, sedang nyonya Erina malah membuang wajah kearah lain. Dia masih belum mau menerima Khanza sebagai menantunya.


"Opa gimana?" tanya Rhea menghadap pada opanya.


"Opa setuju sayang, karna opa tahu daddy mu sudah tidak perlu lagi membutuhkan persetujuan dari kami. Daddy mu berhak menentukan pilihannya sendiri dan memutuskan akan menikah dengan siapa pun itu orangnya. Intinya daddy mu dan kamu bahagia dengan pilihan kalian. itu saja yang opa inginkan," terang tuan Andreas tersenyum dan mencium kening cucunya. Dia juga tidak berhak lagi mencampuri urusan percintaan Antonio, putranya sudah terlalu matang untuk mereka campuri segala urusannya maupun masalah dalam keluarganya. Sebagai orangtua mereka hanya memberi dukungan untuk putra-putra mereka dalam hal apapun itu jika dijalan kebenaran dan kebaikan.


Lalu Rhea berbalik menghadap omanya, yang malah membelakanginya.


"Oma, aku tahu mungkin berat untuk oma menerimanya, tapi cobalah dulu mengenal Khanza baru oma bisa menilai orangnya seperti apa? Rhea yakin pasti oma akan menyayanginya seperti rasa sayang oma pada Rhea," tukas Rhea.


'Apakah benar yang dikatakan cucuku, aku harus mengenal terlebih dulu baru bisa menilainya. Mungkin aku akan mencobanya dulu,' batinnya.


Nyonya Erina berbalik kembali menghadap cucunya, dengan keraguannya yang masih mendalam pada dirinya. Akhirnya nyonya Erina bisa mengatasinya dan memberikan anggukan.


"Oma akan mencoba mengenalnya," ujar nyonya Erina.


"Yes! Makasih oma, aku sayang oma sama opa," kebahagian tengah dirasakan Rhea sekarang, akhirnya masalah ini telah berlalu.


'Nanti aku akan menelpon Khanza untuk memberitahu kabar gembira ini.' kata dalam hati.


Ketiganya pun tertidur bersama dalam satu ranjang, untunglah ranjang yang ditempati Rhea memiliki ranjang king siza. Membuat mereka tidak sempit-sempitan.


****


Follow ig aku yuk guys : @antiloversn


Bersambung. . .


Follow juga ya!!


Like, comennt, rate 5. jangan lupa gifts+vote nya.


Terimakasih💓