
Hari ini adalah hari paling bahagia untuk Aditya dan Kirana dimana pernikahan mereka akan dilaksanakan. Mereka akan di persatukan dalam hubungan yang sakral.
Di dalam sebuah kamar, pengantin wanita sedang di rias dengan poles-polesan make-up yang secukupnya. Sesuai permintaan Kirana sendiri yang tak ingin tampil berlebihan.
Selesai di rias, tiba-tiba ada yang masuk ke dalam kamar. Kirana yang melihat pantulan orang tersebut pun langsung berdiri dari duduknya dan berhadapan dengan orang di depannya.
“Bunda cantik sekali,” puji Khanza dengan senyum lebarnya, menatap Kirana.
“Makasih sayang,” ucap Kirana membalasnya.
“Aku bahagia banget, akhirnya bunda di persatukan sama ayah. Permintaan ku cuman satu, yaitu kebahagian kalian,” kata Khanza.
Mendengar kalimat Khanza, rasanya Kirana ingin menangis.
“No, bunda tidak boleh mengeluarkan air mata. Nanti make-up nya luntur,”
“Bunda terharu sayang mendengarnya.”
Karena tak tahan akhirnya Kirana memeluk Khanza, mencium wajah putrinya.
“Bunda juga bahagia akhirnya menemukan putri yang selama ini bunda cari keberadaannya,” ujar Kirana.
Saat Khanza ingin berbicara, suara ketukan pintu dan di buka oleh orang yang di luar menghentikannya.
“Loh, ternyata ada cucu oma juga toh,” ujar Hanira.
“Iya oma, tadi aku mau jemput bunda buat dibawa turun. Ehh, tapi kita malah ngobrol,” jelas Khanza.
“Makanya oma nyusul kesini mau liat bunda kamu,” ujar Hanira mendekati Kirana.
“Kau cantik sekali nak, saya benar-benar bodoh sekali waktu itu tidak melihat ketulusan kamu hanya karena tidak sepadan dengan kami,” ucap Hanira benar-benar penuh penyesalan ketika mengingat apa yang telah di dilakukannya bertahun-tahun lalu.
Kirana mengambil tangan Hanira, lalu menggenggamnya dengan kedua tangannya.
“Mah, sekarang kita lupain aja yang lalu. Kita jalani kehidupan yang sekarang,” tutur Kirana tulus.
Khanza melihat keduanya tersenyum, kehidupan yang dulunya di jalani oleh bundanya penuh rintangan, sekarang sudah terbalaskan dengan kebahagiaan yang di rasakannya sekarang.
“Ayo sekarang kita turun, bentar lagi kayaknya ayah mau ijab kabul,” tukas Khanza.
Hanira dan Khanza pun menuntun Kirana bersebelahan, melangkah menuruni anak tangga satu persatu. Sudah sampai di bawah mereka terus berjalan menuju halaman belakang di mana disanalah ijab kabul akan di laksanakan.
Disana di terlihatlah Aditya sudah duduk, menunggu kedatangan pengantin wanitanya. Tidak dengan Kirana terlihat sangat gugup saat semua mata memandangnya.
“Emm, bunda gugup sekali nak,” balas Kirana berbicara pelan.
“Gugup itu biasa kok bun menurut aku, karena aku juga ngalami hal yang seperti bunda. Awalnya sangat gugup dan tegang, tapi ketika nanti acara sudah selesai pasti udah lega banget,” bisik Khanza kembali, sampai tidak terasa mereka sudah sangat dekat dan Kirana yang ingin berbicara kembali tak jadi.
Kirana duduk disamping Aditya yang menatap terpesona dan itu malah membuatnya sangat malu di tatap seperti itu. Aditya melihatnya tidak berkedip sedikitpun.
“Ehem, bentar lagi juga sah dit. Tahan dulu lah,” tegur Antonio dan di hadiahi cubitan oleh Khanza.
“Mas jangan goda ayah sama bunda,” ucap Khanza.
“Iya honey,” balas Antonio.
“Baiklah karena mempelai wanita sudah berada disini, ada baikan kita segera melaksanakan ijab kabulnya,” ujar pak penghulu.
“Bagaimana pak Aditya apakah sudah siap? Jika sudah kita mulai ijabnya” Tanya pak penghulu, Aditya menjawabnya dengan memberika anggukan.
Aditya menjabat tangan penghulu dan dengan lantang, serta lancarnya Aditya mengucapkan ijab qobul. Hingga terdengar kata 'Sah' dari para saksi.
Khanza meneteskan air mata terharu, mendengar ayahnya mengucapkan ijab qobul. Akhirnya bunda dan ayah sudah sah menjadi suami istri.
Antonio tak segan memberikan pelukan untuk istrinya, “Kamu bahagia honey, karena sekarang ayah dan bunda mu sudah bersatu.”
“Aku merasa bahagia banget mas, apalagi aku juga sudah mengetahui bahwa orangtua kandungku ternyata sangat dekat denganku. Ternyata allah maha adil ya mas, roda kehidupan telah berputar, sekarang aku tidak merasa sendiri lagi. Karena aku punya kamu, ada Rhea, baby twins, bunda ayah. Dan semua keluarga lainnya...” ucap Khanza pelan dengan kalimat panjang.
Kebahagian tengah dirasakan semua orang saat ini, tetapi kita tidak tahu nantinya apa yang akan terjadi di kemudian hari. Adakah seseorang yang mereka lupakan saat ini? yang mungkin tidak diberitahukan oleh mereka tentang acara saat ini.
...THE END...
•Dan mungkin ini adalah akhir dari cerita “My Best Friend’S Daddy Is My Husband”.
•Apa masih ada yang antusias dengan cerita ini?
•Dan mau lanjut extra partnya?
Silahkan coment!
Jangan lupa, Like, coment, rate 5, gifts+vote.
Terimakasih💕