
Teriknya Matahari tidak menyurutkan semangat Khanza berjalan mencari kostan. Karna tidak memperhatikan langkahnya Khanza menabrak bahu seseorang membuat belanjaan nya jatuh.
Bruukk!
"Maaf maaf mba saya ga sengaja," Khanza memunguti belajaan orang yang ditabraknya.
"Khanza."
"Mba Lestia"
Serempak mereka berdua berbicara berbarengan.
"Kamu kenapa masih berada disini, dan ini bawa bawa tas kamu mau kemana?" tanya Lestia.
"Aku pergi dari rumah orang yang sudah baik memberiku tempat tinggal mba. Aku tidak ingin terus terusan merepotkan mereka," ujar Khanza menjawabnya.
"Sekarang kamu mau kemana?"
"Aku juga bingung mba, aku masih mencari kost'an yang cukup dengan uang dipeganganku."
Lestia merasa kasian dengan gadis didepannya ini, yang baru dikenalnya kemaren. Melihat wajahnya saja Lestia sudah sangat percaya dengan ketulusan dan kejujurannya.
"Ditempat kost'an mba punya satu kamar yang belum ditempati. Kalau kamu mau mba kasih alamatnya, soal harga kamu tidak perlu khawatir disana murah hanya tiga ratus ribu perbulan, tapi untuk listrik kamu membayar sendiri dan kamar mandinya berada diluar kamar," kata Lestia memberitahu dan menjelaskan detailnya.
"Bagaimana kamu mau tidak?"
"Iya, aku mau mba," jawab Khanza langsung menerimanya.
"Ini alamatnya," Lestia menyerahkan kertas yang sudah berisi alamat.
"Makasih mba," ucap Khanza.
"Yasudah, mba duluan mau ke toko kue dulu. Oh ya satu lagi, hari ini kamu tidak jadi test. Karna Ibu yang punya toko kue besok pagi baru datang. Jadi untuk test besok pagi," beritahu Lestia.
"Oke mba. Siap, makasih lagi."
"Iya sama sama, yasudah kalau gitu mba duluan." Lestia meninggalkan Khanza sedirian.
"Alhamdulillah, ternyata mba Lestia baik banget sama aku. Makasih ya allah telah memberiku jalan bertemu orang orang baik." Khanza tersenyum dan bergegas menuju alamat tersebut.
.
.
Sesampai di alamat sebuah kost khusus wanita bertingkat dua berdinding beton, bangunan kost tersebut bercat warna kuning campuran warna putih. Bangunan kost itu tidak terlalu besar.
Disana Khanza melihat seorang wanita tua sedang menyapu. Yang diperkirakannya adalah pemilik kost'an tersebut.
"Permisi bu!"
Wanita tua itu pun menghentikan menyapu dan menegakkan tubuhnya.
"Iya ada apa?"
"Apa disini masih ada kost'an yang kosong bu?" tanya Khanza.
"Neng mau ngekost, masih ada neng. Mau liat dulu kedalam. Ayo neng." wanita tua itu mengajak Khanza masuk untuk melihatnya.
Khanza mengikuti wanita tua itu dari belakang dan melihat kost'an cukup bersih. Membuatnya langsung tertarik.
"Gimana neng?"
"Iya bu saya mau. Berapa pembayaran awalnya?"
"Tidak usah bayar diawal neng, neng bayarnya bulan depan saja."
"Beneran bu?" tanya Khanza memastikan.
Wanita tua itu mengangguk dan memberikan senyuman. Setelah itu pamit pergi melanjutkan menyapu yang sempat ditunda tadinya.
.
.
Setelah kepergian pemilik kost'an tersebut, Khanza segera berberes membersihkan kost'annya dan menyusun semua pakaiannya ke dalam lemari yang kebetulan ada didalam kost'an ini.
"Selesai juga akhirnya," leganya melihat kamar kost'an menjadi bersih dan sudah sangat nyaman.
"Lebih baik aku mandi dulu, baru deh belanja menyetok makanan. Mumpung uangnya ada, tentunya harus menghemat juga." ujarnya berbicara sendiri.
Khanza pun masuk ke dalam kamar mandi membersihkan tubuhnya setelah berberes tadinya. Selesai memakai bajunya dan bersiap keluar untuk belanja. Mungkin dia akan belanja di warung kecil saja.
Untuk ke supermarket tidak memungkinan dengan uangnya yang sekarang. Jadinya Khanza lebih memilih belanja di warung kecil seperti biasanya.
...****...
Bersambung. . .
Follow juga ya!!
Like, comennt, rate 5. jangan lupa gifts+vote nya.
Terimakasih💓