
Setelah sampai di mansion, Queen lantas turun dan berlari. Saat membuka pintu mansion bertepatan dengan Arcell yang akan keluar.
Arcell seketika kaget menatap princessnya menangis sesegukan.
“Princess, sayang kenapa pulang-pulang menangis hem?! Ada masalah?” Ujar Arcell bertanya, menatap lembut adiknya.
“Hiks, hiks abang...”
Bukannya menjawab Queen malah tambah jadi menangis. Queen memeluk Arcell tiba-tiba. Karena merasa tidak nyaman berada di depan pintu, Arcell insiatif memgambil tindakan menggendong adiknya membawa menuju sofa ruang tamu.
Arcell menghempaskan pantat disana dengan Queen berada dipangkuannya. Arcell membiarkan adiknya puas menangis dulu, nanti baru ia menanyakan siapa yang sudah membuat adik manis menangis seperti ini.
“Udah puas sayang nangisnya?” Queen mengangguk masih dengan air mata dan cegukan.
“Mau cerita?” Arcell bertanya lagi.
Lagi dan lagi Queen mengangguk, “Abang hiks, dad daddy seling-kuh hiks..”
Tidak tahan Queen menenggelamkan kepala diceruk leher abang dan menangis lagi.
‘Daddynya selingkuh? Sepertinya tak mungkin, princess pasti salah paham. Sebaiknya aku menunggu daddy saja dan minta penjelasan darinya,’ ucap Arcell dalam hati.
Lima belas menit kemudian. Terdengar suara dengkuran kecil dari adiknya yang berada dalam pelukannya.
“Huhh! Syukurlah princess tertidur,” ucap Arcell lega saat tahu adiknya terlelap.
Arcell membawa princessnya menuju ke kamar. Lalu membaringkan dan menyelimuti. Setelah itu ia keluar kembali ke ruang tamu untuk menunggu daddynya pulang.
Antonio baru saja sampai dan melangkah cepat masuk ke dalam mansion ingin menemui putrinya. Pakaian Antonio terlihat tidak rapi lagi dengan dasi yang entah kemana, dua kancing kemeja lepas, rambut berantakan akibat di acak-acak.
“Daddy tunggu, aku mau bicara,” sergah Arcell saat melihat daddy akan melewati begitu saja.
“Nanti saja kita bicara El.. daddy mau menemui princess dulu. Ada yang mau daddy jelaskan pada adik mu,” ujar Antonio.
“Jangan ganggu princess dad... princess sudah tidur setelah terlalu banyak menangis. Princess juga sudah mengatakan apa yang terjadi mengapa sampai dia menangis tadi,” tukas Arcell membuat Antonio menegang.
“Kau percaya daddy kan?” Arcell mengangguk.
“Aku percaya dad, hanya aku mau daddy menjelaskan apa yang membuat princess sampai berpikiran bahwa daddy selingkuh...”
“Baiklah daddy akan menjelaskannya.” Antonio berjalan kearah sofa dan duduk disana.
Mengalirlah cerita dimana Antonio memang sedang melakukan meeting bersama rekan bisnisnya bernama Elisa. Saat meeting mereka selesai Elisa tersandung kaki kursi ketika ingin bersalaman dengannya, yang mengakibatkan Elisa jatuh kepangkuan dan bertepatan Queen masuk ke ruang meeting memanggil namanya.
“Jadi begitulah ceritanya, princess hanya salah paham,” ucap Antonio.
“Mending daddy kekamar princess saja, menemaninya tidur,” usul Arcell, lalu berdiri dari sofa.
“Kau mau kemana El?” Tanya Antonio.
“Eum aku mau ke tempat temanku dad,” bohong Arcell. Antonio mempercayainya.
Antonio segera pergi ke lantai atas, tapi memilih menuju kamarnya untuk membersihkan diri sebelum menemani putrinya tidur.
Disinilah Antonio sekarang, berbaring memeluk putrinya dengan sayang. Antonio juga mengusap sisa air mata yang belum mengering di pipi putrinya.
***
Arcell berada di sebuah club malam, diajak oleh ketiga temannya. Ia terpaksa datang karena reunian angkatannya sedangkan Arsen tak bisa datang karena masih berada dirumah sakit. Ini pertama kalinya Arcell masuk ke dalam club malam yang sudah di sewa untuk reunian mereka. Arcell merasa heran mengapa teman-teman angkatannya memilih tempat seperti untuk dijadikan reunian.
“El ayolah minum, cobain dulu minuman ini. Pasti kau akan ketagihan saat merasakannya,” tawar Marko membujuk Arcell agar mau mencoba minuman.
Arcell mendorong minuman tersebut, ia tidak akan pernah menyentuh minuman itu.
“Kau Dav harus mencobanya,” ujar Marcell.
“Kalian saja yang minum, aku sudah pernah mencobanya. Sekarang aku tidak akan pernah meminumnya lagi. Nikmatilah minuman kalian, aku pulang...” pamit David setelah mengatakannya. Lelaki itu lantas keluar meninggal ketiga temannya.
“Aku juga pulang, bersenang-senang lah kalian berdua ditempat laknat ini.” Arcell menyusul David yang telah keluar duluan.
Arcell hanya duduk saja. Pria itu sama sekali tak pernah menyentuh minuman keras tersebut. tidak akan pernah dilakukannya. Hanya Marcell dan Marko saja yang sering meminum minuman keras. Dia dan David tidak akan sudih mengikuti jejak kedua teman mereka.
Walaupun Marcell dan Marko seperti itu tidak terlintas dipikiran Arcell dan David untuk mejauhi keduanya. Mereka sudah berteman sedari SMP, jadi mereka tahu bagaimana sifat teman mereka masing-masing.
...****************...
Guys! Ayo guys join grup chat antiloversn!!!
Guys baca karya baru aku yuk judulnya "YOU'RE MINE, SERRA dan ISTRI SIMPANAN”
Follow ig aku yuk guys : @dianti2609
Bersambung. . .
Follow juga ya!!
Like, comennt, rate 5. jangan lupa gifts+vote nya.
Terimakasih💓