
"Jangan harap saya akan membebaskan kalian, cuih..." tanpa perasaan Antonio meludahi wajah Laura.
"A-anton le..pashh awh kan ka...mu, kuhh mo..honn awhh.." ucap Laura memohon ampun.
PLAK, Laura malah mendapatkan tamparan kembali, Clara yang melihat itu hanya memejamkan matanya..
"Berani sekali kau memohon setelah apa yang lakukan terhadap istriku, hampir saja aku kehilangan mereka. Jangan harap aku akan membebaskan kalian, buatlah permohon kalian untuk terakhir kalinya!" kata Antonio.
"Sebelum berbuat jahat berpikirlah dulu, apalagi nyonya mantan istri tuan. Tetapi sama sekali tidak mengetahui diri tuan sendiri, malang sekali nasib kalia," dengus Satya.
"Satya, bariskan tangan mereka," titah Antonio, Satya segera melakukan tugasnya. Ia menarik tangan kedua wanita tersebut.
"A-pa ya..ng kau laku...kan?" tanya Clara terbata-bata.
"Ouh, kau sudah penasaran ternyata," seru Antonio
CTAK
CTAK
CTAK
"Itulah yang saya lakukan, saya tidak akan memotong tangan kalian ataupun membunuh kalian dengan tangan saya sendiri, itu tidak akan pernah terjadi," ketus Antonio, kedua wanita di hadapan malah tersenyum pelan. Kedua wanita itu seperti mempunyai harapan.
"Jangan senang dulu, bukan karena saya berbaik hati akan membebaskan kalian. Tetapi saya akan menyerahkan kalian kepada pihak yang berwajid.. Saya tidak akan mengotori tangan saya untuk membunuh kalian, seperti menusuk menggunakan pisau atau menembak kalian. Bisa saja saya melakukannya, sayang sekali saya tak ingin membuat kalian begitu cepat matinya tanpa merasakan kesakitan. Jadi saya akan membiarkan kalian disini kesakitan tanpa ada orang yang akan menolong kalian untuk satu hari, setelah itu kalian akan tinggal dipenjara untuk selama-lamanya. Mungkin kalian berdua lebih pantas membusuk disini ketimbang penjara, tapi setelah saya pikir lagi penjara sepertinya akan lebih baik untuk kalian," tekan Antonio menjelaskan dengan berapi-api.
"Ouh, satu lagi... Tenang saja saya tidak akan memberitahu tahu Rhea tentang kelakuan kau untuk sekarang ini. Karena saya tidak ingin membuatnya sedih dan merasa bersalah telah menangisi ibunya saat kecelakaan pesawat itu dimana ia hanya tahu bahwa ibunya sudah meninggal. Saya tak ingin membuatnya merasa menyesal mempunyai ibu yang begitu jahat. Tetapi saya akan memberitahunya setelah kau tidak ada lagi di dunia ini, agar nantinya dia akan sangat cepat melupakan kau. Jangan khawatir hidup Rhea sudah sangat bahagia sekarang dan dia juga sudah menerima Bagas sebagai papa dan Raya sebagai mamah. Dan kau akan ku pastikan tidak akan adalagi di hidupnya maupun dalam pikirannya," dengan kejamnya Antonio berkata panjang lebar.
Antonio langsung keluar dan berhenti sebentar saat sampai di depan pintu.
"Biarkan saja mereka di lantai, jangan berikan mereka minuman atau makanan. Selalu awasin, jangan sampai mereka kabur," perintah Antonio pada kedua bodyguard di depannya.
"Baik tuan," ucap kedua bodyguard berbadan besar.
Antonio dan Satya memasuki mobil dan melanjutkan perjalanan menuju rumah sakit kembali. Di dalam mobil Antonio berganti baju, karena baju yang di pakai habis menyiksa orang. Ia tak ingin ke rumah sakit dengan pakaian itu lagi, maka dari itu ia menggantinya lagi.
Mengingat perkataan Antonio tadi, tubuh Laura menajadi kaku dan hanya diam mendengarnya, bahkan air matanya mengalir begitu saja.
'Benarkah Rhea nanti tidak akan mengingat aku lagi dan melupakan aku sebagai ibu yang melahirkannya. Ya, itu lebih baik, aku memang tidak pantas menjadi ibunya..." batin Laura merasakan ngilu di hatinya.
Sedangkan Clara merasa kasihan dan juga menyesal telah mengikuti rencana balas dendam ini, yang sangat berakibat fatal pada dirinya. Untuk memita maaf dan ampunan agar di bebaskan, percuma saja. Karna Antonio tidak akan pernah termakan permintaan maaf mereka. Jadilah mereka hanya bisa berpasrah diri dan menerima kosekuensinya.
Antonio berjalan menuju ruang ICU, saat sampai ia bingung karena di depan tidak ada bodyguard yang berjaga.
"Dimana istriku," seru Antonio panik, ia merasakan takut kembali.
"Tenang tuan, sebentar saya akan menghubungi bodyguard," Satya segera menghubungi salah satu bodyguard untuk menanyakan di mana mereka. Setelah mengetahui Satya langsung menutup telponnya.
"Mereka bilang apa?" tanya cepat Antonio mengetahui Satya sudah selesai menelpon...
"Nona Khanza sudah di pindahkan di ruang rawat VIP tuan, yang berada di lantai 3. Disana juga masih ada dokter Fina yang masih melakukan pemeriksaan pada nona Khanza untuk lebih memastikan keadaannya," jelas Satya.
Mereka berdua segera menuju ke lantai 3 dengan menaiki lift. Sesampai disana, bertepatan dengan dokter Fina yang keluar dari ruangan Khanza.
"Bagaimana keadaan istriku, dok?" sergah Antonio.
"Alhamdulillah, keadaan istri anda sudah stabil. Entahlah ini keajaiban dari Allah swt, sehingga istri anda tidak koma lagi. Tetapi kami tetap tidak bisa memastikan kapan akan sadarnya tuan, tapi melihat keadaan istri anda yang sangat cepat stabil. Kemungkinan sadarnya akan cepat, jadi teruslah berdoa tuan untuk kesembuhan istri anda," tutur dokter Fina.
Antonio sangat bahagia mendengar kabar itu, bahkan hati membuncah saat ini.
"Apa boleh saya berada di dalam, menunggui istri saya," ujar Antonio.
"Silahkan tuan, hanya satu orang saja yang boleh. Karena takut akan menganggu pasien. Kalau begitu saya permisi dulu tuan," dokter Fina segera pergi meninggalkan ruangan.
Setelah kepergian dokter Fina, Antonio segera masuk ke dalam, melihat istrinya. Ia pun langsung duduk di kursi dekat ranjang dimana istrinya terbaring.
"Cepat sadar ya sayang, aku merindukan mu.." Antonio bahkan menggenggam tangan istrinya, sampai akhirnya tertidur.
****
Follow ig aku yuk guys : @antiloversn
Bersambung. . .
Follow juga ya!!
Like, comennt, rate 5. jangan lupa gifts+vote nya.
Terimakasih💓