
Khanza membaringkan diri di kasur kontrakannya, ketika ingin memejamkan matanya ponselnya yang berada di meja nakas berdering. Dengan berat hati dia membuka matanya kembali.
"Siapa yang nelpon malam-malam begini," ia mengambil ponselnya dan melihat nama si pemanggil.
"Rhea, ada ya dia nelpon tengah malam begini."
"Yaudahlah aku angkat aja, siapatau penting."
Tangannya langsung memencet tombol hijau di ponsel nokianya.
"Assalamualaikum re, ada apa nelpon udah larut malam begini?"
"Waalaikumsalam, mama aku ada kabar gembira,"
"Kabar gembira apa Rhea sayang?"
"Oma udah setuju dengan pernikahan kamu sama daddy,"
"Benarkah... Em, kalo boleh tau apa yang buat nyonya Erina menyetujuinya?"
"Aku minta oma buat kenal kamu dulu, sebelum menilai yang nggak-nggak,"
"Makasih ya re, kamu emang sahabat terbaik aku,"
"Masama mama Khanza, aku sayang banget sama mama. Besok kita ketemuan ya, kirim alamatnya aku tunggu! Kalau gitu selamat beristirahat."
Tutt! Sambungan telpon langsung diputuskan sepihak oleh Rhea di seberang sana.
Khanza mengirimkan alamat kontrakannya, menurutnya Rhea berhak mengetahui keberadaannya sekarang.
.
Sekarang Khanza berada di dapur kontrakannya, dalam kontrakan juga sudah tersedia kulkas tidak terlalu besar, tapi cukup untuk menaruh bahan-bahan sayuran atau daging di dalamnya.
Ia berjalan menuju kulkas untuk melihat lihat bahan-bahan apa saja yang bisa di masak untuk pagi ini. Apalagi Rhea akan pergi kesini, jadi dia harus memaskan makanan kesukaan gadis itu.
Lama berpikir dia memutuskan memasak ayam goreng mentega saja. Karna Rhea menyukai makanan itu.
Setelah lama berkutat dengan dapurnya, akhirnya selesai juga Khanza memasaknya. Ia tinggal menaruh di meja makan.
Tokk...tokk! Terdengar pintu yang di ketuk, Khanza berjalan ke depan pintu dan membukakannya.
"Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam."
Rhea langsung memeluk Khanza begitu sudah mengucapkan salam. Dirinya begitu merindukan sosok di hadapanya ini, padahal mereka baru satu hari tidak bertemu dan merasakan seperti berbulan-bulan.
Terdengar suara bariton yang mengagetkan kedua gadis yang tengah berpelukan. Langsung saja dua gadis itu melepaskan pelukan, dan terlihat Antonio yang mengenakan kemeja biru dongker dengan jas disampirkan di lengan kanannya.
Khanza menjadi terpana dengan ketampanan Antonio. Dia sangat betah memandang Antonio dengan pakaian biru dongker yang dikenakan pria tersebut.
"Bisa kita masuk sekarang, sebelum orang-orang disini menatap kita ingin menerkam saja," Antonio bersuara kembali dan melihat para tetangga sekitar memeperhatikan mereka bertiga.
"Ayo kita masuk," kata Khanza tersadar dari ketepanaannya tadi dan benar saja yang dikatakan Antonio. Para tentangga melihat ke arah mereka, Khanza pun menatap balik memberikan senyum keramahan pada mereka semua.
Setelah masuk Khanza menutup pintu kontrakannya dan mengajak Antonio dan Rhea untuk duduk di meja makan. Lalu dia menuju dapur mengambil masakan yang telah dibuatnya tadi dan menghidangkan ke hadapan keduannya.
Dengan sigap Khanza mengambilkan nasi dan ayam goreng mentega yang dimasaknya tadi untuk kedua orang tersebut.
Antonio malah mengkerutkan keningnya, bingung. Wanita hamil ini hanya mengambilkan makanan untuk dia dan Rhea. Lalu dia tidak makan begitu. Oh, tidak bisa dibiarkan, bumilnya harus makan....
"Kamu tidak makan sayang?" tanya Antonio melihat wanitanya menggeleng.
"Kenapa hem?" Antonio menggeser kursinya mendekatkan pada wanitannya.
"Lagi gak nafsu makan aja mas," ucap Khanza mengeluarkan suaranya juga.
"Udah minum susu hamil," lagi lagi wanitanya menggeleng, Antonio menghela nafas beratnya, dia berpikir mereka harus secepatnya menikah. Karna bumil sepertinya tak bisa jauh-jauh darinya.
Antonio berdiri dari duduknya dan menuju ke dapur membuatkan susu. Khanza mengintilan Antonio dari belakang, hingga kembali duduk di kursi meja makan.
"Minum susunya, dihabisin," ujar Antonio, Khanza mengangguk.
Sambil memakan makanannya Antonio sesekali memperhatikan Khanza yang meminum susu hamil sedikit-dikit.
Sedangkan Rhea memperhatikan interaksi kedua pasangan yang belum menikah di hadapannya ini. Interaksi keduanya membuat Rhea menunduk malu mendengarnya dan pura-pura memakan makanannya dengan tenang. Berusaha agar kedua tidak memyadarinya.
'Nasib jomblo ya beginilah.' batinnya meringis mengatai dirinya sendiri.
****
Follow ig aku yuk guys : @antiloversn
Bersambung. . .
Follow juga ya!!
Like, comennt, rate 5. jangan lupa gifts+vote nya.
Terimakasih💓