My Best Friend'S Daddy Is My Husband

My Best Friend'S Daddy Is My Husband
Season 2. 14



Akhirnya hari yang di nantikan tiba juga, dimana tanggung jawab dua orang ayah akan berpindah kepada satu orang lelaki yang akan menjadi suami dari sang putri tercinta.


Di dalam kamar bawah Rhea tengah make-up oleh dua orang perias. Telah selesai di make-up, Rhea kini di pasangkan baju kebaya pengantin putih bordir payet. Sangat terlihat cantik dan pas di badannya. Jika pengantin pria melihatnya akan terpesona dibuatnya.


.


Sedangkan di dalam kamar lainnya, tepatnya juga di kamar bawah. Khanza tengah bercermin berkali-kali menatap perut yang sudah membesar, sambil tangannya mengelus-ngelusnya.


Tanpa di ketahui wanita itu, suaminya tengah bersandar dengan tangan berada di dagu dan mengangkat alisnya. Ia mengamati sang istri yang bercermin berganti arah, kadang ke kiri dan ke kanan. Tidak tahan melihatnya, ia berjalan mendekatin istrinya dan melingkarkan tangan ke perut, lalu ikut mengelus sang buah hati mereka yang sebentar lagi akan lahir ke dunia.


"Mas, pasti nanti di pernikahan Rhea cuman aku sendiri yang terlihat gembul banget," ujar Khanza mendongak menatap suaminya.


"Kamu gembulkan ada dedek bayinya disini honey," kata Antonio lembut, memberi kecupan di rambut istrinya.


"Satu lagi kamu terlihat makin sexy dan cantik," puji Antonio membalik badan istrinya agar mengahadap padanya dan mengecup keningnya.


Wajah Khanza seketika merona mendengar pujian dari suaminya. "Pasti ada maunya," tebaknya.


"Istriku sangat paham dengan suaminya ini," balas Antonio mengedipkan matanya.


'Plak' Khanza memukul lengan suaminya.


"Heran deh sama kamu mas, istrinya hamil besar gini masih aja minta jatah," sungut Khanza.


"Suttt! Kita bahas itunya nanti aja ya honey, sebentar lagi akadnya Rhea bakal di mulai," ucap Antonio menghentikan pembicaraan mereka, karna jika tidak Khanza akan mengomel yang akan membuat mereka bertahan di dalam kamar dan waktu akan semakin banyak terbuang.


Mata Khanza langsung melotot, karna hampir saja melupakan hal penting ini. "Kalau gitu aku ke kamar Rhea dulu mas, mau lihat sudah selesai belum make-up nya," pamitnya.


"Ingat honey jalan pelan-pelan, jangan berlari," tekan Antonio mengingatkannya.


.


Suara pintu kamar diketuk. Rhea yang mendengarnya pun bersuara. "Masuk!" serunya.


Pintu kamar terbuka dan menampilkan sosok wanita yang Rhea sayangi dan cintai. Siapalagi kalau bukan Khanza, mommy yang menyayanginya dan ada untuk setiap saat. Wanita yang kini terlihat gembul karena sedang mengandung babygirl. Dengan perut besarnya wanita itu mendekat dan memeluk dirinya serta mencium keningnya.


"Mommy speechless melihatmu sayang, cantik sekali."


"Mom juga cantik banget, pasti dedeknya nanti cantik seperti mom yang baik hati," tutur Rhea tangannya mengelus perut sang mommy.


"Pasti nanti mom bakal kangen banget sama kamu sayang," ujar Khanza merasa sedih harus melepaskan Rhea. Walaupun dirinya hanya ibu sambung, tetap dia belum siap harus melepas Rhea. Padahal suaminya Rhea adalah sepupunya sendiri.


Belum sempat Rhea berbicara, suara pintu kembali terbuka. Dan menampilkan oma Erina yang ingin menjemput Rhea karena akad nikah akan segera di mulai.


"Loh nza kamu kenapa nangis?" Tanya Erina melihat sang menantu yang menangis. Rhea yang mendengar suara omanya, barulah tersadar dan menatap mommynya yang menangis.


"Mom kenapa menangis?" imbuh Rhea bertanya juga.


"'Aku ngga papa mom re. Aku cuman sedih mom harus berpisah sama Rhea," ucap Khanza.


"Mom nanti juga aku akan sering-sering kesini kok, kita masih satu pulau mom cuman beda kota saja," kata Rhea menenangkan mommynya.


Erina hanya tersenyum-senyum mendengar ucapan sang menantu. Ia tahu bahwa menantunya begitu menyayangi Rhea sebagai sahabat dan anak sekaligus.


"Yang dikatakan re benar nza. Kalian masih bisa bertemu," sambung Erina. Khanza mengangguk tetapi masih cegukan.


"Sekarang bumil perbaikin make-upnya dulu, biar mama antar Rhea ke depan duluan, kasihan calon suaminya sudah menunggu sedari tadi," kekeh Erina saat mengatakan, bagaimana tidak ia tadi melihat wajah Leo yang mencari-cari keberadaan Rhea.


Antonio yang hanya melihat kehadiran mama dan putrinya merasa janggal karena tak melihat istrinya bersama mereka. Lantas dirinya berdiri mendekati mamanya.


"Ma dimana istriku?" bisiknya bertanya.


"Istrimu tadi nangis jadi make-upnya sedikit berantakan, makanya mama minta perias memperbaiki make-upnya," jawab Erina ikut berbisik.


"Mah, aku mau melihat istriku sebentar," setelah mengatakannya Antonio berjalan cepat untuk melihat keadaan istrinya.


"Baiklah, tapi cepat kembali," pesan Erina, melanjutkan berjalan kembali membawa Rhea duduk berdampingan bersama Leo.


Bertepatan saat Antonio sampai, pintu kamar terbuka menampilkan wajah terkejut Khanza melihat suaminya berada dihadapannya sekarang.


"Mas, ngapain disini. Bukannya mau akad ya?" dengan polosnya Khanza bertanya. Padahal sudah jelas-jelas Antonio sangat mengkhawatirkan dirinya.


"Mas khawatir sama kamu honey."


"Khawatir? memang aku kenapa mas, orang aku baik-baik aja kok."


"Tadi mama bilang kamu nangis honey."


"Ouh itu, aku cuman merasa sedih kalau harus berpisah sama re, mas."


Sebelum Khanza ingin menangis lagi, segera Antonio mengecup bibir istrinya. Karna ia sangat paham, selama kehamilan babygirl istrinya gampang sekali nangis. Maka dari itu, jalan satu-satunya menghentikannya adalah memberikan kecupan agar tidak jadi menangis.


"Mas!" serunya kesal, terbuktikan sudah istrinya kesal dan tak jadi menangis.


"Daripada nanti kamu nangis lagi, sebaiknya kita segera ke halaman belakang. Ayo honey," Antonio merangkul sang istri, mereka berjalan bersama menuju halaman belakang.


.


"Bagaimana apa anda sudah siap nak Leo?" Tanya penghulu menatap pengantin pria dan Leo memberikan anggukan saja.


"Baiklah, mari kita mulai sekarang saja." kata pak penghulu menjabat tangan Leo. Dengan lantang dan lancar Leo mengucapkqn ijab kabul.


"Bagaimana para saksi sah!?"


"Sah!"


"Sah!"


"Sah!"


"Alhamdulillah"


Usailah sudah acara ijab kabul, Rhea meneteskan air matanya seletah Leo mengucapkan ijab kabul. Sekarang dirinya telah sah menjadi seorang istri dan perasaan bahagia tak bisa diungkapkannya.


Mereka berdua pun disuruh bertukar cincin dan dilanjutkan menyalimi beberapa tamu yang hadir. Karena untuk proses akad mereka hanya mengundang tamu tertentu saja, kecuali resepsi nanti malam akan banyak tamu undangan yang hadir.


****


Para readers terimakasih untuk kritikan kalian semua. Maaf jika tulisan Author masih ada kesalahannya. Author akan menerima kritikan kalian semua, jadi Author memutuskan untuk merubahnya dengan wali hakim yang menjadi wali nikahnya.


Sekian dan terimakasih para readersđź’•