
Tokk...tokk
Khanza mengetuk pintu ruang kerja suaminya. Tadinya dia turun kebawah mencari suaminya di ruang tengah tetap tidak ada siapapun disana. Makanya dia memutuskan naik lagi keatas dengan membawa kopi yang dibuatnya.
“Masuk saja pintunya tidak aku kunci,” seru Antonio dibalik kursi dan fokus membaca dokumen, tak lupa kaca mata bertengger di hidung mancungnya.
“Mas sibuk banget sepertinya,” ujar Khanza mendekati suaminya dan menaruh kopi buatan di atas meja dekat sofa. Walaupun ini ruangan kerja, tetap harus ada sofa di dalamnya.
“Iya honey, banyak dokumen dari Satria yang harus mas baca benar-benar,” sahut Antonio.
Khanza hanya mengangguk saja, lalu berdiri di belakang kursi suaminya. Tangan memijit kedua bahu suaminya untuk merelaxkan.
Tangan Antonio bergerak mengambil tangan istrinya dan membawanya kepangkuannya, lalu memeluk pinggang sang istrinya. Memberikan ciuman di pipi.
“Mas is kok malah begini, orang aku mau pijitan kamu,” protes Khanza ingin melepaskan diri sayang Antonio tidak memberikannya.
“Begini dulu sayang, posisi seperti membuat mas merasa tenang dan nyaman,” ujar Antonio.
“Kumat lagi manjanya suamiku,” ledek Khanza tersenyum menjawil hidung mancung suaminya.
“Honey gimana princess udah tenang, engga nangis lagi kan?” Tanya Antonio khawatir dengan keadaan putrinya itu.
“Princess sudah kembali ceria mas, tadi diajak abang Arcell sama Ghani main ditaman,” beritahu Khanza.
“Syukurlah honey, mas lega dengarnya. Tapi mereka bersama bodyguardkan.”
“Iya mas, tadi ditemani kak Alvaro dan Edward.”
“Mas aku mau tanya, tadi kenapa kamu biarin Rey dihukum sama abang Arcell,” ujar Khanza menatap tajam suaminya.
Antonio malah menatap kearah lain untuk menghidari tatapan sang istri.
“Iya sayang mas paham. Maaf mas tadi mengatakan seperti itu. Mas hanya tak suka jika princess kita ketakutan mendengar suara keras abang Rey,” ucap Antonio.
“Memang betul mas, princess takut. Tapi tadi princess juga merasa bersalah, princess berpikir jika abang bicara keras terhadapnya karena memang kesalahannya. Rey juga mau minta maaf pada princess. Tapi aku tetap ngga suka jika ada masalah sepele seperti ini harus dihukum. Kamu tahukan jika Rey tidak suka dengan olahraga push-up, kamu mau salah satu anak kita sakit hanya gara-gara dihukum.”
Antonio seketika menggeleng, “Apa Rey sakit honey?” Tanyan khawatir pada putranya itu.
“Tidak mas, Rey baik-baik saja. Tadi aku kekamarnya dan menyuapi makan karena sedari pagi Rey belum ada sarapan,” jawab Khanza.
Antonio merasa lega mendengar, jika sampai putra itu demam. Dia akan sangat merasa bersalah sebagai ayah.
“Jangan marah sama mas ya honey, mas benar-benar minta maaf soal tadi pagi,” melas Antonio menatap istrinya.
“Oke aku maafin mas, tapi lepasin aku dulu. Aku mau pijitan kamu, aku tahu mas pasti capek bangetkan,” pinta Khanza.
Antonio lalu membiarkan sang istri turun dari pangkuannya dan berdiri di belakang kursi memijit bahu dan kepalanya yang sedikit terasa pusing membaca banyaknya dokumen.
****
Follow ig aku yuk guys : @dianti2609
Bersambung. . .
Follow juga ya!!
Like, comennt, rate 5. jangan lupa gifts+vote nya.
Terimakasih💓