My Best Friend'S Daddy Is My Husband

My Best Friend'S Daddy Is My Husband
Episode 56



Antonio turun ke bawah tidak menggunakan lift. Di tangga Antonio melihat putrinya duduk di sofa ruang tengah yang memang berada dekat tangga. Dia melanjutkan turun kebawah secepatnya menghampiri putrinya.


"Re," sapa Antonio mendudukan dirinya di samping putrinya.


Bukan menyahut Rhea malah menunduk, ia merasa bersalah kembali.


"Heii, kamu kenapa sayang," Antanio memegang dagu putrinya agar mau menatapnya.


"Dad, aku minta maaf ya,"


"Loh kok malah minta maaf, emang kamu punya salah apa sama dad?"


"Tadi-"


"Oh, yang tadi kamu surprise'in. Dad ga marah sayang, tadi itu dad mau cepat keatas soalnya Khanza kaya' ga nyaman tidur digendongan,"


"Aku kira dad marah,"


"Ngga sayang,"


Kedua ayah dan anak pun saling berpelukan. Antonio mejawil hidung putrinya dan mencium puncak kepalanya dengan sayang.


.


Dalam kamar, Khanza membuka mata perlahan dan menatap sekitarnya. Ternyata dirinya berada dikamar sang pria tua. Khanza melihat jam dinding, sebentar lagi akan masuk waktu maghrib. Ia pun masuk ke dalam kamar mandi, membersihkan diri dengan memakai sabun dan sampo pria.


Setelah membutuhkan waktu 20 menit untuk membersihkan dirinya, Khanza melaksanakan sholat maghrib seorang diri. Selesai itu, dia menuruni tangga dengan pelan.


Khanza melihat ayah dan anak yang saling bercanda dan tertawa bersama. Dia memandangi sebentar, tapi tidak menghampirinya. Ia memang sengaja membiarkan keduanya dan dia pergi melangkah menuju dapur.


"Bibi," sapa Khanza, Bi Inahya menoleh dan tersenyum melihat orang yang dirindukannya.


"Neng Khanza, bibi kangen," Bi Inahya memeluk wanita yang sangat dirindukannya.


"Em, bi sesak. Bayi aku ke gencet," katanya pelan.


"Maaf neng, bibi gatau," ujar Bi Inahya.


"Ga apa-apa bi,"


"Neng, ngapain berada di dapur?"


"Aku mau masak bi,"


"No, sayang kamu ga boleh masak," seru Antonio yang berada dibelakang.


Khanza mendegar suara dikenalnya, langsung membalikan badannya. Antonio berjalan mendekat, meraih pinggang Khanza agar lebih dekat dengannya.


"Tapi mas, aku ga bisa diam saja. Aku pengen ngelakuin sesuatu, aku pengen masak buat kamu sama Rhea," protes Khanza, dia sekarang sudah terbiasa memanggil Antonio dengan sebuta 'Mas'.


"Ngga! Saya tidak mengijinkan kamu masak sebelum benar-benar pulih," tegas Antonio.


Khanza mendelik kesal kearah Antonio, "Dibilangi aku mau masak kok, aku bosan diam aja tanpa melakukan aktivitas, itu buat aku bete mas," keluhnya.


"Pilih duduk diam di meja makan atau diam di dalam kamar," putus Antonio memberi pilihan.


"Mas," protesnya.


"Pilih atau saya gendong," pungkas Antonio.


"Oke, aku pilih ke kamar. Puas!" teriak Khanza berjalan cepat dan menaiki tangga. Karena memang dia tidak kuat menaiki lift, kepalanya akab pusing jika menggunaka fasilitas itu.


Rhea yang tadi hanya diam melihat perdebatan keduanya menjadi panik, saat melihat Khanza berjalan begitu cepat. Tambah panik lagi ketika bumil tersebut menaiki anak tangga.


"Dad, cepat susul mama Khanza, sebelum naik tangga," seru Rhea panik menyadarkan daddynya yang malah diam tanpa bergerak.


"DAD!" teriak Rhea, setelah itu berlari menyusul Khanza yang tengah menaiki tangga sudah berada jauh diatas.


"Astaga, apa yang kulakuan," Antonio beristighfar.


"Cepat tuan, susul neng Khanza," ucap Bi Inahyah.


Antonio segera berlari menaiki tangga hingga sudah menyamai Khanza dan Rhea. Rhea membantu Khanza menaiki anakan tanggan perlahan-lahan.


"Sini re, biar dad gendong Khanza,"


"Aku gamau digendong," tolaknya.


Khanza memang merasa lelah, karena tadi dia baru saja menuruni tangga dan naik kembali. Kakinya terasa lemas sekali, tapi karna gengsinya dia tidak mau digendong oleh Antonio dan tetap memilih dibantu oleh Rhea. Sedang Antonio berjaga dari belakang saja.


****


Follow ig aku yuk guys : @antiloversn


Bersambung. . .


Follow juga ya!!


Like, comennt, rate 5. jangan lupa gifts+vote nya.


Terimakasih💓