
Akhirnya Antonio dan Satya tiba di gedung sebagai tempat penyiksaan. Tidak ada kata istirahat sebelum dua wanita jahat itu mendapatkan balasan dari perbuatan mereka. Sekarang jam sudah menunjukkan pukul 03:00 dini hari.
Mereka memasuki gedung tersebut, aura kemarahan dari Antonio sangat mendominasi. Suara hentakan sepatu terdengar nyaring di dalam ruangan tersebut. Salah satu bodyguard membukan pintu penyiksaan.
Prok
Prok
Prok
Antonio bertepuk tangan melihat wajah lemas kedua wanita yang di ikat di bangku, saling berbelakangan.
"Apa sekarang kalian berpura-pura agar saya membebaskan kalian?" tanya Antonio dengan bersedekap. Sedangkan Satya hanya diam dan mendengarkan.
'Sungguh kasian kedua wanita malang ini tak mengetahui gimana kejamnya seorang tuan Antonio. Bahkan sepertinya mantan istri tuannya ini juga tidak mengetahui kekejaman seorang Antonio Xaviaro Horison, makanya dengan berani berbuat jahat," batin Satya.
"Dimana tenaga kalian yang tadi menyiksa istriku? Ini baru beberapa jam setelah yang kalian lakukan tadi, dan lihatlah sekarang kalian sudah seperti orang yang tidak berdaya..." cemooh Antonio dengan tangan mencekik leher Laura.
"Arrghh... s...aa...k..ithhh.." lirih Laura terbata-bata, akibat kuatnya cekikan Antonio.
"Saya tak menyangka ternyata kamu selamat dalam kecelakaan pesawat, atau kau memang tidak ikut sebagai penumpang disana," ujar Antonio masih dalam intonasi suara rendah tapi menekan. Ia juga melepaskan cekikannya.
"Huuhh..." Laura menghela nafas sebentar sebelum bebicara. "Dad-"
PLAK
"Shut up! Jangan pernah panggil saya dengan sebutan itu. Karna kau tidak pantas lagi memanggilku itu, bagiku kau hanya wanita sialan. Dan kau juga tidak pantas menjadi seorang ibu untuk Rhea," terang Antonio.
"An maafin aku, kau memang benar aku tak pantas menjadi seorang ibu... Karna usaha ku mendapatkan mu sia-sia, dan apakah gadis murahan itu sudah meninggal. Kalau sudah aku-"
PLAK, kembali tamparan di dapatkan oleh Laura. Mendengar kalimat Laura membuat emosi Antonio sangat memuncak tangannya kembali mencekik leher Laura.
"Berani sekali kau mendoakan istriku. Ternyata kau memang perempuan yang tidak akan pernah berubah, kecuali kau mati... Dan kau," Antonio beralih pada Clara di belakang Laura.
"Kau juga sama harus mati di tanganku... Wanita tidak tahu diri, mama saya sudah berbaik hati mengajak kau tinggal di mansion kami, dan kelakukan mu sama saja seperti wanita ini. Kalian benar-benar wanita SIALAN!!!" teriak Antonio meluapkan emosi dalam dirinya.
Untuk pertama kalinya Laura melihat aura kemarahan dalam diri Antonio. Karena biasanya Antonio akan mengontrol amarahnya, bahkan Antonio tidak pernah memukulnya. Tetapi sekarang pria di depannya berubah seperti monster yang siap menerkamnya.
Satya dengan segera mengambil cambukan, lalu menyerahkan pada tuannya. Ia juga segera melepaskan ikatan pada kedua kaki mereka. Menyeret keduanya agar duduk di lantai.
CTAK
CTAK
CTAK
PLAK
BUGH
BUGH
PLAK
Cambukan, pukulan, tendangan dan jambakan Antonio lakukan pada kedua wanita yang sudah sangat lemah. Bahkan kedua hanya terbaring di lantai.
Darah pun menetes di lantai yang sudah berbau anyir nan pekat. Baju kedua wanita itu sobek dimana-mana, rambut keduanya berantakan. Kondisi keduanya terlihat sangat menyedihkan, tetapi Satya malah menatap biasa saja, karena menurutnya itu pantas di dapatkan oleh keduanya.
Kepala Laura di dongakan Antonio dengan kasar. Laura menatap sayu pada Antonio, seolah memohon untuk di bebaskan dengan tanpa suara. Tenggorokannya begitu sulit untuk berbicara...
"Jangan harap saya akan membebaskan kalian, cuih..." tanpa perasaan Antonio meludahi wajah Laura.
****
Follow ig aku yuk guys : @antiloversn
Bersambung. . .
Follow juga ya!!
Like, comennt, rate 5. jangan lupa gifts+vote nya.
Terimakasih💓