My Best Friend'S Daddy Is My Husband

My Best Friend'S Daddy Is My Husband
Season 2. 56



Setelah Rey sudah bangun, tugas Khanza tetap belum selesai karena princess dan suaminya masih tertidur pulas.


“Yaampun kenapa mereka sangat menggemaskan sekali,” ucap Khanza tersenyum.


Khanza mempunyai sebuah ide, wanita dengan empat putra dan satu orang putri itupun membangunkan putri dan suaminya dengan menciumi wajah keduanya.


Antonio dan Queen mulai terusik dari tidurnya. Antonio lebih dulu membuka matanya lalu menolehkan kepalanya kesamping kanan dan melihat wajah istrinya yang tengah tersenyum menatapnya.


“Ayo bangun mas, sebentar lagi Rhea sampai loh. Masa kamu ngga mau menyambut kedatang Rhea dan Leo serta cucu kita.” Tuturnya.


“Cepat sekali honey, mas masih mengantuk,” serak Antonio karena baru bangun tidur. Apalagi tadi malam ia bermain bersama dengan Rey dan Queen karena keduanya telah berbaikan.


“No ini tidak cepat mas, ini sudah mau jam 8 loh,” ujar Khanza.


Khanza melihat putrinya yang belum membuka matanya masih tidur dengan nyamannya.


“Princess bangun yuk sayang, kak Rhea sama Leo datang loh sayang hari ini dan Raffa. Kamu engga mau menyambut mereka?” Ucap Khanza bertanya.


Walaupun mata masih terpejam, tetapi telinganya mendengar apa yang diucapkan oleh mommynya. Seketika mata Queen terbuka dan mengucek matanya yang baru bangun tidur.


“Princess matanya jangan dikucek kuat sayang,” kata Antonio memberitahu princessnya.


“Engga kok dad,” jawabnya.


“Mom! Apa bener yang tadi dikatakan mom kalau kak Rhea bakalan datang hari ini?” Tanya Queen memastikan bahwa perkataan mommy benar.


“Iya benar sekali sayang, sebentar lagi mereka datang. Ayo sekarang Queen mommy mandikan.” Queen mengangguk dan mengangkat tangan meminta digendong.


“Uluh manjanya princess mom dan dadd,” ujar Khanza meledek princessnya. Khanza menggendong princessnya dan keluar dari kamar mereka membawa princess masuk ke dalam kamarnya sendiri yang berada ditengah kamar putra kembarnya.


Tugas memandikan princess dan memakaikan pakaian serta mendandaninya sudah selesai. Khanza juga menyuruh putrinya agar turun ke bawah duluan, karena takutnya Rhea dan Leo serta Raffa malah sudah datang.


Kini tugas untuk melihat suaminya di kamar mereka, mengeceknya apakah sudah mandi atau belum. Sesampai di kamar, Khanza melirik ke ranjang kosong tidak ada orang. Berarti suaminya masih berada di dalam kamar mandi. Tugasnya menyiapkan pakaian untuk dipakai sang suami.


Hari ini adalah hari minggu, yang artinya suaminya tidak bekerja. Maka Khanza akan menyiapkan setelan pakaian santai untuk dirumah.


“Honey,” panggil Antonio baru saja keluar dari dalam kamar mandi.


Namanya yang dipanggil, Khanza membalik badan dan mendapati suaminya sudah berada di belakangnya. Jarak mereka pun sangat dekat, Khanza yang merasakan tetesan air mengalir diwajahnya pun dibuat sadar, lalu melihat rambut suaminya yang masih basah belum gosok dengan handuk oleh suaminya.


“Mas rambutnya masih basah ituloh, kok engga digosok dengan benar sih,” sungut Khanza, menyadarkan Antonio dari jarak mereka yang sangat dekat.


Antonio tersenyum, “Sengaja honey, biar kamu yang mengeringkan rambutku ini,” katanya tanpa berdosa sedikitpun.


Khanza mengambil handuk yang dikalungkan di leher Antonio. Lalu menggosokan di rambut suaminya sampai setengah kering. Dilanjut mengeringkannya dengan menggunakan hair dryar agar cepat, setelah itu Khanza mengoleskan minyak rambut khusus pria dirambut suaminya dan menyisir untuk merapikannya.


“Selesai mas, sekarang kamu tinggal berpakaikan saja lagi,” ujar Khanza yang baru sadar kalau sedari tadi sang suami hanya berhandukan saja yang melilit pinggangnya.


“Terimakasih honey.” Antonio berdiri dan mencium bibir sang istri.


“Sama-sama mas ku, sekarang aku mau mandi dulu,” ucap Khanza dan berlalu masuk ke kamar mandi.


Tidak berapa lama Khanza keluar dari dalam kamar mandi dengan pakaian lengkap. Sekarang Khanza tinggal menyisir rambutnya dan memakai skincarenya.


“Ayo mas kita kebawah, sepertinya mereka sudah datang,” ucap Khanza karena jam sudah menunjukkan pukul 8 lewat sepuluh menit.


Antonio bergandengan turun menggunakan lift. Sesampai di bawah keduanya mendengar suara orang-orang tengah berbicara dan tertawa seru. Mereka berdua mendekatinya dan ternyata disana sudah ada Rhea, Leo dan Raffa berserta Oma Hanira, Mami Papi Leo, Vinno dan Naila berserta anak-anak.


“Maaf kami telat turunnya,” ucap Khanza kepada semuanya.


Rhea berdiri ketika mendengar suara mommynya.


“Mommy, aku kangen banget sama mom,” pekik Rhea melangkah cepat memeluk Khanza.


“Hanya dengan mommy, daddy tidak dirindukan ternyata,” ucap Antonio berbicara.


“Mana mungkin Rhea tidak merinduka dadd. Rhea merindukan kalian berdua sekaligus,” kata Rhea memeluk keduanya bersamaan.


Mereka yang masih duduk ditempat masing-masing tertawa bahagia melihat keduanya.


“Sudah cukup pelukannya, sekarang kita sarapan bersama,” ucap Antonio, melepaskan pelukan mereka dan mengambil duduk di kursi tengah menggantikan papanya yang lagi tidak berada di mansion.


Mereka pun sarapan dengan tenang, tanpa ada yang berbicara satupun.


****


Follow ig aku yuk guys : @dianti2609


Bersambung. . .


Follow juga ya!!


Like, comennt, rate 5. jangan lupa gifts+vote nya.


Terimakasih💓