
Antonio mengetuk pintu kamar Rey kemudian memanggil nama putranya beberapa kali. Namun tak mendengar sahutan dari dalam kamar, Antonio memegang gagang pintunya dan mencoba membuka, yang ternyata pintunya tak dikunci.
Antonio sedikit heran, tumben sekali putranya tidur dengan lampu kamar menyala. Setahunya anak-anaknya selalu tertidur dalam keadaan lampu kamar mati atau mereka tidak akan bisa tidur jika lampu kamar masih menyala.
Disana di ranjang Rey sudah tertidur pulas dengan sebuah bingkai foto dalam pelukan. Antonio mengambil foto itu perlahan agar putranya jangan sampai terbangun. Antonio menaruh diatas nakas.
Antonio beralih menatap putranya, terdapat bekas air mata yang belum mengering. Ia mengusap pipi putranya perlahan. Lalu mencium kening sang putra.
“Jangan sakit ya nak, kita harus kuat menghadapi cobaan ini. Mungkin allah lebih menyayangi mommy, kita sama-sama mencoba untuk mengikhlaskan kepergian mommy, yang sejujurnya daddy pun sama belum bisa ikhlas, tetapi dad akan mencobanya...”
Setelah mengatakan itu Antonio beranjak pergi keluar dari kamar Rey. Sekarang Antonio mengunjungi kamar putranya Ghani. Ia melakukan hal yang sama yaitu mengetuk pintu terlebih dahulu.
Tokk... tokk...
“Masuk saja pintunya tidak dikunci,” sahut Ghani yang tengah duduk bersandar di kepala ranjang, sambil membaca sebuah buku tentang kedokteran.
Antonio langsung masuk setelah mendapatkan sahutan. Antonio mengambil duduk di tepian ranjang Ghani.
“Ada apa dad?” Tanya Ghani menatap daddy nya.
“Dad hanya ingin melihat keadaan mu,” jawab Antonio.
“Keadaan ku tidak baik-baik saja dad, aku ingin mommy disini. Aku masih belum bisa mengikhlaskan kepergian mommy secepat ini. Menurutku semua seperti mimpi buruk bagiku,” tutur Ghani.
“Dad paham nak, daddy juga merasakan hal yang sama seperti mu. Tapi sayang ini semua adalah nyata, kita lewati ini bersama-sama ya nak, mengikhlaskan kepergian mommy. Ada princess yang masih harus kita jaga...”
“Apa princess mengamuk kemaren dad?”Antonio menganguk..
“Lalu gimana keadaan princess, apa princess masih dirawat dirumah sakit?” Lanjut Ghani bertanya lagi, memang Ghani tak melihat Antonio pulang bersama Queen.
“Keadaan princess sudah lebih baik dari kemaren, princess sekarang ada dikamarnya. Tadi sore sudah diperbolehkan pulang sama uncle mu Vinno. Karena princess ingin ke makam mommy, jadi singgah dulu kesana.”
Mendengar perkataan daddy nya bahwa sang adik sudah membaik. Ia bersyukur, kemaren saat selesai proses pemakanan dan mendoakan sang mommy. Ia langsung pergi menuju ke rumah sakit, ingin melihat keadaan adiknya. Sampai di rumah sakit, ia bergegas menuju ruang rawat sang adik dan mendengar adiknya mengamuk. Bukannya masuk kedalam ia malah tetap berdiri diluar. Saat melihat kedatangan daddy dan uncle nya, ia bersembunyi di balik tembok.
“Ehem! Boleh dad tahu buku apa yang kau baca?” Kali ini Antonio yang bertanya.
Ghani menutup buku yang dibacanya dan menujukkan buku itu pada daddy nya.
“Kedokteran! Kau ingin mengambil kuliah dimana, di luar negeri apa tetap Indonesia saja?”
“Rencana aku ingin disini saja dad, tapi jika aku diterima di universitas luar negeri. Mau tak mau aku harus kesana, tapi aku masih mempertimbangkannya akan pergi kesana atau tidak jika keterima.” Jawabnya.
“Dad mengerti, kau pasti sulit untuk berpisah dengan princess kan...”
Ghani mengangguk, perkataan daddy nya sangat benar. Inilah mengapa dia harus mempertimbangkan untuk kuliah di luar negeri.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dikamar lainnya, Arcell membaringkan penuh kehati-hatian gadis kecil kesayangannya. Lalu menyelimuti sebatas dada.
Sebelum pergi keluar dari kamar princess nya, tak lupa memberikan kecupan di kening, barulah ia benar-benar keluar.
“Hiks hiks jangan pukul mommy ku!”
Queen terus mengigau dan meracau tentang kejadian yang lalu. Dimana dengan mata kepalanya sendiri gadis itu menyaksikan kedua orang jahat itu menyiksakan mommy nya dan dirinya bergantian.
Antonio yang barus saja membuka kamar putrinya, terkejut mendengar suara putrinya yang memanggil nama mommy nya. Antonio berjalan cepat mendekati ranjang..
“Sayang, bangun nak..” Antonio menepuk pelan pipi putrinya dan menggoyangkan lengan putrinya untuk membangunkan.
“Mommy, mommy, mommy,” igaunya memanggil terus-terusan.
“Sayang bangun!” Antonio terpaksa mengeraskan suaranya dan mengoyangkan kuat lengan putrinya agar terbangun.
Akhirnya Queen terbangun dan menatap sendu Antonio.
“Daddy hiks, orang itu jahat... Dia pukul aku sama mommy bergantian hiks, sakit!”
Antonio mendekap putrinya yang menangis sesegukan setelah mengigau.
“Husst! Jangan mengingat itu lagi sayang, lupa kejadian itu,” ucap Antonio mengecup kepala putrinya.
Queen hanya bisa mengangguk dan terus menangis sampai tertidur dalam dekapan Antonio. Antonio mendengar dengkuran halus, lalu menunduk untuk memastikan. Benar saja putrinya sudah tertidur kembali. Antonio memindahkan kepala putrinya ke bantal, agar kepalanya nyaman.
“Good night sweetheart, tidur yang nyenyak, jangan mengingat kejadian itu. Mimpi yang indah,” ujar Antonio.
Baru saja Antonio berbalik ingin keluar dari kamar putrinya menahan tangannya.
“Jangan pergi,” guman Queen padahal matanya terpejam.
“Oke daddy akan menemani mu tidur....”
Antonio akhirnya menemani putrinya tidur, sambil tangan menepuk punggung putrinya lembut. Antonio melakukan hal yang sering dilakukan Khanza saat menemani Queen yang tidak bisa tidur.
...****************...
Guys! Ayo guys join grup!!!
Guys baca karya baru aku yuk judulnya "YOU'RE MINE, SERRA"
Follow ig aku yuk guys : @dianti2609
Bersambung. . .
Follow juga ya!!
Like, comennt, rate 5. jangan lupa gifts+vote nya.
Terimakasih💓