My Best Friend'S Daddy Is My Husband

My Best Friend'S Daddy Is My Husband
Episode 52



Antonio dengan setia menggenggam tangan Khanza. Tidak sadar bahwa dia ketiduran dengan tangan wanitanya masih digenggam, kepalanya berbantalkan lengan tangan satunya.


Khanza terbangun saat merasa tenggorokannya kering. Dia merasakan tangan seperti berat untu digerakan, matanya pun menoleh kesamping kanan. Mendapati Antonio tertidue begitu lelapnya, ingin membangunkan tetapi tidak tega. Mengambil sendiri pun, tangannya tidak sampai. Dengan terpaksa dia harus membangunkan Antonio, karna dirinya sangat haus. Apalagi rasanya dia ingin pipis juga.


"M-mas," seru Khanza pelan membangunkan Antonio.


Tetapi Antonio tetap belum membuka matanya. Khanza berpikir, bagaimana caranya agar pria tua ini bisa bangun. Khanza dengan pelang mengangkat tangannya yang di infus, lalu mencubit tangan Antonio yang masih menggenggam tangannya.


"Eung," bukannya kesakitan Antonio malah berguman.


"M-mas, bangun! Aku haus," lirih Khanza.


Seketika itu Antonio membuka matanya dan mengumpulkan nyawa nya. Gerakan tangan Antonio mengambi gelas berisi air diatas nakas. Membangunkan Khanza perlahan, menaikan berangkarnya agar bersandar. Barulah memberikan air minum ketangan Khanza, langsung ditegak sampai habis tanpa tersisa.


"Haus banget sayang," ujar Antonio


"Banget! Mas, aku mau pipis udah ga tahan," ucap Khanza, dengan gerakan cepat Antonio menggendong masuk ke toilet. Infus dipegang oleh Khanza sendiri.


Antonio menurunkan Khanza tepat di closet dan tetap berdiri didepan gadisnya, menungguinya. Khanza mengkerutkan kening, karna pria tua didepannya belum juga pergi. Bagaimana dirinya mau pipis kalau begini.


"Mas, ngapain masih berdiri disini. Aku mau pipis," kata Khanza.


"Pipis aja sayang, saya tungguin," balas Antonio.


"Dasar mesum... Mas keluar, aku mau pipis," teriak Khanza.


"Oke, saya keluar. Tapi kasih tahu saya jika sudah selesai," Antonio mengalah menunggu diluar.


"Udah selesai," teriak Khanza dari dalam.


Antonio langsung masuk ke dalam, kembali menggendong Khanza dan merebahkan di berangkar. Menyelimuti sebatas dada.


"Good Night bumil," Antonio mengecup kening wanitanya.


Khanza membalas dengan tersenyum. Lalu memejamkan mata, hingga tertidur. Sedangkan Antonio duduk di sofa, melihat jam di handphonenya sudah menunjukkan pukul 01:00. Sebelum membaringkam tubuh, Antonio mengecek handphone. Takut ada email yang masuk, tetapi ternyata tidak ada. Berarti pekerjaan dihandle dengan baik oleh asisstennya.


Setelah it barulah Antonio membaring tubuh di sofa rumah sakit yang lumayan panjang. Dengan kedua lengan tangan dia lipat ke belakang, untuk menjadi bantalan.


.


.


Keesokan harinya di mansion, Rhea berencana tidak akan sekolah hari ini. Karena dia ingin pergi ke rumah sakit untuk mengetahui keadaan sahabatnya.


Selesai masak barulah Rhea membersihkan tubuhnya dan bersiap-siap pergi ke rumah sakit. Saat membuka pintu utama mansion, dirinya terkejut dengan adanya Leo didepannya.


"Leo, kamu ngapain kesini?" tanya Rhea.


"Mau jemput kamu, berangkat bareng kesekolah," jawab Leo.


"Maaf, hari ini aku ga sekolah dulu. Aku ma ke rumah sakit," ucap Rhea.


"Rumah sakit! Siapa yang sakit re?" tanya Leo begitu penasaran.


"Eung, Khanza sakit," cicit Rhea.


"Khanza? Kamu udah ketemu sama Khanza ya," ujar Leo.


"Iya aku udah ketemu," bales Rhea.


"Kalau gitu aku ikut ya ke rumah sakit," kata Leo.


"Tapikan kamu mau sekolah. Orang udah pakai seragam gitu," tunjuk Rhea ke seragam yang dipakai oleh Leo.


"Aku bolos," pungkas Leo.


"Tapikan-"


"Udah gausah mikir macam-macam, aku ga apa-apa. Lagian aku juga mau tahu keadaan Khanza. Ayo!" seru Leo sudah duduk di motornya.


Dengan terpaksa Rhea menerimanya dan pergi bersama Leo. Naik motor lagi, dia sekarang mulai suka naik motor. Tetapi dia takut jika ketahuan sama daddy nya, sudah beberapa kali naik motor. Maka habislah dirinya...


****


Follow ig aku yuk guys : @antiloversn


Bersambung. . .


Follow juga ya!!


Like, comennt, rate 5. jangan lupa gifts+vote nya.


Terimakasih💓