
Selama perjalanan pulang ke mansion. Queen tidak berhenti menangis. Alvaro melihat dari kaca spion yang ada dalam mobil, bingung harus melakukan apa. Handphone Alvaro yang berada dashboard berdering, muncul nama ‘Tuan Antonio’ ia lantas mengangkat telpon dari majikannya.
“Alvaro apa kau bersama Alesha sekarang?” Tanya Antonio terdengar panik di seberang telpon.
“Iya tuan nona bersama saya, kami akan pulang ke mansion.” Kata Alvaro menjawab melalui telpon.
“Sebentar lagi saya akan pulang. Jaga Alesha jangan sampai keluar mansion tanpa pengawasan.” Perintah Antonio.
“Baik tuan..”
“Apa Alesha sedang menangis?”
“Iya tuan...”
Setelah mendengar jawaban Alvaro. Diseberang sana Antonio memutuskan sambungan telpon. Pria paru baya itu menghela nafar kasar memikirkan putrinya yang tengah salah tentang kejadian tadi.
Antonio memejamkan matanya kepalanya terasa pening. Masalah terus saja bermunculan..
“Andaikan kamu masih ada disini sayang. Masalah seperti ini tidak akan terjadi,” gumam Antonio tak menyadari seorang wanita rekan bisnis masuk ke ruangannya bersama dengan sekretarisnya.
“Eum, maaf pak atas kejadian tadi. Saya benar-benar tidak sengaja, putri bapak pasti sudah salah paham. Saya bersedia menjelaskan pada putri pak Antonio bahwa yang tadi hanya kesalahpahaman,” tutur Elisa sedari tak tenang, makanya wanita belum pergi dari kantor Horison sebelum menemui Antonio rekan bisnis untuk meminta maaf.
Antonio yang mendengar penuturan rekan bisnis yaitu Elisa. Memicingkan mata melihat perempuan itu.
“Tidak perlu, biar saya saja yang menjelaskan pada putri saya. Lebih baik anda segera pergi dari kantor saya, karena meeting kita telah selesai sedari tadi. Jika tidak ada kepentingan jangan datang ke kantor saya,” tegas Antonio meminta rekan bisnis segera keluar dari kantornya.
“Baik pak Antonio! Sekali saya memohon maaf atas kejadian tadi,” ucap Elisa lalu keluar dari ruangan Ceo bersama Nada sekretaris Antonio.
“Nada panggilkan Satya, suruh dia keruangan saya sekarang,” titah Antonio pada sekretarisnya.
“Baik tuan.” Sahut Nada.
Nada mencari Satya dan menyuruh lelaki itu segera pergi keruangan Antonio.
“Ada apa tuan memanggil saya?” Tanya Satya yang sudah berdiri dekat meja Antonio.
“Meeting kali kamu saja yang memimpin, saya akan pulang sekarang menemui putri saya. Ada sedikit masalah tadi yang menyebabkan kesalahpahaman,” papar Antonio.
“Apa Arcell ada diruangannya?” Tanya Antonio.
“Tadi saya melihat ruangan tuan muda Arcell kosong. Seperti tuan muda sudah pulang tuan,” jawab Satya, memang tadi ia mau menemui Arcell meminta tanda tangan pria itu.
“Itu saja yang saya sampaikan, kau boleh keluar sekarang,” ujar Antonio. Satya mengangguk lantar keluar dari ruangan Ceo.
Antonio berdiri dari kursi kebesaran, saat mau mengambil sesuatu diatas meja dekat sofa. Antonio melihat sebuah paper bag, penasaran dengan isi dalam paper bag tersebut. Antonio membukanya dan melihat rantang makanan di dalamnya.
“Pasti tadi kamu mau makan siang bareng daddy. Maaf sayang udah buat kamu salah paham, daddy akan pulang sekarang dan menjelaskannya...” gumamnya.
Antonio melangkah keluar dari ruangan dan berhenti depan meja Nada sekretarisnya.
“Nada nanti tolong temani Satya saat meeting,” pinta Antonio berpesan pada sekretarisnya.
Nada mengangguk, “Baik pak,” jawabnya.
Antonio melanjutkan langkahnya memasuki lift. Antonio berada dalam mobil dan menjalankan menuju mansion menemui putrinya untuk menjelaskan kesalahpahaman yang terjadi.
...****************...
Guys! Ayo guys join grup chat antiloversn!!!
Guys baca karya baru aku yuk judulnya "YOU'RE MINE, SERRA dan ISTRI SIMPANAN”
Follow ig aku yuk guys : @dianti2609
Bersambung. . .
Follow juga ya!!
Like, comennt, rate 5. jangan lupa gifts+vote nya.
Terimakasih💓