
Satu bulan kemudian.
Tidak kerasa sudah satu bulan lamanya Antonio berada di Indonesia. Setelah kepulangan Ray dari rumah sakit dua minggu lalu, Antonio telah membicarak tentang ia yang harus kembali lagi ke Jerman menemani Andreas dan Erina serta menjalankan bisnisnya disana.
Awalnya semua orang tidak setuju dengan dirinya yang harus balik ke luar negeri. Tapi dengan berbagai alasan yang dijelaskannya, akhirnya mau tidak mau semua orang terpaksa memnyetujuinya. Bahkan Vinno sempat menawarkan agar dirinya saja menemani Andreas dan Erina. Tapi permintaan di tentang oleh Antonio tidak memyetujuinya. Karena rumah sakit milik mereka sepenuhnya adalah tanggung jawab Vinno sebagai pimpinan.
•
Di pagi hari yang cerah ini, semua anggota keluarga Horison sudah berkmupul di meja makan untuk menikmati sarapan mereka. Queen begitu tidak selera dengan sarapan di depannya, yang membuat tak selera makan adalah saat tahu jika hari ini daddynya akan balik ke luar negeri.
"Dek kok makannya cuman di liatin aja," tegur Rey yang memang berada di sebelah Queen.
"Lagi gak selera makan bang," jawab Queen.
Antonio lantas menatap putrinya dan piring yang masih banyak makanannya. Antonio beralih pada Rey memberi kode agar bertukar tempat. Rey yang paham maksud daddynya menggeser kursinya dan berpindah ke tempat daddynya.
Sekarang Antonio duduk bersebelahan dengan putrinya. Queen malah melirik ke arah lain, Queen tidak mau menatap daddynya yang nanti malah membuat menangis. Sedangkan semua orang hanya bisa memperhatikan saja, karena mereka paham, princess mereka sangat sulit melepas kepergian daddy.
"Sayang hadap ke daddy." Queen menggeleng tak mau.
Antonio yang merasa putrinya tidak akan mau, lantas ia bertindak mengangkat putrinya duduk kepangkuannya.
"Hiks, aku engga mau daddy pergi. Kalau daddy pergi aku mau ikut hiks," ucap Queen lirih dalam dekapan Antonio.
"Princess kan masih harus sekolah sayang, bentar lagi kan mau lulus," ujar Antonio lembut.
"Hiks terus kenapa daddy gak tunggu aku lulus dulu. Lalu kita bersama-sama kesana, aku juga merindukan opa oma."
Antonio menghela nafas, sepertinya dia memang harus memcari alasan yang bisa membuat putrinya mau melepaskan kepergiannya. Kalau begini bisa-bisa penerbangan batal hari ini.
"Sayang opa sama oma butuh daddy buat nemani mereka. Kalau nunggu kamu lulus kelamaan sayang. Princess gak kasihan sama opa oma sendirian disana hem!?"
Queen malah mendongak menatap daddynya dengan mata memerah karena menangis.
"Hiks tapi daddy janji, harus pulang entah itu satu bulan sekali. Pokoknya daddy harus pulang," ucap Queen meminta Antonio berjanji.
"Daddy akan usahakan sayang," ucap Antonio mengecup kening Queen.
"Sekarang princess makan daddy suapin, nanti ikut antar daddy ke bandara."
Sampai dalam mobil pun Queen tetap tidak mau lepas dari Antonio sedikitpun. Maka dari itu Antonio memangkunya, keluar dari mobil Queen memeluk lengan Antonio berjalan memasuki bandara.
"Kalian berlima harus jagain princess dengan ketat. Jangan sampai lengah sedikitpun pada adik kalian ini. Doakan juga untuk kesembuhan opa kalian," ujar Antonio.
"Buat Arcell, daddy gak mau lagi dengar kamu main fisik ke princess ataupun ke yang lainnya, sampai daddy tau kamu main fisik kepada saudara mu yang lain. Bersiap mendapatkan hukuman dari daddy, ini peringatan untuk mu," tukas Antonio.
"Sayang jaga dirimu baik-baik ya, daddy akan usahakan pulang satu bulan sekali seperti keinginan mu. Daddy pasti akan meridukan kan mu dan semua abang-abang mu."
Queen mengeratkan pelukannya, Antonio menciumi wajah putrinya yang akan sangat dirindukannya. Cukup lama berpelukam Queen melepaskan pelukannya, bergantian dengan para-para abang-abangnya yang juga ingin memeluk daddynya.
Suara pemberitahuan bahwa pesawat akan segera take off. Antonio harus segera masuk ke dalam pesawat.
"DADDY!" teriak Queen terakhir kalinya dengan diiringi tangisan.
Arcell meredam tangisan princessnya dengan cara mendekapnya.
"Bang mending princess digendong aja," saran Arsen.
"Bener kata bang Arsen, bang!" sambung Abian.
Queen terpaksa harus Arcell gendong karena sepertinya princess lemas, karena terus-menerus menangis. Sepertinya malam ini princess mereka akan mengalami demam akibat tangisan yang belum berhenti.
Tapi entah berapa lama Queen menangis akhirnya juga tertidur di perjalanan pulang. Arcell mendengar dengkuran kecil dan sesekali terdengar sesegukan.
"Ketahuilah abang sangat menyesal telah menampar mu kemarin. Rasanya abang tidak bisa melupakan perbuatan abang sendiri," kata Arsen berbisik, hampir tidak akan terdengar.
"Abang dan yang lainnya akan menjagamu sayang." Arcell memberikam usapan lembut pada kepala princessnya. Membuat princessnya tambah nyaman dalam tidurnya.
...**TAMAT...
Inilah akhir dari cerita "My Best Friend'S Daddy Is My Husband". Author meminta maaf jika masih ada kesalahan dalam penulisan cerita ini.
Author mengucapkan banyak terimakasih kepada para readers yang sudah meluangkan waktu untuk membaca karya antiloversn.
Untuk para readers, jangan khawatir karena author sudah menyiapkam saquel kelajutan dari cerita ini hanya saja belum di update. Tapi para readers bisa menikmati karya lainnya untuk kalian baca. Silahkan cek di karya contribute!
Jangan lupa dukungan kalian, like, comemt, gifts+votenya!💞**