
Setelah menyelesaikan mandinya, Antonio terlihat lebih segar. Secepatnya keluar berjalan menuju ruang operasi, untuk mengetahui keadaan istrinya.
Antonio sampai di ruang operasi bertepatan dengan Aditya yang juga baru saja datang. Ketika tadi di telpon oleh Satya, pria itu langsung menancapkan gas mobil ke rumah sakit.
"An, siapa yang sakit?" tanya Aditya ketika melihat sahabatnya yang tadi di kiranya sakit malah baik-baik saja.
"Khanza, istriku lagi berjuang di dalam sana antara hidup dan matinya," lirih Antonio bersuara pelan, sejujurnya dia tak sanggup mengatakannya.
"Apa yang terjadi," ujar Aditya.
Tiba-tiba keluar salah satu perawat dari dalam ruangan operasi. "Maaf pak, apakah keluarga dari pasien yang akan mendonorkan darah sudah datang?"
"Dit, tolong donorkan darah mu untuk istriku," ucap Antonio.
"Memang golongan darah Khanza apa?" tanya Aditya.
"O Rhesus Negatif," singkat Antonio menjawabnya.
Lalu Aditya mengikuti suster menuju ruang pengambilan darah. Selesai dengan pengambilan darah Aditya kembali lagi bergabung dengan Antonio dan Satya.
Hingga tak berapa lama terdengar suara tangisan bayi di dalam ruang operasi.
Oeek... Owekk..
Seketika itu Antonio langsung berdiri, "Itu itu, suara bayikan. Telingaku tak salah dengarkan?"
"Tidak An, kau benar itu suara tangisan bayi," timpal Aditya.
"'Syukur Alhamdulillah bayiku," Antonio meneteskan air matanya.
"Selamat tuan, akhirnya anda menjadi ayah dari darah daging anda sendiri," kata Satya memberi selamat, tetapi tidak dengan Aditya yang merasa bingung dengan perkataan Satya.
"Maksud mu, baru menjadi ayah dari daging sendiri itu apa, sedangkan kau tahu sendiri bahwa Antonio telah memiliki anak sebelumnya yaitu Rhea," kata Aditya terheran-heran.
"Nanti saya ceritakan dit, kalo waktunya sudah tepat," balas Antonio.
Kedua orang perawat keluar membawa bayi di dalam gendongan masing-masing.
"Tuan jika ingin memgadzani kedua putra anda, silahkan di ruang inkubator saja," jelas salah satu perawat.
"Tapi gimana keadaan istri saya?" tanya Antonio.
"Kami akan tunggu disini An, lebih baik kau adzani kedua putra mu," tukas Aditya.
Antonio mengangguk segera pergi mengikuti kedua perawat tersebut. Ya, di sinilah sekarang kedua bayi berada di dalam inkubator. Antonio merasa sedih melihat kedua putranya harus di lahirkan sebelum waktunya. Tetapi ia juga merasa lega karna keduanya selamat, tinggal menunggu bagaimana keadaan istrinya. Antonio berharap bahwa istrinya juga dalam keadaan baik-baik saja di dalam ruang operasi.
"Son, maafkan daddy tidak bisa menjaga bunda kalian, hingga kalian harus dilahirkan sebelum waktunya," lirih Antonio berkata setelah tadi mengadzani kedua bayinya.
"Son, daddy balik dulu ya. Kalian baik-baik di dalam sini. Dadd belum bisa memberi nama untuk kalian, sebelum bunda kalian sadar," sesudah mengatakan itu, Antonio keluar dari ruangan bayi.
.
"Gimana An, sudah selesai," ucap Aditya.
"Sudah dit... Apa tadi dokter sudah keluar?" tanyanya.
"Belum tuan," Satya lah yang menjawabnya.
Tak lama terdengar suara pintu di buka dari dalam, keluarlah dokter masih dengan pakaian operasi.
"Bagaimana dok, keadaan istri saya?" hadang Antonio langsung bertanya.
"Saya akan menjelaskan di ruangan saya," ujar dokter Fina.
Oh ya, yang mengoperasi Khanza adalah dokter Fina, dokter Fina tak sendiri melainkan di bantu oleh keponakannya yaitu dokter Dinda. Mereka berdua bekerja sama dalam operasi ini, dimana dokter Dinda adalah dokter kandungan, sedangkan dokter Fina sendiri adalah dokter bedah.
Antonio bergegas mengikuti dokter Fina menuju ke ruangannya, untuk mendengarkan penjelasan sang dokter wanita paruh baya itu.
****
Follow ig aku yuk guys : @antiloversn
Bersambung. . .
Follow juga ya!!
Like, comennt, rate 5. jangan lupa gifts+vote nya.
Terimakasih💓