
Cahaya matahari langsung menerobos masuk di celah gorden pintu balkon yang sedikit terbuka.
Tidur seorang gadis terusik oleh sinar matahari yang terik. Gadis itu membuka matanya, melihat jam dinding yang telah menunjukkan pukul setengah sepuluh.
“Aku kesiangan, mom-“
Queen yang ingin berteriak memanggil sang mommy, tenggorokannya rasanya tercekat, bola matanya sudah berkaca-kaca. Dia tidak sanggup jika mengingat bahwa sekarang tidak akan adalagi yang membantunya menyiapkan keperluan sekolah atau mengomelinya.
“Hiks mommy, aku rindu...”
Tiba-tiba pintu kamar Queen diketuk dari luar. Membuat gadis dengan cepat menghapus air mata di pipinya. Ia tak ingin orang melihatnya habis menangis.
Tokk... tokk...
“Pintunya tidak dikunci,” ujar Queen.
Yunia mendengar sahutan dari dalam langsung membuka pintu kamar nona Alesha.
“Maaf nona saya menganggu, saya kesini ingin melihat keadaan nona. Dari pagi nona belum turun kebawah, saya takut nona sakit. Jadi saya memutuskan untu mengecek ke kamar anda,” ucap Yunia sopan dan sedikit canggung. Karena ini kali pertama bagi berdekatan dengan nona Alesha sekaligus menjadi nannynya.
“Tidak papa mba, aku baik-baik saja. Mba tidak usah formal gitu bicara sama aku,” kata Queen tersenyum pada Yunia.
Queen memang memanggil pelayan yang umurnya dibawah 30 tahun dengan panggilan ‘Mba’ semua itu mommynya yang mengajarkan. Mommynya selalu mengatakan untuk menghormati orang yang lebih tua, meskipun orang itu pelayan sekalipun. Karena menghargai orang tidak harus memandang derajat orang tersebut.
“Eem, nona mau sarapan dibawah atau dikamar saja? Biar saya bawakan makanannya ke kamar..”
“Dibawah aja mba, aku mau mandi dulu..” Queen beranjak dari ranjang, baru saja kaki ingin masuk kamar mandi Yunia berbicara kembali.
“Nona saya siapkan pakaian buat nona ya,” ucap Yunia meminta izin dahulu pada majikannya.
“Eung, tapi aku bisa menyiapkannya sendiri kok mba,” ucap Queen ragu-ragu, padahal selama ini yang selalu menyiapkan pakaiannya adalah sang mommy. Tetapi Queen mengerti keadaan sekarang, ia akan mulai belajar mandiri.
“Nona mohon izinkan saya membantu anda.” Yunia malah memohon dengan menyantukan kedua tangannya.
Queen yang melihatnya langsung menghampiri Yunia dan melepaskan tautan tangan Yunia yang memohon.
“Mba jangan lakukan itu, mba tidak boleh seperti itu lagi. Aku tidak suka melihatnya,” tegur Queen dengan nada lembut seperti Khanza.
“Boleh ya nona saya membantu menyiapkan pakaian untuk nona,” lanjut Yunia bicara kembali sampai majikannya mengizinkan.
Queen menatap tak tega pada mba Yunia akhirnya mengangguk mengizinkan wanita itu membantunya.
“Terimakasih nona,” ucap Yunia memegang tangan Queen tanpa sadar.
Queen hanya membalas dengan senyuman.
“Eem kalau gitu aku mau mandi dulu mba...” Yunia mengangguk tapi belum melepaskan tangan Queen yang di genggamnya tidak kuat.
“Eung, mba bisa melepaskan tangan ku...” Setelah Queen berkata seperti itu barulah Yunia sadar bahwa sedari tadi dialah yang menahan nonanya.
“Maaf nona, saya sampai tidak sadar menggenggam tangan anda saking senangnya...” Yunia tersenyum kikuk dan segera melepaskan tangan nona Alesha dari genggamannya.
Setelah tangan terlepas, Queen langsung berjalan kearah kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Queen selesai mandi sekitar dua puluh menit, gadis itu mengenakan pakaian rumah yang telah disiapkan oleh Yunia, yang diletakan diatas ranjangnya.
Hari ini Queen terpaksa tak masuk sekolah gara-gara bangun kesiangan. Sebelum turun kebawah Queen mengecek kamar daddynya dan kamar abang kembarnya yang ternyata kosong melempong tidak ada orangnya. Sedangkan kamar kedua abangnya lagi, tidak di ceknya karena dia tahu kedua abang pasti sudah berangkat sekolah tadi pagi. Entahlah mengapa mereka tak membangunkannya.
Kalian pasti bertanya-tanya tentang keberadaan uncle Vinno, aunty Naila dan abang Abian berserta kak Rhea dan Leo serta keponakannya Raffa. Mereka tidak tinggal bersama lagi di mansion melainkan tinggal di rumah mereka masing-masing sekarang. Mereka sudah tidak tinggal bersama di mansion sudah lama sekitar tiga tahunan.
Karena tidak ada siapapun Queen akhirnya memilih turun kebawah untuk sarapan, sampai dibawah gadis itu melihat Eduard sang bodyguard.
“Paman Ed,” panggil Queen ketika Eduard yang berjalan hendak menuju keluar mansion.
Eduard mendengar namanya dipanggil langsung menoleh kebelakang dan mendapati nona Alesha berdiri beberapa meter darinya. “Ada apa nona?” Tanyannya.
“Eem apa paman melihat daddy atau abang kembar?” Queen balik bertanya.
“Setahu saya tuan muda Arsen tidak pulang semalam nona, kalau tuan muda Arcell dan tuan Antonio pergi bersma pagi-pagi sekali, tapi saya tidak mengetahui kemana mereka pergi” jawab Eduard membuat Queen menunduk kepalanya menyembunyikan air mata hampir menetes.
Queen bertanya-tanya ada apa dengan semua orang. Mengapa mereka membiarkannya sendirian dan tidak ada yang menemaninya satu orang pun. Dia butuh mereka untuk sekarang, baru tiga hari kepergian mommynya tapi sikap semua orang berubah padanya. Apa mereka melimpahkan kesalahan atas meninggalnya mommy padanya?
Eduard hanya menjawab yang diketahuinya saja. Karena Antonio menitipkan pesan pada Bi Inahya.
Queen mengangguk, lalu pergi begitu saja masuk ke dalam lift untuk kembali ke kamarnya. Ia tak menghiraukan mba Yunia yang memanggil-manggil dirinya.
“Nona mau kemana? Nona belum sarapan,” ujar Yunia memanggil Queen, perempuan itu juga berlari mengejar nonanya tapi pintu lift sudah tertutup.
Eduard berdiri disamping Yunia. “Apa benar nona Alesha belum sarapan?” Tanyanya pada perempuan disampingnya.
“Iya kak, nona belum sarapan. Tadi nona mengatakan akan sarapan dibawah,” jawab Yunia menyahut.
“Sebenarnya ada apa dengan nona kak Ed? aku melihat nona seperti menangis,” sambung Yunia bertanya pada pria disampingnya.
“Tadi nona Alesha bertanya keberadaan tuan Antonio dan tuan muda kembar. Saya menjawab kalau tuan muda Arsen tak pulang sedari semalam, lalu tuan muda Arcell dan tuan Antonio pergi bersama pagi-pagi sekali tapi saya mengatakan tidak mengetahui mereka pergi kemana,” jelas Eduard.
“Yaampun kak Ed, tadi pagi tuan menitipkan pesan pada Bi Inahya. Kalau nona Alesha mencarinya katakan saja dia sedang di kantor. Pasti nona Alesha mengira yang aneh-aneh....” tukas Yunia.
“Jadi bagaimana, apa saya telpon tuan Antonio saja dulu memberitahu kalau nona Alesha mencarinya,” ujar Eduard.
“Iya kak, sepertinya hanya itu solusinya...” sahut Yunia.
Eduard mengeluarkan handphone dan menelpon tuan Antonio tetapi tidak angkat.
“Tidak diangkat,” kata Eduard.
“Eem coba telpon tuan muda Arcell kak,” ucap Yunia.
Eduard segera menghubungi Arcell yang akhirnya diangkat juga.
Ada apa?” Tanya Arcell diseberang sana.
“Ini tuan muda, nona Alesha mencari tuan Antonio. Nona sempat turun, ketika tidak melihat keberadaan tuan Antonio, nona kembali lagi ke kamar mengurung diri, kamarnya juga di kunci tuan. Nona juga belum menyentuh makanan di meja makan yang sudah disiapkan oleh nanny nona Alesha.” Ujar Eduard menjelaskannya.
“Eduard berjagalah depan kamar Alesha. Dengarkan apa ada suara lemparan barang, Saya takut Alesha mengamuk kembali...” titah Arcell mengatakan melalui telpon.
“Baik tuan saya akan berjaga di depan kamar nona..”
Setelah sambungan telpon berakhir Eduard memasukan handphone ke dalam saku celananya.
“Gimana kak, apa kata tuan?” Tanya Yunia penasaran pembicaran Eduard ditelpon.
“Mereka akan segera pulang, kau ikut saya keatas dan bawa sekalian sarapan buat nona. Saya akan mencoba membujuk nona...”
Yunia melenggang pergi mengambil sarapan yang telah disiapkan dan menaruh di nampan. Lalu meleset secepat mungkin.
“Ayo kak,” ajak Yunia.
Eduard menatap aneh pada perempuan disampingnya. ‘Cepat sekali, apa wanita ini punya jurus cepat.’ Batinnya.
“Kak Ed,” panggilnya lagi.
Eduard tersadar dari lamunannya. “Ehem, ya...” dehemnya.
Yunia dan Eduard beberapa kali memanggil Queen. Tetapi tidak ada sahutan dari dalam. Eduard menempelkan telinga pada pintu untuk mendengar apakah ada suara lemparan barang. Dalam hati Eduard sedikit tenang, karena tak mendengarnya...
...****************...
Guys! Ayo guys join grup chat antiloversn!!!
Guys baca karya baru aku yuk judulnya "YOU'RE MINE, SERRA"
Follow ig aku yuk guys : @dianti2609
Bersambung. . .
Follow juga ya!!
Like, comennt, rate 5. jangan lupa gifts+vote nya.
Terimakasih💓