My Best Friend'S Daddy Is My Husband

My Best Friend'S Daddy Is My Husband
Season 2. 90



"Paman jika ingin ikut masuk tidak papa juga," ucap Arthur bicara pada Alvaro yang berdiri tegak dekat pintu mobil.


"Terimakasih tuan! Saya lebih baik menunggu di luar saja," balas Alvaro.


"Paman memang enggak apa-apa harus menunggu diluar, tidak mau maauk saja," imbuh Queen.


"Beneran nona saya tak apa-apa di luar saja," kata Alvaro menyakinkan nonanya.


"Eum, yasudah kalau gitu aku sama Arthur tinggal masuk ke dalam ya paman," ujar Queen aknirnya.


Arthur menggenggam tangan Queen. Mereka berdua berjalan masuk bersama ke dalam rumah mewah kediaman Alastar. Saat berada di dalam Queen di sambut baik pelayan yang bekerja disana.


"Selamat datang nona," sambut salah satu pelayan disana.


"Mba Marni, kakek dimana?" tanya Arthur pada pelayan yang menyambut kedatangan Queen.


Pelayan tersebut bernama Mirna pelayan yang berusia 25 tahun. Sudah bekerja selama lima tahun dikediaman Alastar.


"Tuan besar Levian ada di halaman belakang tuan muda," ucap Mirna sang pelayan.


"Tuan, nona mau saya bikinkan minuman apa?" Lanjut Mirna bertanya.


"Es jeruk aja mba..." sahut Arthur.


Mirna segera melangkah ke dapur membuatkan minuman, sedangkan Arthur membawa Queen pergi ke halaman belakang.


"Thur bunda Fisa kemana? Kok gak keliatan," ujar Queen tak melihat keberadaan ibunda dari Arthur.


"Ouh itu bunda kayaknya lagi di butik, bentar lagi juga pulang," kata Arthur.


"Kangen bunda, udah lama banget gak ketemu," ucap Queen merindukan bunda Nafisa, perempuan cantik mempunyai sifat lembut seperti mommynya.


Arthur yang gemas melihat Queen mencubit pipi gadis itu. "Iya nanti juga ketemu, sabar ya cantik," ucapnya.


Mereka berdua sampai di halaman belakang. Queen menutup mulut Arthur ketika cowo itu ingin memanggil kakek Levian.


"Hustt! Jangan panggil kakek, aku mau nutup mata kakek. Mau ngeliat reaksi kakek." Queen bicara berbisik.


Arthur hanya bisa menuruti kemauan gadis disampingnya. Gadis cantik itu berjalan pelan agar suara langkah kaki tidak kedengaran. Sampai di belakang tubuh kakek Levian, gadis itu menutup mata sang kakek menggunakan kedua telapak tangannya.


"Siapa kamu? berani sekali kau menutup mata saya. Lepaskan tanganmu, itu tidak sopan," tukas kakek Levian berkata ketus.


Queen melepaskan tangannya yang menutup mata kakek Levian. "Kakek aku minta karena tidak sopan," katanya menyatukan kedua tangannya. Menunduk takut, tidak berani menatap kakek Levian, karena ia merasa berbuat salah.


Kakek Levian malah menatap sengit gadis di depannya. Lalu beralih menatap cucunya dengan gerakan bertanya.


"Masa kakek gak kenal sama cucu cantik kesayangan kakek ini. Kakek sendirikam yang minta Alesha datang kesini," ujar Arthur menjelaskan, sambil merangkul bahu sahabatnya.


"Allahu akbar... Kamu Alesha, cucu cantik kesayangan kakek.. Kakek benar-benar tak mengenali mu, karena semakin cantik dan manis," kata kakek Levian berdiri memeluk Queen.


"Hiks.. hiks... Aku sempat takut dengar suara kakek kayak marah banget," isak Queen dalam pelukan kakek Levian.


"Kakek minta maaf ya sayang sudah bicara ketus sama kamu dan buat kamu ketakutan..." Queen mengangguk.


Setelah Queen cukup tenang. Arthur dan kakek Levian membawa Queen ke ruang tamu. Memilih bersantai disana, sambil bercerita tentang hal apapun. Sampai langkah kaki orang yang masuk tidak membuat mereka terganggu.


"Bunda..." panggil Queen menyapa saat tanpa sengaja melihat kearah orang yang masuk ternyata bunda


Bunda Nafisa menghentikan langkah kaki dan menatap orang yang barusan memanggilnya.


"Bunda masa enggak ingat aku sih," rajuk Queen cemberut.


"Siapa bilang bunda gak ingat sama kamu. Bunda gak pernah melupakan anak cantik kesayangan bunda ini." Bunda Nafisa mengambil tempat duduk dekat Queen. Memberikan pelukan hangat pada gadis cantik tersebut.


"Aku rindu bunda, aku merasa nyaman dalam pelukan. Karena bisa mengobatin rasa kangen aku sama mommy," kata Queen sedih saat mengingat kebersamaannya dengan Khanza.


"Jangan nangis sayang, bunda sudah menganggap kamu seperti putri bunda sendiri," ucap bunda Nafisa.


Queen masih betah berada dalam pelukan bunda Nafisa untuk beberapa menit. Lalu menguraikan pelukannya, bunda Nafisa menghapus sisa-sisa air mata di pipi Queen.


"Yasudah jangan sedih lagi ya. Bunda mau ke kamar, ganti baju nanti kesini lagi." Queen mengangguk saja.


"Papa sudah makan siang?" tanya bunda Nafisa sebelum beranjak dari sofa.


Setelah mendengar jawaban papa mertuanya. Bunda Nafisa bergegas pergi ke kamarnya yang terletak di lantai atas.


...****************...


Hari hampir mau petang. Queen masih berada di kediaman Alastar. Ponsel dalam tas kecil berbunyi menampilkan nama daddynya.


"Kakek, Arthur.. aku izin angkat telpon dulu," ucap Queen.


Setelah mendapatkan persetujuam barulah gadis itu berdiri, mengangkat telpon sedikit menjauh dari tempat duduknya tadi.


"Princess sayang pulang sekarang! Kamu sudah lama berada di tempat teman mu..." Seru Antonio bicara lewat telpon, meminta putrinya agar secepat pulang.


"Tapi dadd, aku masih betah disini." kata Queen menolak untuk pulang sekarang.


"Sayang pulang ya nak, daddy dan abang-abang mu menunggu. kita makan malam bersama, disini juga ada bang Arsen." Antonio membujuk putrinya agar mau pulang.


Queen diam sebentar, ia tak tega mendengar suara daddynya yang meminta agar pulang sekarang.


"Princess kamu masih disanakan sayang?" tanya Antonio..


"Iya dadd aku pulang sekarang..." Perkataan Queen membuat Antonio begitu bahagia mendengarnya.


Sambungan telpon berakhir, Queen kembali menghampiri Arthur dan kakek Levian yang tengah mengobrol.


"Thur, kakek... aku mau pamit pulang," ujar Queen.


"Loh kenapa mau pulang? Enggak makan malam disini dulu," kata Arthur bertanya.


"Iya nak, mengapa mau pulang cepat hem?!" sambung kakek Levian.


"Eum daddy udah nungguin aku dirumah thur, kek.." ucap Queen berkata jujur.


Arthur mengerti sekarang mengapa Queen meminta pulang.


"Kalau gitu aku antar ke depan," ucap Arthur.


"Bentar aku mau pamitan sama bunda." Queen lantas pergi ke dapur mencari keberadaan bunda Nafisa.


"Alesha kenapa malah ke dapur sayang," seru bunda Nafisa terkejut Queen mendatanginya ke dapur.


"Bunda aku mau pamit pulang, daddy udah nungguin aku di mansion. Maaf ya bunda aku belum bisa makan malam bersama disini," papar Queen.


"Tidak papa sayang, lain kali masih bisa. Kamu pulang diantar sama Arthurkan?" ujar bunda Nafisa bertanya.


Queen menggeleng, "Enggak bun, diluar udah ada paman Alvaro bodyguard daddy.."


"Kamu hati-hati sayang, maaf juga bunda enggak bisa nganter ke depan. Soalnya masakan bunda belum mateng gak bisa ditinggal..."


"Enggak papa bunda, aku pulang dulu.. salam buat ayah ya bun..."


"Oke sayang nanti bunda sampaikan sama ayah..."


Queen diantar Arthur sampai keluar pintu utama. Queen juga sudah berpamitan dengan kakek Levian. Alvaro keluar dari dalam mobil dan membukan pintu penumpang belakang. Mereka segera menuju pulang ke mansion...


...****************...


Guys! Ayo guys join grup chat antiloversn!!!


Guys baca karya baru aku yuk judulnya "YOU'RE MINE, SERRA dan ISTRI SIMPANAN”


Follow ig aku yuk guys : @dianti2609


Bersambung. . .


Follow juga ya!!


Like, comennt, rate 5. jangan lupa gifts+vote nya.


Terimakasihđź’“