My Best Friend'S Daddy Is My Husband

My Best Friend'S Daddy Is My Husband
Season 2. 13



Malam hari pun tiba, ini waktu yang telah di tunggu-tunggu oleh Khanza berserta keempat putranya. Mengapa Rhea tak ikut dalam acara aniversary ini, karna gadis itu meminta ijin menginap di tempat Raya untuk menemani wanita itu yang tengah sendirian, sebab ditinggal oleh Bagas ke luar negeri untuk beberapa hari ke depan. Khanza tak punya pilihan untuk melarang Rhea, ia pun tahu bukan hanya dia yang punya hak atas Rhea tetapi Raya dan Bagas juga adalah orangtua gadis itu, maka dari itu ia memberikan ijinnya, tetapi Rhea harus memberitahu Antonio agar tak kebingungan melihatnya yang tidak berada dirumah.


Mereka yang tadi telah bersiap mengenjutkan Antonio saat pulang nanti. Ketika mendengar suara mobil yang berhenti di depan mansion dan Alvaro juga mengirimkan pesan padanya bahwa suaminya telah datang.


Khanza mematikan lampu dan ruang tengah terlihat gelap gulita.


"Boy, kalian sudah siap dengan tugas masing-masing," seru Khanza pada keempat putranya yang sudah ia beri tugas.


"Sudah mommy," kompak Arcell, Arsen, Ghani.


"Cudah myom," ucap Rey yang suaranya paling kecil dan cadel.


Khanza mengelus kepala Rey, putranya yang paling menggemaskan. Mendengar suara pintu berderit yang bertanda Antonio telah membukanya, ia menyuruh agar anak tetap diam di tempat mereka masing-masing.


"Gelap sekali, perasaan baru jam 8 malam mengapa lampu sudah di matikan," guman Antonio heran dan ia pun memanggil istrinya.


"Honey," serunya, tetapi tidak ada sahutan.


"Ayo sayang kita berhitung mundur dari sekarang," kata Khanza setengah berbisik pelan. Mereka pun mulai berhitung.


1


2


3


Duar


Duar


Duar


Arcell bagian dan Ghani bagian memegang popper confetti semprotan kertas. Arcell memegang kadonnya dan Rey berdiri di sebelahnya. Sedangkan Khanza memegang kue aniversarynya.


"Selamat aniversary pernikahan kita yang ke tujuh tahun sayang," ucap Khanza.


Senyum diwajah Antonio menghiasinya, ia menghampiri sang istri tercinta dan memberikan ciuman tetapi hanya di kening saja karna masi ada anak-anaknya disini.


"Dadd ndong," suara kecil Rey membuat Antonio menunduk dan putra kecilnya sudah mengangkat tangannya minta di gendong. Dengan segera ia menggendongnya.


"Mommy daddy tiup lilinnya dulu," ujar Arsen menyuruh kedua orangtuanya untuk meniupnya.


Sebelum meniup mereka make wish dulu, lalu baru meniupnya. Sekarang saatnya memotong kue, bagian itu Khanza lah yang memotong kuenya. Karena Antonio susah untuk bergerak, adanya Rey dalam gendongannya. Selesai memotong, Khanza menyuapi suaminya dan putra-putranya.


"Mas, aku punya kado buat kamu," kata Khanza.


"Ini kado spesial mas, yang selalu kamu dan aku serta putra-putra kita nantikan."


"Mana kadonya honey, jangan buat mas penasaran begini."


"Sabar daddy," celetuk Arcell yang sedikit kesal dengan sang daddy yang tak sabaran.


"Iya putraku sayang," jawab Antonio yang tambah membuat Arcell kesal karna daddynya mengatakan dengan nada dibuat-buat.


"Arsen sini sayang kadonya, daddy kamu tak sabaran mau melihatnya," seru Khanza pada Arsen yang membawa kadonya.


"Rey di dudukan aja mas disini," ujar Khanza meminta suaminya agar menduduk Rey di tengah-tengah mereka. Sayangnya Rey malah tak mau lepas dari daddynya dan tambah mengeratkan pelukannya.


"Nda mau ley mau cama dad," ucap Rey.


"Ngga papa sayang, mas bisa kok," tukas Antonio, Khanza hanya mengangguk dan menyerahkan kadonya. Antonio membuka kadonya dan mengambil sebuah baju anak kecil berwarna pink. Ia masih belum tau apa maksud di balik kado tersebut.


"Ini maksudnya apa honey?" Tanyanya.


"Kamu benaran ngga tau arti dari kadonya mas," ujar Khanza ada rasa kesal dalam hatinya.


"Iya honey mas benaran ngga tau."


"Daddy payah, masa arti dari baju berwarna pink saja tidak tau," ejek Arcell.


"Daddy ngga asik," sambung Arsen.


"Heum dadd payah ngga asik," lanjut Ghani menggabungkan kalimat abang kembarnya.


"Yeyeye dadd nda acik acik yah yah," sekarang terdengar suara Rey yang menyambung dengan bahasanya.


"Oke, fine. Daddy akan mencoba menebaknya sendiri," pungkas Antonio dan Khanza yang mendengarnya menyunggingkan senyumnya.


"Apa maksudnya kado dengan baju anak kecil dan berwarna pink. Pink lebih ke girl, yah aku tahu arti dari kado ini sekarang," ucapnya dalam hati dan tersenyum saat sudah bisa menebaknya.


"Kado ini isinya baju anak kecil dan berwarna pink. Apa kita akan memilik babygirl honey," tebak Antonio.


"Tebakan daddy sangat benar," bukan Khanza yang menyahutnya melainkan Arsen dan hanya mengangguk membenarkannya.


"Makasih honey," kata Antonio. Sangat senang saat tahu maksud dari kado spesialnya. Tangan mengelus perut istrinya. Dan mereka berpelukan bersama...


****