My Best Friend'S Daddy Is My Husband

My Best Friend'S Daddy Is My Husband
Season 2. 65



Kaki Khanza sudah berada dalam ruangan Mas Nio. Tangannya menutup pintunya kembali, Khanza melihat Mas Nio sedang fokus menatap layar laptop di depannya, sesekali dahinya mengeryit dan dia juga sesekali memijatnya.


Antonio bahkan belum menyadari kehadiran istrinya di dalam ruangannya. Khanza memilih menuju sofa yang tersedia di ruangan tersebut. Dia mengeluarkan isi dalam paper bag yang dibawanya.


“Mas,” panggil Khanza tetapi tidak ada sahutan.


Khanza tidak tinggal diam, wanita itu berjalan mendekati suaminya. Barulah Antonio menyadari bahwa dalam ruangan dirinya tidak sendiri tetapi ada seseorang. Mata menatap dari bawah tubuh seseorang itu, hingga naik ke atas.


“Honey! Kamu kok udah disini, mas engga dengar loh suara pintu dibuka..”


Khanza tersenyum dan memeluk leher suaminya dari belakang kursi.


“Gimana mas mau dengar. Orang mas fokus banget sama layar laptopnya. Jadiin aja tuh laptop mas kayak istri,” decak Khanza.


Antonio menuntun tangan Khanza dan mendudukan istrinya kepangkuannya. Melingkarkan tangan diperut sang istri agar tak jatuh dari pangkuannya.


“Istri mas tetap kamu honey,” ucap Antonio dan memberikan kecupan di seluruh wajah istrinya, hingga bibir mereka bertemu dan berciuman mesra.


Saat Antonio ingin melanjutkan membawa Khanza ke kamar di ruangannya. Khanza langsung berbicara..


“Mas udah ya jangan mesum di kantor. Mending mas makan siang dulu, aku udah buatin makanan kesukaan mas...”


Khanza turun dari pangkuan Antonio, dan menarik lengan Antonio membawa ke sofa yang dimana makanan telah ia siapkan sedari tadi.


“Suapin,” pinta Antonio manja.


“Ya ampun mas kamu manja banget sih kayak princess aja,” ujar Khanza tertawa mengingat putrinya yang masih berada di sekolah.


Khanza akhirnya menyuapi Antonio. Tidak terasa makan siangnya habis. Khanza senang melihat makanan yang dibuatnya selalu habis dimakan suaminya.


Khanza membersihkan meja sofa dan menaruh kembali rantang makanan ke dalam paper bag.


“Honey! Kamu mau langsung pulang atau nungguin mas disini?” Tanya Antonio.


“Aku udah janji mau jemput princess mas. Nanti kalau engga di jemput princess kesayangan kamu ngambek. Mau anaknya engga mogok makan?”


Antonio menggeleng cepat, pria tidak mau sampai anak-anak mogok makan karenanya. Itu akan membuatnya sangat merasa bersalah.


“Kamu hati-hati dijalan, kabarin jika sudah sampai disekolah princess. Mas akan suruh bodyguard buat ngikutin mobil kamu dari belakang, tidak ada penolakan atau bantahan,” putus Antonio sebelum Khanza protes tak mau diikutin siapapun.


“Honey nanti dulu berangkatnya..” Antonio yang melihat Khanza berdiri segera memeluk istrinya agar jangan pergi dulu.


“Satu jam setengah lagi princess pulang loh mas,” ucap Khanza memegang tangan suaminya yang melingkar di perutnya.


“Masih ada setengah jam honey, mas pengen manjaan sama kamu.” Antonio menciumi tengkuk istrinya.


“Setengah jam cukup ya. Kunci dulu pintunya,” seru Khanza.


Antonio melepaskan pelukan dari istrinya. Lalu berjalan menguci pintu ruangannya agar tidak ada yang membuka sembarangan dan mengganggu kegiatan suami istri tersebut.


Setelah itu Antonio menggendong Khanza membawa ke dalam kamar yang ada diruangannya. Membaringkan sang istri penuh kehati-hatian, membelai rambut istrinya memberikan kecupan di dahinya. Lalu melakukan hubungan suami istri.


“Kemana sayang? Disini dulu!” Antonio menahan lengan istrinya hingga jatuh menimpa tubuhnya.


“Istirahat dulu sayang, coba mas telpon princess biar di jemput sama Alvaro..”


Khanza mengangguk dan berbaring. Antonio mengambil handphone di atas nakas mencari nomor princess kesayangan dan menelpon.


“Assalamualaikum sayang,”


^^^“Waalaikumsalam dad,”^^^


“Sayang kamu dijemput sama paman Alvaro aja ya. Daddy lagi mau berduaan sama mommy”


^^^“Ngga mau dad, aku maunya dijemput mommy. Mom udah janji sama aku mau jemput, queen engga mau pulang kalau bukan mom yang jemput.”^^^


“Iya sayang nanti mom jemput, princess tunggu ya”


^^^“Oke mom”^^^


Tutt..


Sambungan telpon diakhiri, tadi yang bicara adalah Khanza saat ia mendengar princess bicara tidak mau pulang kalau bukan dia yang menjemput, membuatnya langsung mengambil handphone suaminya, lalu mengatakan akan menjemputnya.


“Mas kenapa kok aneh banget dari tadi. Kayak engga ngebolehin aku jemput princess. Ada apa mas, coba bicara?” Khanza merangkum wajah suaminya.


“Entahlah honey, jujur mas khawatir jika kamu yang menjemput princess. Perasaan mas seharian ini tidak karuan, mas seolah-olah ketakutan, tapi mas tidak tahu apa yang mas takutkan.” Antonio menatap istrinya.


“Yakin mas, aku bakalan baik-baik aja. Mas jugakan sudah menyuruh beberapa bodyguard untuk mengikuti.” Khanza mengusap rambut suaminya ke belakang dan mengelus wajah suaminya.


“Mas, harus jaga princess kita untuk ku. Jangan pernah sekalipun meninggalkan princess kita dalam keadaan apapun..” Kata Khanza.


“Kalau terjadi sesuatu cepatlah kabarin mas,” pesan Antonio.


Khanza mengangguk dan tersenyum manis. Khanza turun dari ranjang dan bersiap-siap menjemput putrinya di sekolah.


‘Cup’


“Mas aku berangkat jemput princess kesayangan kamu dulu..” pamit Khanza segera turun dari kantor Antonio.


Antonio masih berdiam di ranjang sampai istrinya keluar. Otak Antonio masih mencerna perkataan istrinya yang menurutnya seperti sebuah pesan untuknya. Antonio memilih berbaring memejamkan matanya sejenak menghilangkan perasaan takut yang melandanya.


***


Follow ig aku yuk guys : @dianti2609


Bersambung. . .


Follow juga ya!!


Like, comennt, rate 5. jangan lupa gifts+vote nya.


Terimakasih💓