My Best Friend'S Daddy Is My Husband

My Best Friend'S Daddy Is My Husband
Season 2. 39



Satu tahun kemudian,


Hari yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba, karena ini adalah hari tepat kelahiran Alesha Shaqueena Humaira H, princess Horison berusia satu tahun.


Khanza sudah memikirkan acara ulang tahun princessnya dari jauh-jauh hari. Satu keluarga memutuskan tema ulang tahun Queen yaitu ala ala princess di negeri dongeng. Acaranya ulang tahun akan di adakan di halaman mansion, jadi orang-orang yang mereka sewa akan mendekorasinya disana.


Sedangkan Khanza sendiri turun tangan ke dapur untuk membuat kue ulang tahun spesial untuk princessnya. Tetapi dirinya tidak sendiri melainkan di bantu bunda Kirana dan Mba Lestia yang dibawa oleh bunda Kirana ke mansion.


Kini suasana mansion sangat ramai, para keluarga tengah berkumpul bersama. Apalagi ini adalah weekend jadi waktu luang untuk berkumpul bersama.


Diruang tengah, Queen merengek mencari mommy yang sedari tadi belum dilihat oleh anak kecil yang tengah di pangkuan daddynya.


“Miii mamii,” rengeknya minta lepas dari pangkuan Antonio.


“Mommy lagi sibuk di dapur sayang, princess disini aja sama daddy dan abang-abang. Itu ada Lunna juga mau main sama princess,” kata Antonio lembut.


“Nda, auu mii,” kekeh tetap merengek ingin mommynya.


“An, mending lo cari Khanza dah, daripada nanti Alesha nangis, yang ada nanti ulang tahunnya batal,” ujar Roy tidak tega melihat Queen yang terus saja merengek. Ya, Roy dan istrinya berserta anaknya juga di undang di ulang tahun Queen.


Kalian pasti bertanya-tanya tentang Roy mengapa selama ini tidak kelihatan. Singkat cerita, beberapa tahun lalu Roy menghamili seorang gadis seumuran dengan Khanza. Gadis itu bernama Maya, Maya adalah temannya Bella yang sering membully Khanza. Tetapi seiring berjalannya waktu Maya telah berubah menjadi lebih baik lagi. Bahkan Maya terlihat lebih ramah dan sopan. Saat pesta pernikahan sebenarnya Roy mengundang Antonio dan Aditya, sayang sekali keduanya tak bisa menghadiri pesta pernikahan Roy. Dikarenakan pada saat itu Khanza tengah Koma dan Antonio tak bisa meninggalkannya barang sedikitpun.


***


Kini Antonio sudah berada di dapur dan melihat istrinya sedang sibuk menguleni adonan kue.


“Mii mam,” seru Queen berceloteh gembira melihat mommy yang sedari tadi dicarinya.


Khanza menoleh kebelakang saat mendengar suara princessnya dan mendapati anak mungilnya berada di gendongan suaminya.


“Mamam,” celotehnya lagi.


“Au ndong mii,” Queen mengangkat tangannya keatas meminta di gendong.


“Sebentar ya sayang mommy cuci tangan dulu. Bun, mba aku tinggal dulu ngga papakan?” ujar Khanza bertanya pada Bundanya dan Mba Lestia.


“Ngga apa nza, mending kamu urusin dulu princess. Kayak bunda perhatikan princess hari ini manja banget sama kamu, sampe nyari-nyari kamu,” kata Bunda Kirana tersenyum memperhatikan cucunya yang menginginkan digendong Khanza.


“Ndong mii,”


“Sabar ya princess, itu mommy lagi cuci tangan,” kata Antonio melangkah mendekati Khanza yang sedang mencuci tangan.


“Tumben banget princess mommy ini manja banget dadd,” kata Khanza saat Queen sudah berada dalam gendongannya bahkan tangan kecil memeluk erat leher mommynya.


“Dadd juga ngga tau mom, mungkin karena hari ulang tahunnya. Makanya ngga mau jauh-jauh dari mommynya,” sahut Antonio yang masih berada di dekatnya.


“Mii mamam,” celotehnya lagi.


“Princess sama daddy dulu ya, biar mommy siapin makanannya,” belum sempat Khanza ingin memberikan Queen pada Antonio. Tangan mungil anak kecil itu sudah lebih dulu mengeratkan pelukannya. Hingga Khanza hanya bisa menghela nafas saja, jika sudah begini Queen akan sangat susah lepas darinya. Bahkan princess itu bisa menempel seharian dalam gendongan.


“Ngga papa mommy, biar daddy saja yang menyiapakan makanan princess. Mommy dan princess tunggu di meja makan saja,” Seru Antonio, pria itu segera menyiapkan makanan untuk princess, tak lupa ia juga menyiapkan makanan untuk istrinya. Ia tahu pasti istrinya juga belum sarapan pagi.


Khanza mendudukan Queen di meja makan, lalu bermain sebentar dengan princessnya itu. Sampai akhirnya Antonio datang membawa makanan. Khanza segera menyuapi princessnya dengan makanan yang disiapkan suaminya.


“Mommy juga harus buka mulutnya dong,” ujar Antonio tiba-tiba membuat Khanza bingung.


“Loh mas, kok malah buat aku?” Tanyanya heran.


“Iya honey, ini memang buat kamu. Mas tahu kamu belum sarapan sedari pagi. Jangan mengelak mas tahu, sekarang buka mulutnya biar mas suapin sambil kamu nyuapin princess,” jelas Antonio, Khanza memang belum makan sedari pagi pun menuruti suaminya dengan membuka mulutnya dan menerima suapan demi suapan dari suaminya. Semantara ia juga tengah menyuapi princessnya, sampai princess menyemburkan makanannya, tandanya bahwa princessnya sudah kenyang dan menyudahi makannya.


****