
Keesokan harinya. Khanza sudah bangun sedari tadi, menyiapkan sarapan dan naik kembali ke kamar atas untuk menyiapkan pakaian kerja Antonio. Setelah sehari libur, dan hari ini Antonio harus berangkat ke kantor kembali.
Khanza merasa senang dan bahagia sekarang memiliki suami seperti Antonio yang sangat perhatian padanya. Dan untuk pertama kalinya bagi seorang Khanza menyiapkan segala perlengkapan suaminya, pekerjaan ini membuatnya merasa senang dan tidak terlalu repot. Dia juga sudah menyiapkan air untuk mandi suaminya, bahkan handuk bersih telah tersedia di kamar mandi.
Setelah menyelesaikan semua itu, Khanza bergegas membangunkan Antonio yang sedari tadi belum juga bangun. Awalnya Khanza yang ingin membangunkan menjadi betah memandang wajah suaminya yang begitu damai tidurnya. Tangannya bergerak membawa pada pipi suaminya dan mengelus-ngelusnya.
Saat tangannya ingin menyentuh bibir suaminya. Tangan besar menangkap tangannya, menggenggam lembut lalu membawa ke bibirnya dan dicium.
"Mas, ternyata kamu udah bangun," ujar Khanza.
"Mas udah bangun sedari kamu masuk kamar," jawab Antonio membuka matanya menyesuaikan cahayan yang masuk ke dalam retinanya.
"Tapi kenapa ga bangkit dari tempat tidur," ujar Khanza sambil mengelus kening Antonio.
"Mas nunggu kamu bangunin sayang... Udah jam berapa memangnya?" tanya Antonio ia malah memindahkan menyeruakan kepalanya dipaha istriny yang duduk di tepian ranjang.
"Jam 7 mas," jawab Khanza bukan menyuruh Antonio bangkit. Ia malah mengelus rambut suaminya bahkan sesekali mencium dahinya.
"Masih lama sayang, hari ini juga mas mau nganter kamu ke rumah sakit periksa kandungan. Sekalian mas mau nanya boleh atau tidak berhubungan saat hamil," dengan entengnya Antonio mengatakannya.
"Iya tau masih lama, tapi kamu bangun dong suamiku. Mandi, habis itu kita sarapan." Khanza mengangkat kepala Antonio agar terduduk. Tapi kepala suaminya sungguh berat.
"Morning kiss dulu sayang, baru mas mau bangun. Kalau ngga mau yaudah kita tetap seperti ini," ujar Antonio.
"Mas mau bikin anak kita kelaparan," pungkas Khanza.
Barulah Antonio sadar jika dia seperti ini terus anak akan kelaparan. Oh tidak, itu tak boleh terjadi pada jagoan dan ibunya. Antonio bangkit dan menghadap Khanza sebentar mencium kila bibir istrinya, setelah itu lari ke kamar mandi.
Khanza pun merapikan tempat tidur mereka, padahal nanti juga akan ada pelayan yang membersihkan. Tetapi Khanza memang orang yang tidak bisa berdiam. Selesai membereskan ia pun duduk di sisi ranjang menunggu suami keluar dari dalam kamar mandi.
Tak berselang lama Antonio keluar dengan rambut yang masih basah dan menetes. Membuat Khanza hanya bisa menghela nafas, suaminya ini benar-benar.
"Duduk mas!" serunya menuruh suaminya agar duduk di kursi meja rias.
Antonio menuruti dan menghempaskan pantat di kursi. Khanza mengambil handuk yang ada di tangan Antonio. Lalu mengambil hair dryer untuk megeringkan rambut suaminya, dilanjutkan dengan membuka minyak rambut gatsby yang memang ada di meja rias. Mencoleknya dan meratakan pada rambut suaminya, bahkan Khanza juga menyisirkannya.
"Dah selesai mas..."
"Bajunya ga sekalian kamu pakaikan," ujar Antonio menggoda istrinya.
"Kalau itu kamu pakai sendiri mas, aku tunggu kamu duduk di sofa," Khanza berdiri berjalan duduk di sofa.
Antonio segera memakai pakaiannya, karna tak ingin membuat istrinya menunggu terlalu lama. Melihat penampilannya sebentar, lalu menghampiri istrinya.
"Ayo sayang kita turun," Antonio merangkul pinggang istrinya. Mereka masuk ke dalam lift menuju ke bawah.
Khanza mengambil roti yang tadi telah di bakarnya, memeriksa rotinya yang sudah dingin, akibat terlalu lama ditinggalkan.
"Maa roti udah dingin, biar aku buatkan lagi," ucap Khanza berdiri dari duduknya ingin ke dapur membuatkan roti bakar lagi. Belum kaki melangkah lengannya suda dipegang oleh Antonio.
"Tidak usah sayang, mas makan yang inj aja. Sekarang kamu duduk kembali ya," cegah Antonio.
"Tapi mas, kopi kamu juga udah dingin. Biar aku buatkan lagi."
Antonio berdiri dan melangkah menuju dapur, ia baru mengingat jika beberapa hari ini Khanza melupakan minum susu hamilnya.
"Ada yang bisa bibi bantu tuan," ujar Bi Inahya menawarkan bantuan.
"Tak usah bi, saya hanya ingin membuatkan susu hamil untuk Khanza," Antonio mengambil susu yang tersimpan dalam lemari pantry. Menyendok kira-kira tiga sendok makan, lalu menyeduhnya dengan air hangat.
Setelah selesai Antonio kembali ke meja makan, disana istrinya masih menunduk. Beginilah jika dia berbicara tegas pada istrinya.
"Sayang, minum susu hamilnya," ujar Antonio duduk kembali di kursinya.
Khanza tidak ingin membantah Antonio. Ia langsung meminum susunya hingga tandas, walaupun harus menahan mualnya. Setiap kali meminum susu hamil, pasti mual selalu datang.
Hueek! Khanza langsung menutup mulutnya. Tapi seperti kali tidak tertahankan lagi. Dia beranjak dan berlalu menuju kamar mandi yang berada di bawah.
Memuntahkan semua yang tadi dimakan.
Antonio juga mengikuti dari belakang, dia mengurut tengkuk istrinya yang masih muntah.
"Mas, mending kamu keluar aja," suruh Khanza, karena muntahan sungguh menjijikan jika dilihat.
"Ngga apa-apa sayang, muntahkan saja sayang," ucap Antonio lembut.
Habislah semua makanan yang tadi masuk ke dalam perutnya keluar semua. Lutut Khanza berasa lemas dan tak kuat untuk berjalan.
Khanza membersihkan mulutnya, sedang tangan Antonio dengan setia merangkul pinggangnya. Mereka bersama-sama keluar dalam kamar mandi.
"Kita ke dokter sekarang," Khanza hanya mengangguk lemas. Mengerti dengan keadaan istrinya, Antonio mengangkat Khanza ke dalam gendongannya.
"Alvaro, minta Eduard siapkan mobil. Cepat!" perintah Antonio. Karna panik juga melihat strinya yang akan pingsan.
Antonio bergegas memasuk ke dalam mobil bersama Khanza tetap berada dalam gendongannya.
"Eduard bisa cepat sedikit menyetirnya,"
"Sayang, jangan pingsan. Tetap seperti buka terus matanya jangan di tutup," sampai mata tak lepas dari wajah istrinya.
"M-mas jan..ngan pa-nik gi..tu a-ku ma..sih ku..at kok," ucap Khanza terbata-bata, sambil mengangkat tangan menyentuh wajah suaminya.
Sedangkan Eduard menaikan kecepatan agar secepat sampai ke rumah sakit.
****
Follow ig aku yuk guys : @antiloversn
Bersambung. . .
Follow juga ya!!
Like, comennt, rate 5. jangan lupa gifts+vote nya.
Terimakasih💓