My Best Friend'S Daddy Is My Husband

My Best Friend'S Daddy Is My Husband
Episode 115



Di dalam kamar rawat Antonio tengah sarapan, tiba-tiba pintu kamar rawat di buka oleh orang yang ada di luar. Disana terlihat Rhea berdiri di depan pintu yang sudah di tutup.


Gadis itu melangkah untuk melihat lebih jelas wanita yang tengah terbaring di atas ranjang rumah sakit.


Antonio yang sudah menyelesaikan sarapan, segera beranjak dari sofa. Berjalan mendekati putrinya.


"Dad, gimana keadaan bunda?"


"Bunda mu masih belum tahu kapan siumannya re. Tetapi, alhamdulillah keadaannya stabil,"


"Dad, apa kemarin bunda di culik? Dan kalian menemukannya. Apa kalian menemukan bunda dalam keadaan baik-baik saja?" Rhea mencecar Antonio dengan berbagai pertanyaan yang memang memenuhi otaknya sedari tadi.


"Yah, kemarin bunda mu di culik. Kami menemukannya dalam keadaan yang tidak baik, kamu bisa melihat dari wajah bunda mu yang penuh bekas tamparan. Saat dad sudah melepaskan ikatan pada tangannya, kami berpelukan dan tidak menyadari jika orang di belakang sudah siap menembak dad. Sayang, bunda mu malah memutar badannya, sehingga dia lah yang tertembak dua kali di punggung," Antonio menceritakan secara singkat tentang kejadian.


Syok... Ya, Rhea sangat syok mendengar cerita daddynya. Bahkan air matanya tak terbendung lagi ketika mendengar tragisnya penculikan dan penyiksaan yang mereka lakukan pada bundanya, sampai tangannya sendiri terkepal.


"Siapa orang yang udah culik bunda, dad? Kasih tahu re, re pengen bejek wajah penculik itu," geram Rhea.


Antonio mendekap tubuh putrinya ke dalam pelukannya. Besar sekali kasih sayang Rhea untuk Khanza, bagaimana tidak sayang, jika selama ini Khanza lah yang menemani gadis itu saat ia kesepian dan membutuhkan kasih sayang. Semua itu Khanza lah yang mecurahkannya, apapun dia lakukan untuk Rhea. Maka dari itu Rhea sangatlah menyayangi Khanza melebihi ibu kandungnya sendiri.


"Sstt... Tenang sayang, semua itu sudah daddy lakukan. Penculik itupun sudah dadd masukan ke dalam penjara," ujar Antonio.


"Bagus dad, tapi siapa penculiknya dad?" Rhea masih bertanya, karna penasaran dengan orangnya. Setidaknya, walaupun tak melihat orangnya secara langsung, baginya tidak apa-apa, asalkan dirinya mengetahui namanya, barangkali ia mengenal orangnya.


"Ehm, re apa kamu tidak ingin melihat adik kembar mu," ujar Antonio mengalihkan pembicaraan mereka dengan topik lainnya.


"Daddy... Re, baru ingat kalau mau melihat adik kembar. Apa adik re kembar cewe cowo, dad?" Rhea bertanya dengan wajah yang begitu antusias sampai topik yang tadi menghilang dalam pikirannya. Tadi saja saat masih berada di rumah, ketika mendengar kabar kelahiran adik kembarnya ia langsung ingin cepat-cepat melihatnya.


"Adik kembar mu dua-duanya cowok," kata Antonio.


"Wahh.. Pasti tampan seperti dad," puji Rhea..


"Pastinya dong sayang, tampan seperti dad," Antonio malah narsis...


"Yaampun dad, narsis banget sih," kekeh Rhea.


"Ayo, kita liat adik kembar mu. Dad juga belum menjenguknya pagi ini."


"Sebentar dad, re mau cium bunda dulu," Rhea pun menghampiri Khanza yang di atas ranjang rumah sakit, masih dalam keadaan belum siuman. Tangan Rhea menyentuh rambut Khanza dan memberikan ciuman di dahinya.


"Terima kasih bunda, telah melahirkan adik kembar... Bunda adalah wanita hebat, re yakin bunda akan sadar secepatnya. Rhea akan selalu doain bunda, agat cepat sadar dan melihat si kembar," lirih Rhea mengatakannya.


"Ayo dad."


Mereka pun keluar dari dalam kamar rawat bersama. Melangkah menuju ruang perawatan bayi, dimana bayi kembar itu masih harus berada di dalam inkubator.


Bagas berserta Raya mengikuti keduanya dari belakang. Saat sampai di depan pintu, bertepatan dengan suster yang baru saja keluar dari ruangan itu.


"Maaf pak, bu," suster menghentikan mereka sebelum masuk.


"Disini yang boleh masuk hanya dua orang saja. Karna jika banyak orang yang masuk, takutnya akan mengganggu kenyamanan bayi di ruangan ini. Harap pengertiannya pak, bu, ini sudah peraturan pihak rumah sakit. Jadi silahkan bergantian menjenguknya," ujar suster menjelaskan sesopan mungkin.


Rhea pun berbalik menghadap Bagas dan Raya. Keduanya memberikan anggukan agar Rhea dan Antonio saja yang duluan menjenguknya, biarlah mereka menunggu di luar saja.


Antonio dan Rhea segera masuk ke dalam, mereka menghampiri inkubator yang bertuliskan putra nyonya Khanza dan tua Antonio.


"Apakah ini adiknya Rhea, dad?" tanya Rhea sambil tersenyum menatap kedua wajah bayi yang begitu sangat tampan di matanya, bergantian.


"Iya ini adik mu," jawab Antonio.


"Emm, apa sudah memberi nama untuk kedua adik Rhea," ujar Rhea penasaran dengan nama kedua bayi kembar ini.


"Belum, dad ingin bunda mu menjadi orang pertama yang akan mengetahui nama si kembar. Jadi dad memutuskan menunggu bunda mu siuman dulu," tutur Antonio.


"Benar sekali dad, re setuju kalau bunda harus jadi orang pertama yang mengetahuinya," ucap Rhea.


Lalu setelah puas menatap wajah si kembar Rhea dan Antonio pun keluar. Bergantian dengan Bagas dan Raya yang masuk untuk melihatnya.


"Sekarang giliran papah sama mamah yang masuk," kata Rhea mempersilahkan kedua untuk masuk.


Sebelum masuk Bagas menatap Antonio seperti bertanya di perbolehkan atau tidak.


"Masuk, saya tidak melarangnya," ujar Antonio yang memahami arti tatapan Bagas.


Karena sudah mendapatkan ijin, barulah keduanya masuk untuk melihat bayi kembar yang terus saja membuat Rhea tersenyum-senyum keluar dari ruangan ini.


"Pah, lihat bayi tampan dan lucu sekali."


Benar saja Raya langsung senang dan antusias sekali menatap wajah bayi kembar tersebut.


"Iya mah, bayi menggemaskan..." senyum Bagas.


"Pengen deh punya anak tapi-"


"Sabar mah, mungkin memang belum waktunya kita di kasih, yang penting sekarang kita sudah ada Rhea bersama kita. Walaupun harus bergantian, tetapi setidaknya sekarang Rhea mulai nyaman tinggal bersama kita," potong Bagas menyela ucapan istrinya.


"Papah benar... Aku juga sangat menyayangi Rhea, bagiku Rhea sudah seperti anak kandungku sendiri," kata Raya penuh ketulusan...


****


Follow ig aku yuk guys : @antiloversn


Bersambung. . .


Follow juga ya!!


Like, comennt, rate 5. jangan lupa gifts+vote nya.


Terimakasih💓