My Best Friend'S Daddy Is My Husband

My Best Friend'S Daddy Is My Husband
Season 2. 104



Alex menjatuhkan tubuhnya asal pada sofa terdekat, jari telunjuknya mengetuk dagu memikirkan cara bagaimana ia bisa berbaikan dengan ayahnya. Ia harus melakukan sesuatu agar ayahnya tak melarangnya pindah sekolah, ia sudah sangat bosan berada di luar negeri.


'Ceklek' bunda Nafisa telah berkali-kali mengetuk pintu tetapi tak mendengar sahutan orang yang berada di dalam. Karena pintunya tidak dikunci jadi dirinya bisa masuk dengan membuka sendiri pintunya.


"Alex," panggil bunda Nafisa mengejutkan Alex yang duduk nyaman di sofa sambil melamun.


"Ehh ada bunda.. Ada apa bun?"


"Bunda cuma mau memberitahu mu, bunda akan pergi ke butik. Nanti kalau kamu lapar mau makan sesuatu minta bibi memasak ya nak," ujar bunda Nafisa.


"Siap bunda," balas Alex.


"Bunda pamit, assalamu'alaikum"


"Bun tunggu, ayah mana? Tadi sarapan ayah gaada," tanya Alex menghentikan langkah bunda Nafisa yang akan sampai ke pintu.


"Oh itu ayah ke kantor pagi-pagi sekali, katanya ada meeting," tukas bunda Nafisa.


"Ada lagi yang mau kamu tanyakan," sambung bunda Nafisa.


Alex menggeleng, "Itu saja bun, bunda hati-hati di jalan.. Waalaikumsalam.."


Bunda Nafisa kelur dari kama putra sulung dan menuruni tangga masuk ke dalam mobilnya menuju ke butik. Sedangkan dalam kamar Alex bermalasan-malasan dan tidak ada niatan menghubungi sahabatnya memberitahu bahwa ia berada di indonesia sekarang.


Drreeett... drreeett...


Terdengar suara nada dering handphonenya yang berada di tempat tidur. Alex bangkit mengangkat telpon saat melihat nama penelpon adalah ayahnya.


"Assalamualaikum yah"


"Waalaikumsalam.. Ke kantor ayah sekarang, kita bicara tentang semalam." Suara Deon terdengar dingin di seberang sana.


"Baik yah, aku kesana sekarang."


Setelah sambungan di putuh oleh Deon. Alex bersiap-siap berangkat ke kantor ayahnya. Dalam perjalanan menuju kantor Alex berharap agar ayahnya mengijinkan pindah sekolah ke indonesia tanpa bertanya alasannya.


Alex sekarang berdiri di depan gendung yang menjulang tinggi, kaki membawanya melangkah masu ke dalam. Alex tidak harus bertanya pada resepsionis dimama ruangan ayahnya, ia sendiri sudah sering ke kantor ayahnya. Jadi ia sudah tahu letak ruangan CEO.


"Astaga itukan putra suling pak Deon yang sekolah di luar negeri itu."


"Iya benar, ganteng banget."


"Semoga aja dia jodoh gue."


'Tokk.. tokk' Alex mengetuk pintunya.


"Masuk" ujar Deon dari dalam.


Alex melagkah pelan memasuki ruangan ayahnya.


"Duduklah," suruh Deon menatap putra sulungnya.


"Ayah mengizinkan mu pindah sekolah dengan satu syarat," ucap Deon.


Alex tersenyum tipis mendengar ayahnya memberikan izin untuknya bersekolah di indonesia.


"Apa syaratnya yah?"


"Syaratnya gampang saja, syaratnya kamu tidak boleh memiliki pacar sebelum usia mu 18 tahun," ucap Deon, ia belum bisa memberitahukan sesuatu.


"Apa aku tidak salah dengar ayah, tapi kenapa aku tidak boleh berpacaran. Toh aku tidak akan berpacaran melakukan hal aneh-aneh," protes Alex tak terima syarat dari ayahnya yang menurutnya tidak masuk akal.


"Ayah tak menerima protesan, ingin sekolah disini berarti kamu menyetujui syaray dari ayah. Jika menolak, silahkan kembali ke sekolah asal mu sebelum waktunya tiba," tegas Deon.


"Permisi pak, maaf menganggu. Ruangan meeting sudah siap, rekan bisnis anda juga sudah ada disana." Setelah memberitahukannya assisten Deom langsung keluar.


"Alex tunggu ayah disini, selesai meeting ini ayah mau kamu menemani ayah ke mencari kado untuk seseorang."


Deon lantas keluar dari ruangannya, melangkah ke ruang meeting.


...****************...


Guys! Ayo guys join grup chat antiloversn!!!


Guys baca karya baru aku yuk judulnya "YOU'RE MINE, SERRA dan ISTRI SIMPANAN”


Follow ig aku yuk guys : @dianti2609


Bersambung. . .


Follow juga ya!!


Like, comennt, rate 5. jangan lupa gifts+vote nya.


Terimakasihđź’“