My Best Friend'S Daddy Is My Husband

My Best Friend'S Daddy Is My Husband
Seoason 2. 102



Keluarga Alastar tengah berkumpul di ruang tamu. Tatapan Deon menajam pada putranya, sedangakan Nafisa mengelus lengan suaminya untuk memgurangi emosi yang ada. Nafisa tidak ingin sampai suaminya memukul putranya.


"Apa yang membuat mu sampai mau pindah sekolah?" Tanya Deon.


"Aku cuma mau berkumpul dengan kalian yah, bun... Apa itu salah?" ujar Alex menjawab ayahnya dan bertanya balik.


"Tidak salah nak, bunda malah senang kamu pindah kesini. Bunda tak ingin berjauhan dengan salah satu daro kalian."


Nafisa berpindah duduk ditengah-tengah kedua putranya dan memeluk keduan dengan sayang.


"Tapi ini belum saatnya kamu pindah kesini Alex, tolong mengertilah," tukas Deon.


"Mengapa ayah, apa ada sesuatu yang ayah dan kakek sembunyikan dari ku. Kakek juga melarang ku pindah, beritahu aku agar aku mengerti kenapa kalian melarangku," desak Alex meminta Deon menjelaskan kenapa ia harus tetap berada di Canada dan boleh pindah saat kenaikan kelas.


"Ayah tidak bisa memberitahu mu sekarang nak. Pada saatnya nanti kamu akan tahu," ucap Deon tak terpengaruh oleh desakan putra sulungnya.


"Baiklah tidak papa jika kalian belum bisa memberitahuku sekarang. Tapi aku akan tetap pindah setuju atau tidak. Ini adalah keputusan ku sendiri."


"ALEX!!! sejak kapan kamu berani melawan ayah," hardik Deon menghampiri putranya memeang kedua bahunya membuatnya berdiri.


"Ayah jangan sampai emosi mengusai dirimu, ayo lepaskam tangan ayah dari bahu Alex. Bunda tidak akan menegur ayah jika sampai memukul Alex." Nafisa mengeluarkam ancaman untuk meluluhkan suaminya. Lalu mencoba melepaskan tangan suaminya yang meremas kuat bahu putranya tetapi tak bis.


Sedangkan Arthur hanya bisa terdiam kaku melihatnya. Arthur tak berani membantu abangnya, karena ia sendiri pun takut melihat kemarahan ayahnya. Ayahnya bisa saja membawa abangnya ke ruang tinju dan beradu kekuatan disana. Mungkin saja ayah tidak mau bundanya mendiaminya sampai seminggu.


"Ayah lepaskan, atau bunda tidak akan menegur ayah seperti waktu itu." Nafisa kembali mengancam suaminya.


Alex hanya menatap ayahnya dan bergantian dengan bundanya memberikan senyuman manis agar bunda tak khawatir. Alex tahu bahwa ayahnya tak akan memukulnya dihadapan sang bunda.


Deon melepaskan tangan dikedua bahu putranya, pergi meninggalkan mereka naik ke lantai atas bukan menuju kamar melainkan ke ruang kerja.


"Kamu tidak papa kan nak?" tanya Nafisa menangkup wajah putranya.


Alex memegang tangan bundanya, "Aku baik-baik saja bun.. Bunda tenang saja ayah tidak akan menyakiti anaknya."


"Kalian istirahat ya," ujar Nafisa menyuruh kedua putra untuk beristirahat.


"Bunda juga harus istirahat, biar abang antar ke kamar." Alex merangkul bunda berjalan bersama menaiki tangga.


"Selamat istirahat bunda." Alex mencium pipi bundanya berganti dengan Arthur.


Nafisa membalas mencium dahi kedua putranya. Ketika memasuki kamar Nafisa tak menemukan suaminya sama sekali di dalam.


"Lebih aku biarkan saja dulu ayah sendirian..."


Bunda Nafisa beristirahat, membaringkan dirinya.


...****************...


"*Assalamualaikum dadd."


"Waalaikumsalam sayang."


"Daddy ada menelpon malem malem begini?"


"Happy birthday princess cantik daddy. Maafkan daddy belum bisa pulang ke indonesia."


"Terimakasih daddy, tidak papa dadd aku mengerti. Daddy harus terus jaga kesehatan disana."


"Kamu juga ya sayang, nanti daddy akan kirimkan kado untukmu."


'Aku hanya mau daddy pulang, itu sudah cukup bagiku*' batin Queen.


"Siap dad, aku tunggu."


Setelah sambungan terputus, Queen menangis tergugu. Rasanya ingin sekalis gadis itu meminta agar daddynya pulang saja.


'Ceklek' pintu kamar Queen dibuka dari luar oleh Arcell. Arcell masuk melihat adiknya ternyata belum tidur, pria itu mendekat dan duduk di tepian ranjang adiknya.


"Princess menangis?"


Queen menunduk untuk menghapus air mata yang mengalir di pipinya. Lalu menatap abangnya menggeleng.


"Enggak bang, mata aku cuman kelilipan aja," ujar Queen menyakinkan abangnya.


Arcell mengangguk percaya saja, "Selamat ulang tahun ya sayang, abang sengaja tadi enggak ngucapin. Ini kado buat kamu."


Arcell menyerahkan kado tersebut kepada Queen. Arcell mencium kening adiknya dan memeluknya hangat.


...****************...


Guys! Ayo guys join grup chat antiloversn!!!


Guys baca karya baru aku yuk judulnya "YOU'RE MINE, SERRA dan ISTRI SIMPANAN”


Follow ig aku yuk guys : @dianti2609


Bersambung. . .


Follow juga ya!!


Like, comennt, rate 5. jangan lupa gifts+vote nya.


Terimakasihđź’“