My Best Friend'S Daddy Is My Husband

My Best Friend'S Daddy Is My Husband
Episode 53



Sesampai dirumah sakit dan memakirkan motor. Keduanya pun bergegas berjalan menyusuri koridor rumah sakit. Mereka masuk ke dalam lift menuju lantai dimana ruangan yang akan dikunjungi. Sebelumnya tadi mereka sudah bertanya pada bagian administrasi, letak ruangan yang akan dikunjungi.


Sudah berada didepan pintu ruang rawat Khanza, jantung malah berdegup. Dirinya takut jika Khanza tidak memaafkannya.


"Re," seru Leo. Karna menunggu gadisnya sedari tadi tidak membuka pintu juga.


"Re, kapan kita masuknya, kalau kamu belum buka pintunya juga," ujar Leo.


"Hehe, sabar Leo. Ini mau buka kok,"


'Ceklek' pintu terbuka. Rhea menatap sepasang manusia yang berada di depannya dengan wajah memerah. Sayang Leo terlambat menutup mata gadisnya. Karena Rhea sudah melihatnya.


"Ehem!" Leo berdehem keras menyadarkan kedua orang yang tengah asik berciuman.


Khanza membulatkan matanya melihat kedua orang yang berdiri tidak jauh dari ranjangnya. Dia meneguk ludah dengan kasar, tubuhnya menjadi kaku. Sedang Antonio terlihat biasa saja, rasa malu pun tidak dirasakannya dan hanya diam saja menunggu reaksi putrinya dulu, barulah nanti dia menjelaskannya.


"Re...rhea," ucap Khanza gugup. Ia takut sahabatnya marah seperti kemarin. Tidak berani menatap orang didepannya, membuat hanya menunduk.


Rhea malah melangkah cepat mendekati sahabatnya dan memeluk tubuh wanita yang terasa bergetar.


"R-rhea, tolong jangan salah paham. A-aku bisa jelasin," lirih Khanza.


"Suut! Nanti saja jelaskannya... Aku kesini mau minta maaf sama kamu, yang telah aku lakuin sama kamu. Sampai kamu berada disini," kata Rhea masih memeluk sahabatnya.


"Hiks...hiks," tangis Khanza.


Rhea melepaskan pelukannya dan menghapus air mata Khanza.


"Udah jangan nangis lagi ya... Mending kamu makan dulu, aku udah masakin kamu bubur. Oh ya, ini aku masak sendiri loh,"


"Sejak kapan putri daddy bisa masak? Em, siapa yang ngijinin kamu berada didapur," timpal Antonio.


Rhea menjadi gugup mendengar pertanyaan daddy nya. "Eung, ka-kan aku perempuan dad, jadi harus bisa masak. Yah, walau masih dibantu sama Bi Inahya. Daddy juga jangan marah, aku ga bakal kenapa-napa kok dadd," jelasnya.


"Mas, jangan gitu. Apa yang dilakukan Rhea bagus kok, aku mendukung. Perempuan memang harus bisa memasak," kata Khanza tidak sadar bahwa dirinya mengatakan 'Mas' diawal kalimatnya.


"Mas?" tanya Rhea.


Sedang Leo tidak ingin ikut campur. Jadinya dia hanya mendemgarkan saja dan masih berdiri dibelakang Rhea, tetapi agak jauhan.


"Tadi aku ga salah dengerkan, kamu manggil daddy aku mas. Apa kalian ada hubungan?" ujar Rhea.


"Eung! Se-sebenarnya-"


"Biar dad jelaskan, "potong Antonio, ia menatap Khanza. "Biar saya saja yang menjelaskannya," ucapnya, Khanza mengangguk.


"Dad akan menikahi Khanza seminggu lagi. Karna didalam sini," Antonio masih sempat mengelus perut Khanza. Rhea menatap itu, sebenarnya paham, tetapi dia memilih diam untuk mendengarkan kelanjutannya.


"Kamu pasti paham yang dimaksud dad, tetapi dad akan menjelaskan secara singkat saja. Ini kesalahan dad yang tidak bisa menahan diri saat mabuk, dad melakukannya bersama Khanza. Dad juga berjanji akan menikahinya. Kami akan menikah seminggu lagi, apa kamu menyetujuinya sayang?"


Rhea memejamkan matanya erat, membuat mereka menatapnya, menunggu jawaban darinya. Jika Rhea tidak menyetujuinya, maka Khanza tidak akan mau menikah dengan Antonio. Walaupun dipaksa sekalipun.


Antonio merasa lega mendengar jawaban dari putrinya. Khanza tersenyum bahagia sampai meneteskan air matanya, yang tadi dipikirnya Rhea akan marah berbading terbalik. Bahkan sahabat sangat bahagia memberikan persetujuannya.


"Makasih, udah mau nikah sama dad aku yang udah tua," peluk Rhea sambil berkata mengejek Antonio.


Bukan marah Antonio malah mengacak-acak rambut putrinya. Rhea seketika melepaskan pelukannya.


"Daddy rambut aku jadi rusakan," kesal Rhea.


"Biarin, siapa suruh kamu bilangi dad tua," jahil Antonio.


"Mama! Dad nyebelin, nanti mama kalau udah nikah sama dad, harus tahan-tahan aja," rengek Rhea mengadu pada Khanza sambil berkata jahil membalas perbuatan daddynya.


"Ehem! Kalian asik banget, udah kaya' keluarga bahagia. Akunya dilupain," dehem Leo sedikit berkata lebay. Antonio bukannya bersimpati, malah memberikan tatapan tajam pada anak muda didepannya.


"Eh, maaf Leo. Lupa kalau ada kamu," kekeh Rhea.


"Santai aja Re, aku cuman bercanda kok," ujar Leo cepat, karna tatapan pria tua padanya. Leo beralih pada Khanza.


"Gimana keadaan kamu nza?" lanjut Leo bertanya pada Khanza.


"Keadaan aku baik kok Leo, makasih udah jenguk ya," ujar Khanza. Leo mengangguk sebagai balasan.


"Oh iya, mama maafin aku kan soal kemarin?" celetuk Rhea bertanya kembali.


Khanza mengangguk, "Aku udah maafin kamu, jadi kamu ga perlu merasa bersalah lagi," ucapnya.


"Makasih ma, keadaan dede bayinya baik-baik aja kan," kata Rhea.


"Keadaannya baik-baik aja kok Re," jawab Khanza sambil mengelus perutnya.


"Mama belum makan kan, biar aku suapin aja ya," Rhea langsung membuka rantang yang dibawanya tadi dan duduk dikursi dekat berangkar. Dengan telaten Rhea menyuapi Khanza.


Sedang kedua orang pria hanya menatap mereka, dengan bahagia. Antonio yang tidak ingin menganggu, berinisiatif untuk keluar dari ruangan.


"Ayo, ikut saya keluar," Antonio menarik Leo mengikutinya keluar dari dalam ruangan. Ia juga ingin membicarakan sesuatu.


****


Follow ig aku yuk guys : @antiloversn


Bersambung. . .


Follow juga ya!!


Like, comennt, rate 5. jangan lupa gifts+vote nya.


Terimakasih💓