My Best Friend'S Daddy Is My Husband

My Best Friend'S Daddy Is My Husband
Season 2. 115



"Dad!"


Arcell menoleh saat mendengar suara Ghani memanggil nama yang di rindukannya. Antonio hanya menganggukan kepalanya sejenak, lalu memeluk Ghani. Arcell tampak senang dengan adanya kehadiran Antonio.


"Bagaimana keadaan anak saya, dok?" tanya Antonio saat dokter Asyraf telah selesai melakukan pemeriksaan.


"Keadaannya lebih baik setelah menerima donor ginjal," jawab dokter Asyraf.


"Kapan saya boleh pulang dok?" pertanyaan Ray dihadiahi tempelengan dari Ghani.


"Arghh, sakit bang." ringisnya.


Ghani mendapatkan tatapan tajam dari Arcell. "Ampun bang! orang tempelengan gak keras kok. Kamu pura-pura ya, biar aku kena amuk harimau."


"Masa bang Ell dikatain harimau sama abang Ghani," adunya.


"Ray sudah jangan mancing abang mu," kata Antonio menengahi agar tidak terjadi perdebatan antar saudara.


"Ekhem, untuk kapan pulang belum bisa. Karena kami harus memastikan keadaan kamu lebih lanjut, kira-kira selama satu minggu," jelas dokter Asyraf.


Antonio dan putra-putranya mengangguk.


"Ada lagi yang mau ditanyakan," ujar dokter Asyraf sebelum meninggalkan kamar rawat.


"Saya kira cukup," jawab Antonio singkat.


"Baiklah saya permisi."


Setelah dokter Asyraf keluar dari kamar rawat. Kini tinggal Antonio dan keempat putranya. Tapi sedari masuk kamar rawat Antonio tak melihat putrinya sama sekali.


"Dimana princess? Apa princess masih dirawat disini?" cecar Antonio bertanya.


"Queen tadi pagi sudah dibolehkan pulang dad," jawab Arsen.


"Lalu siapa yang mengantarnya pulang?" Tanyanya lagi.


"Tadi pagi Queen izin sama aku, katanya mau ke makam mommy. Tapi dia mau sendiri, tidak mau ditemani siapapun dad, dia janji akan baik baik saja. Dia juga bilang akan langsung pulang ke mansion setelah dari makam mommy."


Penjelasan dari Ghani membuat Antonio ingin memarahi putranya yang bisanya membiarkan putrinya pergi sendiri di luar tanpa pengawasan, apalagi para penjahat masih berkeliaran diluaran sana mengincar putri semata wayangnya. Mengingat situasi sekarang, Antonio harus menahan amarah dalam dirinya.


"Princess kenapa gak kesini?" tanya Ray baru menyadari ketidakhadiran sang adik dalam kamar rawat saat Antonio menanyakan keberadaan princess.


"Yang bisa jawab pertanyaan kamu cuma bang Ell. Jadi untuk bang Ell dipersilahkan untuk menjawab pertanyaan dari Ray," tukas Ghani dengan gerakam tangan.


"Bang Ell kok malam diam, jawab dong," desak Ghani.


Ray hanya mengangguk menyetujui perkataan Ghani. Ray menunggu jawaban dari Arcell.


"Mengapa abang harus menjawabnya, tadikan Ghani sudah menjelaskan," kilah Arcell.


"Woah, jawaban bang Ell sangat memuaskan dan benar. Tadikan aku sudah mengatakannya Ray. Jadi buat apa kamu bertanya lagi, kalau jawabannya sama saja." Ucapan Ghani adalah sindiran keras untuk Arcell.


"Oh iya bang, gimana keadaang Queen. Dia baik-baik sajakan gak ada yang terluka," ucap Ray.


"Princess baik-baik saja Ray." Bukan Ghani yang menjawab melainkan Arsen. "Mungkin fisik princess kita bisa dikatakan baik, tidak dengan hatinya. Bang Ell telah menyakiti hati princess kesayangan kita." lanjutnya dalam hati.


"Syukurlah kalau princess gak terluka parah," kata Ray senang mendengar.


"Nak kamu istirahat ya. Dadd mau bicara sama abang-abang mu." Ray mengangguk.


"Kita bicara di ruangan Arsen."


Antonio berjalan duluan di depan. Setelah semua masuk dalam ruang kerja Arsen, Antonio mengunci pintunya agar tidak ada orang yang menyelonong masuk.


Antonio belum mulai bicara, tapi dari tatapannya ketiga putranya pasti mengetahui kemarahan dalam dirinya.


"Dad!"


"DIAM ELL"


...****************...


Guys! Ayo guys join grup chat antiloversn!!!


Guys baca karya baru aku yuk judulnya "YOU'RE MINE, SERRA dan ISTRI SIMPANAN”


Follow ig aku yuk guys : @dianti2609


Bersambung. . .


Follow juga ya!!


Like, comennt, rate 5. jangan lupa gifts+vote nya.


Terimakasihđź’“