My Best Friend'S Daddy Is My Husband

My Best Friend'S Daddy Is My Husband
Season 2. 49



“Princess cantiknya mommy, bangun dong sayang.” Kucium lembut pipinya untuk membangunkan.


“Eung mommy, masih ngantuk.” Gumannya dengan mata terpejam.


“Princess gak lupakan, hari ini pertama kali princess masuk TK,” ujar Khanza membuat putrinya membuka mata perlahan.


“Memang ini hari apa mom?”


“Hari senin sayang.”


“Mom boleh ngga queen sekolahnya besok aja.”


“No, sayang. Kalau princess masuk sekolah besok, mommy ngga mau mengantar,” tegas Khanza.


“Nda mau, maunya diantar mommy sama daddy,” ucapnya manja mengalungkan tangan ke leher mommynya.


“Nah, berarti hari ini harus masuk. Ayo semangat dong sayang, masa mau sekolah lemes gitu,” ucap Khanza menyisir rambut putrinya kebelakang.


“Queen semangat mommy, mau di mandiin sama mommy,” pinta menatap wajah mommy dengan ekspresi lucu.


‘Cup’ Queen memberikan sebuah ciuman dipipi mommynya.


“Uhh anak mommy udah gede tapi masih mau dimandiin,” ejek Khanza kepada putrinya yang baru saja menginjak umur lima tahun.


Sebulan yang lalu Khanza mendaftarkan putrinya di TK rekomendasi dari tante Raya. Tante Raya mengatakan bahwa Lunna juga masuk di TK tersebut, yang artinya Queen dan Lunna akan satu TK bersama.


Sungguh Khanza tidak pernah menyangka bahwa putrinya sekarang telah berusia lima tahu. Cepat sekali waktu berlalu.


***


Sekarang mereka sudah berada di meja makan, Khanza tengah menyuapi Queen makanan. Sedangkan yang lainnya menikmati sarapan masing-masing.


Andreas dan Erina juga tinggal bersama di mansion Horison sekarang. Empat tahun lalu, Andreas memindahkan perusahaannya dan mengabungkan dengan perusahaan Antonio.


“Udah mom, queen kenyang,” ucap queen. Lalu turun dari kursi dan pergi mengambil tasnya.


Khanza berhenti menyuapi putrinya, karena queen sudah makan terlebih dulu. Lalu giliran dirinya yang harus sarapan, sebelum berangkat mengantar putrinya.


“Mom ayo kita berangkat, nanti queen telat.” Baru saja Khanza mengunyah makanan di mulut, suara teriakan putrinya mengagetkannya sampai membuat tersedak.


‘Uhuuk uhuuk’ Antonio dengan sigap memberikan gelas berisi air putih pada istrinya dan mengusap punggungnya.


“Princess-“


“Mommy ngga apa-apa sayang, ini tadi mommy uhukk.”


“Minum lagi honey,” ujar Antonio.


Khanza meminum kembali airnya sebelum melanjutkan bicaranya. “Princess bisa tunggu mommy selesai makan dulu nak,” ucapnya pelan.


“Boleh mom, mommy queen harus makan ngga boleh nggak.”


“Yaudah sekarang queen tunggu di ruang tengah aja ya sayang.” Queen mengangguk dan melangkah pergi menuju ruang tengah.


Erina yang masih berada di meja makan dan melihat sikap menantunya menghadapi cucu perempuannya membuat dia kagum dengan kesabaran menantunya. Walaupun dia tahu menantunya tersedak akibat kaget mendengar teriakan cucu perempuannya, tetapi tidak sedikitpun menantunya itu memarahi atau membentak dan sekalipun berkata kasar. Bahkan sebaliknya bicara sungguh lembut sekali.


“Sini biar mas suapin,” ucap Antonio mengambil alih piring Khanza dan menyendokkan.


“Mas, aku bisa makan sendiri. Lebih baik mas temeni princess,” ucap Khanza.


“Baiklah mas akan menemani princess manja kita. Tetapi makanan kamu harus habis, mas ngga melihat jika makanan kamu bersisa sedikitpun,” tegas Antonio menatap sang istri yang mengangguk patuh.


“Mah, tolong awasin Khanza,” ujar Antonio meminta bantuan mamanya yang masih duduk di meja makan.


“Iya vier, tenang saja mama akan mengawasinya,” ucap Erina.


Antonio merasa lebih tenang sekarang, pria itupun melangkah menuju ke ruang tengah untuk menemani putrinya yang sangat manja itu agar tidak sendirian.


****


Follow ig aku yuk guys : @dianti2609


Bersambung. . .


Follow juga ya!!


Like, comennt, rate 5. jangan lupa gifts+vote nya.


Terimakasih💓