
Sampai dikamar Antonio menurunkan Khanza dengan penuh kehati-hatian. Ia tidak mau sampai bayi dalam kandungan wanitanya sampai kenapa-kenapa. Begitu dengan wanitanya, dia tidak ingin sampai melukainya.
Antonio memang membawa Khanza kekamarnya, bukan di kamar tamu. Perlu diketahui kamar yang dimaksud Antonio adalah kamar dimana berdekatan dengan ruang kerjanya.
Saat Khanza telah duduk ditepian ranjang. Kepala Antonio malah menunduk dan membulatkan mata, tidak sengaja melihat sesuatu yang membangkitan sesuatu dalam dirinya.
"Om," panggil Khanza cemas, karena Antonio tidak mendongak. Malah semakin menundukkan kepalanya.
'Puk' (Anggap aja suara kepala jatuh ditempat empuk)
Yap! Kepala Antonio jatuh lebih tepat pria tua itu sengaja menjatuhkan kepala tepat didada wanitnya.
"Dasar om tua mesum," decak Khanza mencoba menyingkirkan kepala Antonio yang sangat berat menurutnya. Ia kesusuhan melakulannya.
"Biarkan begini sebentar... Saya merasa setiap berdekatan dengan kamu, sesuatu didalam diri saya terbangkitkan. Rasanya ingin menyentuh, tetapi harus menahannya. Karena saya tidak ingin menyakiti kamu, cukup kejadian waktu yang membuat saya menjadi pria bejat," ungkap Antonio.
Mendengan ungkapan pria tua ini, hati Khanza menjadi tidak karuan. Bagaimana lelaki ini bisa menahan hasrat yang minta untuk dituntaskan. Sungguh itu luar biasa menurut Khanza, karena setaunya para pria akan susah menahan diri mereka untuk sekedar kepuasan.
Kalian pasti bertanya darimana Khanza mengetahui itu. Ya, benar sekali Khanza mengetahui dari sebuah buku yang ada diperpustakaan sekolah. Dia lupa judul novel tersebut.
Bukan ingin kembali marah, Khanza malah mengelus kepala Antonio dengan penuh kelembutan. Antonio malah semakin mendusel di area sana, hingga Khanza merasakan kegelian.
"Uh, om jangan geli," desis Khanza menahan kepala Antonio agar tidak semakin mendusel-dusel.
Seketika Antonio tersadar dari apa yang dilakukannya. Dia menyudahi aksinya dengan menjauhkan kepalanya. Lalu menatap wanitanya yang memejamkan mata.
"Maaf," hanya kata itu yang keluar dari mulut Antonio.
Khanza memilih diam, untuk memulihkan sesuatu dalam dirinya yang sempat terbakar oleh perlakuan Antonio tadi. Tetapi hormon hamil malah menginginkan itu.
"Omh shh," dengan beraninya Khanza mengalungkan kedua tangannya dileher Antonio.
"Khanza sadar heii! Saya tidak ingin melakukan lagi, dengan status kita yang belum halal," terang Antonio menolak keinginan wanitanya.
"Hiks..." malah terdengar suara isakan, ternyata wanita menangis dengan membenamkan kepala dada bidang miliknya.
"Sayang, kenapa malah nangis?" tanya Antonio lembut. Sebenarnya ia tahu wanitanya sedang mengalami hormon kehamilan yang begitu tinggi.
Antonio ingin membaringkan diranjang, malah tangan Khanza semakin erat memeluk lehernya. Pertanda tidak ingin berbaring.
"Mau kemana hem?"
"Ke ruang tamu, nonton."
Antonio menurutinya, lalu keluar dari dalam kamarnya menuju kebawah lagi dengan menggunakan lift. Tapi saat ingin masuk suara waitanya menghentikannya.
"Gamau turun pakai lift, pusing. Kepala aku muter muter kalau naik turun pakai lift," sergah Khanza. Membuat pria yang menggendongnya menghela nafas sabar menghadapi tingkahnya.
"Sayang kalau pakai tangga, jauh turunnya. Saya takut kita kenapa-kenapa," kata Antonio mencoba membujuk.
"Bilang aja situ ga kuat, karna udah tua," guman Khanza yang masih bisa didengar Antonio.
Antonio berdecak kesal, karena disebut tua. Ia tidak terima dengan perkataan wanitanya yang seperti mengejeknya.
"Saya mendengarnya sayang... Okk, saya akan turutin kemauan kamu, tetapi ada syaratnya," ucap Antonio.
"Syaratnya?" tanya Khanza.
"Minggu depan kita menikah... Deal!" putus Antonio. Khanza mengangguk dalam gendongan, jika menolak artinya dia kalah. Terpaksa menerimanya.
Antonio menuruni anak tangga satu persatu untuk sampai kebawah. Pastinya dengan berhati-hati, agar tidak tergelincir. Anak tangga di mansion memilik jumlah tapak 27 trap. Banyak sekali kan, maka dari itu di mansion ini memiliki lift untuk memudahkan akses menuju kebawah.
****
Bersambung. . .
Follow juga ya!!
Like, comennt, rate 5. jangan lupa gifts+vote nya.
Terimakasih💓