My Best Friend'S Daddy Is My Husband

My Best Friend'S Daddy Is My Husband
Episode 105



Tempat lainnya, seseorang tengah murka mendengar kabar bahwa istrinya menghilang. Antonio mengerahkan seluruh bodyguardnya untuk mencari keberadaan Khanza, harus sampai ketemu, jika tidak nyawa mereka taruhannya...


Sebelum mendapatkan kabar, Antonio masih mengobrol dengan Aditya. Meminta agar pria itu pulang saja ke mansion, menemui ibunya...


Walaupun Antonio tahu kebeneran yang memang kesalahan itu sangat susah untuk di terima ataupun memaafkannya. Tetapi tante Hanira adalah ibu yang melahirkan Aditya, bagaimanapun kesalahan sang ibu, berat sekalipun untuk di maafkan. Tidak ada salahnya untuk kita sebagai anak mencoba memaafkannya, memberi kesempatan kedua. Memperbaiki keaadaan yang memang tidak baik-baik saat ini.


"Dit, apa salahnya kau pulang dan bicarakan ini dengan baik bersama tante Hanira. Perbaiki keadaan dulu, buat tante Hanira bisa menerima Kirana. Sebelum nanti kau bertemu anak kandung mu, jangan sampai nanti tante Hanira tidak menerima Khanza. Jika terbukti benar bahwa istriku adalah putrimu yang hilang 17 tahun lalu," saran Antonio.


"Aku ingin sekali memperbaiki ini An, tapi entah mengapa berat sekali bertemu mama... Tapi,, demi Kirana dan putriku, aku akan pulang ke rumah, berbicara dengan mamah,," tekad Aditya berubah pikiran, ia bertekad membuat mamanya menerima Kirana sebagai menantunya. Karena dia akan berjuang untuk mendapatkan belahan jiwanya kembali.


Mendengar perkataan Aditya membuat Antonio ikut senang...


Dert...dert...


Suara handphone Antonio yang berdering, dengan segera pria itu mengangkat telponnya...


"Tuan, kami meminta maaf... Kami lalai menjaga nona Khanza-" Alvaro sebenarnya gugup setengah mati memberitahu tuannya...


"Kenapa dengan istriku,,, cepat katakan!"


"No...na Khanza menghilang tu..an, no-na di culik. Kami masih mencarinya,"


Tangan Antonio mengepal mendengarnya kabar buruk ini, bahkan handphone di genggamnya sangat erat.. 'SIALAN' BATINNYA...


"Antar Rhea pulang ke rumah Bagas,, bilang bahwa ini perintah saya.. Dan kalian temui saya di ruang kerja mansion, saya tunggu setengah jam..."


Tutt!


Tanpa menunggu jawaban bodyguardnya Antonio langsung mematikan telponnya..


"Kenapa dengan Khanza, An?" tanya Aditya yang mendengar percakapan Antonio di telpon.


"Khanza ngga papa dit,, sepertinya saya harus pulang, untuk memberitahunya soal kalung," ujar Antonio, diangguki oleh Aditya.. Antonio segera keluar dari apartement, langsung menuju parkiran dimana mobilnya berada..


Antonio belum menjalankan mobilnya, karna ia ingin menelpon Satya untuk memintanya menghubungi para bodyguard kepercayan Horison agar mencari pelaku penculikan istrinya. Setelah itu barulah ia menjalankan mobil menuju mansion. Antonio menjalankan mobil dengan kecepatan tinggi...


.


Setelah tadi sempat membujuk Rhea agar berada di kediaman Bagaskara. Dimana Rhea terus menerus menangis akibat Khanza yang tidak ditemukan dimanapun, gadis itu bahkan ingin mencari keberadaan Khanza sendirian. Tetapi,, dicegah oleh Alvaro dan Eduard, bahkan Raya ikut membujuk Rhea agar tidak gegabah lebih dulu. Siapa tahu mereka juga mengincar Rhea,,, selang beberapa jam membujuk Rhea, akhirnya gadis itu mau menuruti perkataan Raya...


Apalagi ini adalah perintah langsung dari Antonio, membuat Rhea mau menurutinya. Dan meminta kedua bodyguard daddynya agar segera menemukan keberadaan bundanya. Sampai di kediaman Bagaskara pun Rhea tetap menangis, tangisannya tak berhenti-henti bahkan hatinya tidak bisa tenang, sebelum bundanya di temukan...


.


Di dalam ruang kerja Antonio menghempaskan punggung di sofa. Ia memijit kepalanya yang terasa pening, menunggu kedua bodyguardnya datang dan menjelaskan kejadian yang sebebnarnya.


Tok...tokk


Terdengar ketukan pintu yang di yakini oleh Antonio bahwa itu pasti kedua bodyguardnya.


"Masuk," seru Antonio dari dalam...


Alvaro dan Eduard mendekati tuan mereka, dengan wajah yang diangkat, karena mereka mengetahui bagaimana sifat tuannya mereka yang tidak suka dengan bodyguard yang lemah, hanya bisa menunduk saja jika berbuat kesalahan. Bodyguard seperti itu, akan langsung di tendang Antonio...


"Mengapa kalian hanya diam saja, apa kalian bisu, tidak bisa bebicara atau tangan saya dulu yang harus membuat mulut kalian bicara," cecar Antonio.


"Begini tuan, sebelum itu kami mengawasi nona Khanza yang sedang menerima telpon. Lalu kami bergantian melihat ke arah nona Rhea dan nyonya Raya. Tatapan kami terus mengarah pada ke tempat nona Rhea dan nyonya Raya, sampai kami lengah. Nona Rhea memanggil kami dan bertanya keberadaan nona Khanza. Disitu kami baru menyadari bahwa nona Khanza tidak kembali setelah mengangkat telpon, kami mengecek ke toilet restora itu tidak ada. Mencari ke seluruh bagian Mall, tetap nona Khanza tidak di temukan," jelas Alvaro panjang lebar.


"Dan kami berinisiatif mengecek CCTV, ternyata nona Khanza menuju ke toilet Mall, karna toilet restoran yang rusak. Disana kami melihat dua orang berjubah hitam dengan krudung dan kacamata serta masker, mereka membius nona menggunakan sapu tangan hingga pingsan. Lalu membawa nona Khanza lewat tangga darurat. Hanya sampai disitu tuan, selanjutnya CCTV sepertinya sengaja di rusak," jelas Eduard bergantian menjelaskannya.


****


Maafkan author yang sering ngegantung ceritanya, itu karena othor suka membuat kalian supaya gregetan membacanya... hehe😂🙏


Follow ig aku yuk guys : @antiloversn


Bersambung. . .


Follow juga ya!!


Like, comennt, rate 5. jangan lupa gifts+vote nya.


Terimakasih💓